Gagal Bayar Pakai Go-Pay

Flipcase HP vivo saya sudah lumayan butut. Rencananya mau beli flipcase baru. Maka saya pun pergi ke ponsel dekat pasar. Saat akan memasuki ponsel, aroma kopi dari Roti O masuk ke hidung saya. Saya pun berencana untuk singgah ke sana sehabis dari ponsel.

Di dalam ponsel, saya mulai melihat-lihat casing HP yang dipajang. Akhirnya salah seorang pelayan toko menyapa dan menanyakan apa yang saya cari. Saya katakan ingin mencari casing HP Vivo Y31. Rupanya sesuai dugaan saya. Casing untuk tipe tersebut tidak ada. Mungkin karenany Hpnya murah dan jadul, maka casingnya tidak ada.

Karena yang saya cari tidak ada, saya pun pergi ke toko yang ada beberapa petak di sebelahnya. Toko yang telah menyebarkan aroma kopi yang mengundang selera.

Saya langsung memesan Roti O di kasir. Rupanya belum ada yang matang. Kami diminta menunggu. Berhubung hujan belum reda, saya sih asyik-asyik aja. Di sana juga banyak tersedia kursi untuk yang ingin makan di sana.

Sambil menunggu, saya memperhatikan berbagai tulisan yang ada di meja kasir. Rupanya toko ini menerima pembayaran lewat OVO. Selain itu juga menerima pembayaran lewat GoPay dan ada cashback 30%. Pas sekali, saya masih punya saldo GoPay yang biasanya saya gunakan untuk beli tiket bioskop online.


Ketika roti sudah siap, saya pun mengatakan ingin bayar pakai Go-Pay. Petugas kasir pun mengeluarkan alat untuk pembayarannya. Saya juga sudah menyiapkan aplikasi GoJek agar bisa langsung scan barcode.

Petugas kasir dibantu oleh temannya. Entah kode-kode apa yang mereka ketikkan di keyboard. Prosesnya lebih lama dibandingkan pembayaran biasa secara tunai. Seorang pelanggan lain tampak menunggu antrian. Saya pun masih sabar menunggu.

Setelah berusaha dan dibantu oleh temannya, rupanya kasir tersebut tidak bisa memproses pembaran menggunakan GoPay. Mungkin alatnya sedang error. Ia pun menawarkan apakah saya mau bayar pakai OVO saja. Jika pakai OVO ada cashback 60%. 

Sayangnya saya tidak punya OVO dan memilih untuk bayar tunai. Proses bayar tunai berlangsung dengan cepat. Meskipun tentu saja, tidak ada potongan harga.

Saat awal akan membeli roti, saya memang tidak ada niat mau bayar pakai GoPay. Niat itu muncul saat membaca tulisan yang dipajang di kasir. Yang membuat saya ingin bayar pakai GoPay bukan sekedar karena potongan harga. Tapi karena menginginkan pengalaman bayar pakai GoPay dengan scan barcode.

Tentu saja rencananya pengalaman tersebut akan saya jadikan tulisan di blog ini. Tapi sayangnya rencanya tersebut gagal karena pembayaran dengan GoPay belum bisa dilakukan. Akhirnya saya pun malah menceritakan tentang kegagalan saya membayar pakai GoPay.

Dari apa yang saya lihat kegagalan tersebut lebih kepada karena petugas kasir belum terbiasa melayani pembayaran dengan GoPay. Mungkin karena memang jarang sekali orang yang bayar pakai GoPay. Pembayaran tunai masih menjadi pilihan utama di daerah kami.

Hanya saja, berhubung tulisan menerima pembayaran dengan OVO dan GoPay dipajang cukup besar di kasir, petugas kasir tentu harus terampil menggunakannya. Sehingga pembayaran bisa berlangsung lebih lancar.

2 comments

  1. Gagal atau tidak gagal bayar pakai Go Pay, kenyataannya jadi tulisan.. hahahahaha..

    Hebat memang bu Guru ini.. tahun baru rupanya lebih aktif nih menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang bilang, semua kejadian, kita ambil hikmahnya saja, hehe.

      Mengisi liburan kali ini, sepertinya saya akan lebih rajin menulis.

      Delete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar
EmoticonEmoticon