Cara Isi Saldo Go-Pay Lewat BNI Mobile Banking

July 16, 2018 1
Aplikasi Go-Jek tidak hanya melayani ojek online, tapi sudah berkembang melayani berbagai kebutuhan seperti Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Send, Go-Pulsa, Go-Tix, dan masih banyak lainnya.

Dari berbagai layanan tersebut, saya pun baru menggunakan Go-Tix, yaitu layanan untuk membeli tiket bioskop secara online.Untuk memudahkan pembayaran Go-Tix yang waktunya singkat, maka saya pun memilih pembayaran menggunakan Go-Pay.

Agar bisa menggunakkan Go-Pay, tentu saja saya harus isi saldo dulu. Syukurlah ada banyak cara untuk mengisi saldo Go-Pay, salah satunya menggunakan layanan BNI Mobile Banking. Sebagai nasabah BNI Syariah, saya sangat suka dengan BNI Mobile banking yang bisa melakukan banyak hal.

Cara Isi Saldo Go-Pay Lewat BNI Mobile Banking

Buka Aplikasi BNI Mobile Banking
Masukkan UserID dan MPIN
Klik Login

Pilih Pembelian
Pilih Top Up Go-Pay


Pada Layanan, Pilih Top Up Go-Pay Customer
Pilih Input Baru
Masukkan Nomor Handphone yang terdaftar pada aplikasi Go-Jek
Masukkan nominal saldo yang ingin diisi
Klik Lanjut

Masukkan Password Transaksi
Klik Lanjut


Untuk pengisian saldo lewat BNI mobile banking, ada biaya administrasi sebesar Rp 1000,-

Saat transaksi berhasil, akan ada notifikasi penambahan saldo Go-Pay pada aplikasi Go-Jek.

Saldo Go-Pay bisa digunakan untuk berbagai transaksi yang ada pada layanan Go-Jek. Saya pun langsung bisa menggunakan Go-Tix untuk membeli tiket Ant Man.

Demikianlah pengalaman isi saldo Go-Pay lewat BNI Mobile Banking. Semoga bermanfaat.

Cara Mengganti Bahasa Audio di Media Player Clasic

July 09, 2018 2
Saya memperoleh file film How to Train Your Dragon 2 dari adik saya. Meskipun movie lama, tapi saya belum sempat menontonnya. Karena saya sudah nonton movie yang pertama dan menyukainya, tentu saja saya senang dan ingin menonton movie 2 nya.

Saat saya memainkannya di lapton dengan GOM Player, saya merasakan kejanggalan. Semula saya berpikir sub dari Lebah Ganteng yang kurang sinkron. Ternyata bahasa dari film tersebut yang tidak saya pahami. Mereka tidak berbicara dalam Bahasa Inggris, entah bahasa Persia atau apa, saya tidak mengerti.

Padahal saya tahu dengan jelas bahwa How to Train Your Dragon aslinya menggunakan Bahasa Inggris. Jadi saya yakin ada pilihan bahasa untuk audio dari movie tersebut. Sayangnya meskipun diotak-atik, saya tidak menemukannya pada GOM player.

Kemudian saya memutuskan untuk menonton menggunakan aplikasi media player clasic. Untuk mengganti bahasa audio film yang saya tonton pun caranya sangat mudah.

Cara Mengganti Bahasa Audio di Media Player Clasic

Pertama, buka file film yang ingin ditonton menggunakan media player clasic.

Setelah video terbuka, pilih Play di menu bagian atas, atau pilih klik kanan juga bisa.

Pilih Audio Track.

Video yang memiliki beberapa audio akan menampilkan pilihan beberapa audio. Untuk file yang saya tonton sendiri ada tiga pilihan Audio. Per untuk Persia (mungkin) dan Eng untuk English (Bahasa Inggris).

Cara Mengganti Bahasa Audio di Media Player Clasic

Pilih bahasa audio yang diinginkan. Jika tidak bisa menentukan bahasanya dari namanya, silakan dicoba dan didengarkan bahasa masing-masing audio.

Setelah pas, silakan pilih dan menonton seperti biasa.

Akhirnya saya pun bisa menonton How to Train Your Dragon 2 dengan menggunakan Bahasa Inggris. Walaupun kenyataannya saya tetap menonton menggunakan subtile berbahasa Indonesia. Tapi menonton dengan mendengarkan bahasa aslinya terasa lebih asik. Seperti halnya dulu ketika menonton anime Ranma 1/2, saya lebih memilih audio dengan Bahasa Jepang daripada Bahasa Inggris.

Demikianlah cara mengganti bahasa audio di media player clasic. Jika Anda menonton video dengan bahasa yang janggal dan sepertinya bukan bahasa asli, silakan coba mengganti bahasa audionya. Siapa tahu file film tersebut memiliki beberapa audio. Meskipun beberapa film lain memang bahasa aslinya bukanlah Bahasa Inggris.

Semoga bermanfaat.

Tanggal Muda, Antrian Panjang di Bank

July 04, 2018 4
Kali ini saya mendapatkan SMS serupa dengan SMS sebelumnya, yaitu untuk menyerahkan fotokopi cetakan mutasi buku tabungan di Bank Kalsel. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, bahwa cetak buku tabungan lewat teller hanya bisa dilakukan pada bank cabang tabungan dibuka, maka saya putuskan ke bank Kalsel cabang Martapura.


Berhubung hari awal kerja pulang lebih awal, saya sempatkan sekalian singgah di bank. Maksudnya biar tidak cape bolak-balik ke rumah dulu, jaraknya lumayan juga.

Sesampainya di bank, saya dihadapkan dengan parkiran yang penuh. Oke lah, tidak masalah parkir sepeda motor terus ke belakang.

Seperti biasa, saya pun mengambil nomor antrian di teller. Nomor antrian yang saya dapatkan adalah B162 dengan jumlah antrian 52. Wah, rasanya mau pulang saja.


Setelah saya perhatikan, rupanya hari ini adalah hari kerja pertama di bulan Juli. Sepertinya banyak orang yang berurusan dengan bank. Banyak dari mereka mengenakan seragam coklat PNS.

Salah seorang Bapak di samping saya menyapa temannya. Menyatakan bahwa ia mau pulang saja. Antirannya masih jauh sekali. Maka saya pun mulai menimbang-nimbang, haruskah saya pulang juga.

Jika melihat orang-orang yang menunggu, sepertinya jumlahnya tidak sampai 50. Tapi entahlah, mungkin saya yang kurang cermat menghitung.

Baterai android yang saya pegang tinggal 7 persen lagi. Saya bahkan menghabiskan waktu menunggu untuk menulis artikel ini. Rencananya mau pulang saja kalo baterai keburu habis.

Berdasarkan pengalaman hari ini, lain kali saya tidak mau ke bank pada tanggal muda. Padahal saya punya kesempatan sejak beberapa hari yang lalu. Tapi terlalu malas untuk pergi ke Martapura.

Saya sudah menunggu selama setengah jam, dan antian tunggu saya masih empat puluh orang lagi. Berhubung perut lapar dan saya orangnya memang tidak sabaran, maka saya putuskan untuk pulang saja. Nanti saja cetak buku tabungannya. Lagi pula keperluan saya tidak semendesak orang lain yang ada di sana.

Akun Facebook Tere Liye Menghilang

July 03, 2018 2
Akun Resmi Tere Liye, Penulis

Sebagai penggemar Tere Liye yang merupakan seorang penulis novel, tentu saja saya mengikuti akun resmi penulis tersebut di facebook. Selain itu, Tere Liye memang hanya mengelola satu akun Facebook. Dia tidak memiliki instagram atau Twitter maupun akun lainnya untuk diikuti.

Biasanya, Tere Liye akan memposting kata-kata bijak yang diambil dari novel yang dikarangnya. Kadang ia juga memposting beberapa nasehat lama. Postingan akun Tere Liye biasanya adalah postingan terjadwal yang bahkan sudah diatur sejak enam bulan sebelumnya. Ia lebih senang memanfaatkan waktunya untuk menulis novel daripada mengurusi facebook.

Pada saat-saat tertentu, dia menulis catatan facebook terkait keadaan yang sedang hangat. Dia rupanya penggemar KPK dan sangat mendukung usaha mereka dalam memberantas korupsi. Para pembaca novel Tere Liye tentu tahu, bahwa Tere Liye sangat tidak suka dengan berbagai kecurangan, bahkan dari hal yang dianggap kecil seperti mencontek.

Akun Facebook Tere Liye Menghilang

Meskipun mengikuti akunnya, bukan berarti setiap hari saya mengunjungi facebook Tere Liye. Saat ingin membaca beberapa movtivasi, biasanya saya akan berkunjung.

Beberapa hari yang lalu saya menyadari bahwa akan facebook Tere Liye yang selama ini saya ikuti telah menghilang. Beberapa postingan Tere Liye yang pernah saya bagikan di beranda juga tidak ada. Kemanakah akun facebook Tere Liye.

Berdasarkan informasi yang saya baca, akun facebook Tere Liye dulu pernah diblokir oleh Facebook. Tidak menutup kemungkinan, akun facebook Tere Liye kembali diblokir.

Meskipun terkenal sebagai seorang penulis novel, Tere Liye juga sering menulis postingan tentang kritik terhadap dunia politik. Tentu saja pembaca yang tidak setuju pun juga ada dalam kolom komentarnya. Beberapa malah menyatakan lebih baik Tere Liye menulis novel saja dari pada mengomentari politik.

Padahal, bagi penggemar sejati Tere Liye, tentu tahu bahwa sebagai penulis novel, Tere Liye sudah menerbitkan beberapa novel yang membahas politik, seperti Negeri Para Bedabah dan Negeri di Ujung Tanduk.

Sepertinya, beberapa tulisan Tere Liye yang mungkin dianggap dan dilaporkan telah melanggar pedoman komunitas, sehingga akunya pun diblokir dan tidak ditemukan dalam pencarian. Banyak para penggemar Tere Liye yang merasa kehilangan, saling bertanya dan bertemu dia akun Tere Liye palsu.

Akun Palsu Tere Liye


Selalu ada yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Saat akun resmi Tere Liye menghilang, maka akun palsu pun mengambil kesempatan. Isinya mirip dengan akun Tere Liye asli yang berisi kata-kata motivasi dan beberapa diantaranya memang diamnil dari akun resmi Tere Liye.

Tapi penggemar Tere Liye yang sebenarnya akan mengenali, mana tulisan asli bang Tere dan mana yang hanya sembarang copy paste. Beberapa akun palsu tersebut juga memposting tulisan dari sumber yang berbeda dan menulis Tere Liye di bawahnya. Padahal saya yang membaca saja sadar, bahwa bahasa Tere Liye biasanya tidak seperti itu.

Facebook sebagai akun pertemanan gratis memang tidak memiliki peraturan ketat terhadap akun palsu. Apalagi jika akun tersebut dianggap tidak merugikan dan orang yang bersangkutan tidak melaporkan atau merasa keberatan.

Tere Liye sendiri sepertinya lebih memilih menyibukkan diri dengan menulis novel daripada mengurusi akun facebook nya yang terblokir. Dia bukan orang yang mau repot-repot bikin akun baru seperti para pengejar like di facebook. Kalaupun hanya pemblokiran sementara, maka nanti akun facebook resmi Tere Liye bisa ditemukan lagi.

Keterbatasan Akun Gratis

Sebagai seseorang yang menggunakan platform gratis, kita sebagai pengguna memang tidak bisa berbuat banyak. Ketika apa yang kita tulis dianggap melanggar pedoman komunitas, maka mudah saja akun kita dihapus. Ini tidak hanya berlaku untuk facebook, tapi semua akun gratis lainnya seperti instagram, twitter, blogspot, dan youtube.

Memang terdapat kebebasan dalam mengeluarkan pendapat di internet. Tapi kebebasan tersebut tetap ada batasannya. Jika menulis di akun gratis, resikonya adalah dihapus. Jika menulis di blog sendiri, hosting senditri, domain sendiri, pun tetap masih bisa diblokir oleh pemerintah jika dianggap tidak layak.

Saya tidak tahu apa alasan konkritnya akun facebook Tere Liye menghilang, tapi saya tetap penggemar novel-novelnya. Selain menantikan akun facebooknya bisa diakses lagi, saya lebih menantikan novel berikutnya yang akan ia terbitkan.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan BNI Syariah

July 02, 2018 5
Sudah lebih dari sepuluh tahun saya menjadi nasabah BNI Syariah. Sejak rekening pertama saya buka, hingga kini rekening tersebut masih saya gunakan. Tentunya ada beberapa alasan yang menjadikan saya betah menjadi nasabah BNI syariah. Oleh karenanya saya bisa mengungkapkan beberapa kelebihan dan kekurangan BNI syariah berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Kelebihan BNI Syariah

1. Menggunakan Sistem Syariah

Alasan utama saya menabung di BNI Syariah adalah karena menggunakan sistem syariah. Sebagai seorang muslim yang juga memerlukan fasilitas perbankan, bank syariah adalah pilihan terbaik bagi saya. Ada dua sistem akad yang bisa digunakan, yaitu wadiah dan mudharabah. Nasabah bisa memilih salah satunya saat pertama kali membuka rekening tabungan.

Pada sistem wadiah, maka nasabah tidak akan dibebani biaya administrasi bulanan dan tidak akan memperoleh tambahan bagi hasil. Jumlah tabungan nasabah tetap seperti semula.

Pada sistem mudharabah, ada biaya administrasi bulanan, selain itu nasabah memperoleh laba berupa bagi hasil. Bagi hasil berbeda dengan bunga, karena sistem dan perhitungannya berbeda.

Baca Juga Perbedaan Bank BNI Syariah dan BNI Konvensional

2. Gratis Biaya Transfer ke BNI Konvensional dan Sebaliknya

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan BNI Syariah

Sebagai orang yang senang melakukan belanja online, maka tidak luput dengan transaksi transfer ke rekening bank lain. Para merchant biasanya menyediakan beberapa rekening pembayaran dengan beragam bank. Tentu saja, sangat jarang yang mencantumkan bank syariah.

Beruntungnya biaya transfer dari BNI Syariah ke BNI konvensional adalah gratis. Maka saya pun tidak perlu memikirkan biaya transfer dan cukup pilih bank BNI untuk metode pembayaran. Begitu pula sebaliknya, ketika ada yang ingin mengirim uang dari bank BNI ke rekening saya, tidak perlu ragu karena biayanya gratis.

Baca Juga Cara Melihat Bukti Transfer BNI Mobile Banking

3. Bebas Menggunakan Fasilitas ATM BNI

Jumlah ATM BNI Syariah mungkin masih terbatas. Tapi jumlah ATM BNI banyak ditemui bertebaran dimana-mana. Nasabah BNI syariah bisa menggunakan fasilitas ATM BNI dengan gratis. Tidak ada biaya administrasi maupun potongan ATM bersama.

Fasilitas ATM BNI yang dapat digunakan termasuk diantaranya ATM setor tunai. Maka meski jumlah bank BNI Syariah terbatas, masih bisa melakukan setoran lewat ATM BNI Setor Tunai

4. Tersedia Internet Banking dan Mobile Banking

Saat ini, hampir semua hal harus bisa dilakukan lewat layar smartphone, termasuk transaksi perbankan. Oleh karenanya internet banking dan mobile banking menjadi fasilitas yang harus disediakan oleh bank yang baik. Bank BNI syariah menyediakan fasilitas ini untuk semua nasabahnya.

Menu internet banking dan mobile banking BNI Syariah sama dengan milik BNI konvensional. Ada banyak tutorialnya di internet. Untuk pendaftarannya, harus ke bank BNI Syariah agar bisa melakukan aktivasi untuk transaksi berupa transfer, pembayaran dan pembelian.

Baca Juga Perbedaan BNI Mobile Banking dan Internet Banking

5. Menyediakan Kartu Debit dan Kredit

Saya bukanlah pengguna kartu kredit, tapi kartu debit BNI tentulah sangat berguna. Ketika melakukan belanja di mall atau toko besar dan uang yang dibawa tidak cukup, tinggal gesek kartu ATM. Selain itu tidak ada biaya jika menggesek kartu ATM BNI syariah pada mesin CDC BNI, alias gratis.

Saat membuat kartu ATM, ada pilihan mau pake nama atau tidak. Limit transaksi setiap kartu tergantung jenis tabungan yang dipilih saat pertama kali membuat rekening.

Baca Juga Bayar Tunai Pakai Kartu ATM, Tinggal Gesek

6. Menyediakan Fitur Virtual Account BNI Syariah

Virtual Account biasanya digunakan untuk pembayaran belanja online atau biaya kuliah. Beberapa aplikasi online menggunakan virtual account untuk pengisian saldo, misalnya Paytren.

BNI Syariah pun menyediakan layanan ini untuk nasabahnya, terutama bagi pengguna yang ingin melakukan pembayaran atau transfer ke virtual account.

7. Pembayaran Berbagai Tagihan dan Pengisian Pulsa

Sudah bukan masanya lagi antri di loket untuk bayar tagihan. BNI Syariah menyediakan berbagai fitur pembayaran seperti:

- Tagihan listrik
- Tagihan PDAM
- Pembayaran asuransi termasuk BPJS
- Beli Token Listrik
- Pengisian pulsa
- Dan masih banyak lainnya

Menu pembayaran tersebut bisa diakses lewat mesin ATM. Akan lebih mudah lagi jika menggunakan akun internet banking atau mobile banking, semua bisa dilakukan dari rumah sambil bersantai.

Baca Juga Bayar Tagihan PDAM Lewat BNI Mobile Banking

Kekurangan BNI Syariah

Tak ada gading yang tak retak. Menabung di bank syariah pun juga memiliki beberapa kekurangan.

1. Jumlah Cabang Bank BNI Syariah Masih Terbatas

Untuk daerah saya sendiri sih sudah cukup terjangkau lokasinya. Mungkin di daerah tertentu masih terbatas jumlah cabang BNI Syariah. Sebagai bank syariah memang jumlahnya tidak sebanyak bank konvensional. Tapi manfaatnya, insya Allah lebih besar.

2. Nominal Bagi Hasil Tidak Sebesar Bunga

Bagi yang menabung untuk mendapatkan laba, tentu nilai bagi hasil yang diberikan oleh bank tidak sebanding dengan jumlah uang yang ditabungkan. Apalagi jika dibandingkan dengan bunga dan hadiah yang ditawarkan oleh bank konvensional.

Tapi sebagai orang yang berusaha menghindari riba, tentu saya memilih jumlah bagi hasil yang sedikit dari pada bunga. Jika ingin memperoleh jumlah bagi hasil yang lebih besar, mungkin bisa mencoba deposito syariah.

Demikianlah berbagai kelebihan dan kekurangan menabung di bank BNI Syariah berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya belum bisa membandingkannya dengan bank syariah lain seperti BRI Syariah atau Bank Syariah Mandiri karena saya tidak menabung di kedua rekening tersebut.

Apakah Anda juga nasabah bank Syariah dan ingin berbagi pengalaman?

Jangan Letakkan Telur (Adsense) Dalam Satu Keranjang (Blog)

June 25, 2018 13
Membaca forum adsense atau berteman dengan sesama publisher adsense, menurut saya adalah sesuatu yang menyenangkan. Meskipun hanya menjadi silent reader, setidaknya saya tahu beberapa perkembangan terbaru dan apa yang sedang rame dibahas oleh orang-orang.

Beberapa diantaranya adalah topik yang diulang-ulang, seperti gajian pada tanggal 21 atau saldo yang masuk diawal bulan. Beberapa lagi keluhan tiada henti tentang BPK yang terus merosot.

Namun ada juga yang berbagi kabar gembira masalah telur yang pecah pertama kalinya, atau pendapatan yang kian meningkat setiap bulannya. Meski banyak pengulangan, setidaknya saya jadikan sebagai hiburan. Kadang saya membandingkannya dengan apa yang saya alami, meski tidak meninggalkan komentar.

Pada akhir semester beberapa blogger mengeluhkan pengunjung blog yang menurun kemudian diiringi penghasilan adsense yang menurun. Blog dengan tema pendidikan mulai ditinggalkan sementara saat para siswa sedang liburan,

Beberapa blog tentang makanan kebanjiran pengunjung, karena menu berbuka dan lebaran mulai diburu. Para blogger yang mengangkat tema ini pun mulai bergembira.


Salah satu teman blogger malah berbagi di blognya bahwa penghasilan adsensenya terus meningkat beberapa bulan terakhir. Berbeda jauh dengan penghasilan saya yang terus menurun beberapa bulan terakhir.

Apakah lantas saya menjadi iri dan dengki? Tentu saja tidak. Karena saya pun mencoba mengambil pelajaran terhadap apa yang terjadi.

Penghasilan adsense dari blog ibarat penghasilan dari seorang pedagang, fluktuatif alias tidak pasti. Sangat berbeda dengan penghasilan pegawai dengan gaji yang tetap.

Pendapatan adsense berkaitan erat dengan trafik blog yang juga turun naik. Jika trafik naik, maka ada kemungkinan penghasilan naik, jika trafik turun maka kemungkinan penghasilan juga turun.

Itulah yang saya alami beberapa bulan terakhir. Trafik blog ini cenderung turun beberapa bulan terakhir. Mungkin karena posisi beberapa artikel mulai bergeser atau mungkin karena pembaca artikel tersebut memang berkurang. Selain itu, saya memang kurang rajin dalam membuat artikel baru.

Berhubung saya memang hanya baru bisa fokus dengan blog ini, maka penghasilan adsense pun sangat tergantung dengan blog ini. Oleh karenanya sesuai dengan trafik yang menurun, maka penghasilan pun menurun.

Hal ini jauh berbeda dengan seorang teman blogger yang menyatakan bahwa penghasilannya kian meningkat. Selain menulis di banyak blog, blog tersebut mengusung tema yang berbeda-beda. Dengan kata lain, ketika satu blog mengalami penurunan pengunjung karena sesuatu hal, bisa jadi, blog lainnya justru pengalami peningkatan pengunjung.

Jumlah blog yang lebih dari satu bisa saling melengkapi jika blog lainnya mengalami penurunan. Dan akan semakin baik lagi jika sama-sama mengalami peningkatan.

Mungkin ini lah yang dikatakan, jangan meletakkan telur dalam satu keranjang. Jangan hanya mengandalkan satu blog untuk penghasilan adsense.

Sayangnya saya baru bisa sampai batas mengatakan. Kenyataannya saya sendiri masih berusaha supaya bisa konsisten dengan blog ini. Blog lainnya hanya menunggu mood jikalau muncul.

Setidaknya, saya bukanlah orang yang menggantungkan hidup saya dari penghasilan adsense. Sehingga, saya tetap bisa bersyukur dengan berapapun pendapatan yang saya peroleh. Bukankah jika kita bersyukur, nikmat tersebut akan bertambah.

Jangan Pilih Shut Down and Update, Boros Waktu

June 18, 2018 2
Window 8 dan Window 10 memiliki pengaturan untuk melakukan update otomatis saat terhubung ke internet melalui wifi. Pengaturan ini tidak bisa dirubah dan biasanya terjadi di latar belakang.

Setelah download update selesai dan pengguna ingin mematikan komputer atau laptop, biasanya ada pilihan Sleep, shut down and update, restart and update.

Karena merasa sudah selesai menggunakan laptop, pengguna cenderung memilih shut down and update. Padahal ini adalah pilihan yang SALAH.

Mengapa saya mengatakan ini adalah pilihan yang salah? Karena besok harinya ketika akan menggunakan laptop pengguna akan berhadapan dengan sesuatu yang sangat menyebalkan.

Ceritanya, kemarin malam, saya memilih shut down and update saat mematikan laptop. Karena saya pikir ituah pilihan yang biasanya dilakukan.

Siang ini saya menghidupkan laptop karena ingin mengetik. Namun begitu dinyalakan, laptop tersebut harus meneruskan update program terlebih dulu.

Saya pikir update tersebut hanya berlangsung sebentar. Ternyata saya harus menunggu selama hampir dua jam. Ide yang ingin saya ketik rasanya menguap karena kelamaan menunggu. Saya pun tidak jadi mengetik dan hanya bermain HP.

Jangan Pilih Shut Down and Update, Boros Waktu

Oleh karenanya, jika tidak ingin mengalami kejadian serupa, maka pilihlah restart and update pada saat selesai menggunakan laptop. Proses update akan benar-benar diselesaikan pada waktu itu selama kita tidak memerlukan laptop tersebut. Kita bisa meninggalkan laptop dan mengerjakan yang lain saat proses update berlangsung. Setelah benar-benar selesai, baru shut down PC dengan benar.

Keesokan harinya, saat laptop akan digunakan, Anda tidak perlu menunggu proses update yang memakan waktu lagi. Laptop Anda sudah siap untuk langsung digunakan. Semoga bermanfaat.

Contact Form

Name

Email *

Message *