Dari Google Gambar Sampai Pexels

Setelah lama mengenal blog, saya pun merasakan arti pentingnya sebuah gambar. Jika awal ngeblog banyak tulisan tanpa disertai gambar, kali ini setiap artikel harus memuat minimal satu gambar. Jika bukan sebagai materi penunjang artikel, minimal gambar sebagai pemanis.

Sayangnya untuk urusan gambar ini, saya bukanlah orang yang pandai membuatnya. Kebanyakan gambar di blog ini adalah hasil screenshot saja. Urusan screenshot ini memang paling mudah.


Namun ada kalanya, artikel yang saya tulis bukanlah tutorial. Tidak ada yang bisa discreenshot. Maka mulailah saya berburu foto di Google Gambar. Apapun masalahnya, tanyakan pada Mbah Google.

Google Gambar

Untuk melengkapi artikel, biasanya saya memilih gambar yang paling menarik dan menurut saya sesuai dengan artikel di blog. Ada banyak sekali pilihan yang tersedia di Google Gambar.

Sampai akhirnya saya pernah dapat teguran dari adsense perihal gambar ini. Rupanya urusan gambar ini tidaklah sepele. Gambar juga bisa mengadung hak cipta. Tidak sembarang gambar yang tersedia di internet bisa saya copas ke blog sendiri.

Demi keamanan dan saling menghargai, saya pun mulai memilih gambar bebas hak cipta. Berhubung sumber masih terbatas, saya masih mencarinya di Google Gambar. Hanya saja sengaja saya rubah pengaturannya agar gambar yang muncul bisa bebas hak cipta. Sayang sekali, kebanyakan gambar yang muncul kurang sesuai selera saya.

Suatu ketika, saya membaca artikel di Maniak Menulis perihal gambar ini. Rupanya ada situs yang menyediakan stok gambar gratis yang bisa digunakan sesuka hati. Dari sekian banyak situs yang disebutkan, tak perlulah saya kunjungi satu per satu. Pilihan saya pun jatuh pada Pixabay.

Pixabay

Pixabay menyediakan banyak sekali foto gratis. Saya tinggal memasukkan kata kunci, maka kumpulan foto yang relevan pun akan muncul. Kata kunci yang digunakan bisa menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Tergantung laman yang digunakan.

Semenjak saat itu, setiap kali menulis artikel tanpa gambar screenshot, saya akan lari ke Pixabay untuk berburu gambar. Tampilan artikel pun rasanya lebih menarik dengan hiasan gambar ini.

Gambar di Pixabay memang banyak, sayang kemampuan mengolah kata kunci saya terbatas. Akibatnya, gambar yang saya posting temanya itu-itu saja. Kemampuan saya dalam mencari gambar bernilai seni untuk melengkapi artikel sepertinya memang tak memadai.

Saat saya melihat artikel orang lain dengan judul tertentu, kemudian dilengkapi gambar, kesimpulan saya adalah sangat menarik. Tapi saya pribadi, jika menulis judul tersebut, tidak punya pikiran untuk mencari gambar serupa. Nilai seni saya memang terbatas.

Akhirnya, saya mengambil jalan lain. Karena kebanyakan gambar di Pixabay dengan kata kunci yang saya miliki telah dipakai, saatnya berpindah ke situs lain. Kali ini saya mengunjungi Pexels.

Pexels

Pexels serupa dengan Pixabay dalam menyediakan gambar gratis. Tidak perlu memberikan atribusi. Tapi jika ingin memberikan, lebih baik lagi. Cukup masukkan kata kunci untuk memperoleh gambar yang dicari.

Berhubung saya masih baru di Pexel, maka semua gambar yang muncul menurut saya menarik. Selain itu, Pexels tidak sekaku Pixabay dalam menampilkan hasil. Jika Pixabay cenderung hanya menampilkan hasil yang relevan saja, Pexels kadang juga menampilkan hasil yang kurang relevan menurut saya. Tapi saya tetap suka, tidak ada salahnya menikmati gambar yang indah.

Gambar yang tersedia ada dalam beberapa ukuran. Gambar dengan resolusi tinggi bisa digunakan untuk bahan poster. Saya pribadi memilih gambar dengan resolusi rendah. Toh cuma ingin dimuat di blog. Ukuran kecil bagus untuk kecepatan loading.

Ada banyak sekali situs yang menyediakan gambar gratis. Saya pribadi baru mentok di dua situs ini. Berhubung jam blogging saya masih rendah, saat ini dua situs ini sudah memadai untuk sumber gambar.

Gambar dalam artikel ini saya ambil dari Pexels. Sembarang saja, sekedar pemanis. Sudah manis belum?

Dollar ke Rupiah Langsung di Google

Saat ini, saat ingin mengetahui tentang sesuatu, hal pertama yang saya lakukan adalah membuka Google untuk mencari tahu. Termasuk di dalamnya ketka saya ingin mengetahui nilai nukar dari dollar ke rupiah. Saya pun memasukkan kata kunci "dollar to idr"

Hasil pencarian teratas tidak hanya menunjukkan situs yang menampilkan kurs dollar saat ini, tapi gratik nilai tukar dollar terhadap rupiah selama satu bulan serta konversi dari dollar ke rupiah dan sebaliknya.

Untuk satu bulan terakhir, nilai tukar dollar terhadap rupiah bertahan di atas 14.000. Jika nilai minimum pembayaran adsense adalah 100 dollar, apakah berarti sekarang sudah berada di angka Rp 1.400.000?

Saya pun cukup berada di halaman Google untuk mencari nilai rupiah yang ingin saya ketahui. Padahal sih cuma iseng aja, jika BPK adsense sebesar 0,02 dollar, berapa rupiah kira-kira?

Meski masih berada di halaman Google, tidak lupa sumber data tersebut disebutkan. Seperti data mata uang ini yang disediakan oleh Morningstar. Selain dollar ke rupiah, pengguna juga bisa memilih mata uang lainnya.

Saat ini mesin penelusuran Google memang semakin canggih. Dulu, ketika memasukkan pencarian, hasil yang muncul hanya berupa list website yang memuat informasi tersebut. Tapi sekarang hasil pencarian teratas di halaman pertama bisa memunculkan apa saja sesuai apa yang kira-kira dimaksud oleh pengguna.

Ada kalanya hasil teratas berupa gambar, video, game di playstore, perkiraan cuaca, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya nilai tukar mata uang.

Sebagai mesin pencari nomor satu, Google selalu melakukan inovasi pada halaman mesin pencarinya. Tidak hanya alogaritma Google yang terus berubah, cara Google manampilkan hasil juga berubah dan beragam.

Semestinya kita belajar dari Google. Meski sudah menjadi nomor satu, tetap melakukan perubahan dan inovasi.

Apakah Translator Juga Penulis?

Saya tidak tahu kapan dimulainya, tapi saya suka baca novel online. Novel online yang saya baca biasanya berbahasa Inggris. Alasan utamanya, karena saya merasa ada banyak sekali pilihan novel online dalam Bahasa Inggris. Saya juga bisa memilihnya berdasarkan genre yang saya suka.

Sebelumnya, saya suka membaca novel lewat aplikasi Wattpat. Selain banyak pilihan, novel yang sudah dipilih bisa dibaca secara offline. Terlalu banyak novel yang tersedia, kadang saya bingung memilih novel yang akan dibaca.

Akhirnya saya mengenal situs novelupdates. Website ini menyediakan informasi berbagai novel disertai review dari para pembaca. Saya pun jadi memperoleh rekomendasi novel yang mungkin cocok bagi saya.

Selain menyediakan informasi novel, situs ini juga merujuk ke link yang menyediakan novel terjemahan tersebut. Saya pun jadi mengenal berbagai website yang berisi novel terjemahan. Saat ini kebanyakan novel yang saya baca adalah novel China yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris.

Berbeda dengan situs agregator yang menyediakan banyak novel terjemahan dari berbagai sumber, situs penerjemah adalah sumber asli novel terjemahan tersebut. Bahkan bisa jadi terjemahan novel di situs penyedia novel dan whatpatt adalah hasil copas.

Saat membaca novel di situs penerjemah langsung, saya juga membaca sepatah dua patah kata dari penerjemah. Dari sana saya tahu, bahwa proses menerjemahkan novel memang tidak mudah.


Para penerjemah tersebut harus meluangkan waktu untuk membaca, memahami, menerjemahkan, dan menulis novel yang berada dalam proyek mereka. Sedapat mungkin, mereka berusaha agar terjemahan tersebut sesuai dengan maksud sebenarnya dari pengarang.

Sebelum menerjemahkan pun, mereka meminta izin dulu dari pengarang asli untuk menerjemahkan novel ke dalam Bahasa Inggris, kemudian mempublishnya di internet.

Selain itu, dari situs penerjemah saya juga bisa membaca komentar para pembaca terkait isi novel, maupun interaksi dengan translator. Membaca komentar menambah nilai tersendiri terhadap novel. Rasanya ada teman diskusi terhadap isi novel.

Setelah mengenal beberapa situs yang berisi terjemahan novel, saya merasa lebih menghargai para penerjemah ini. Tanpa mereka, manalah mungkin saya bisa menikmati novel China atau Korea.

Novel hasil terjemahan para translator memang sangat berbeda dengan novel MTL. Oleh karenanya, tidaklah salah jika ada yang menghargai translator dengan memberi Kofi.

Saat membaca novel di situs mereka dan membaca kolom komentar, muncul pertanyaan di benak saya. Apalah translator juga penulis? 

Kata Lintas : Pencarian Teka-teki Silang Indonesia

Setelah bermain AlphaBetty Saga, saya masih penasaran dengan permainan kata-kata. Kali ini saya mendownload permainan kata yang lain, namun dalam Bahasa Indonesia. Nama permaianannya cukup panjang, yaitu Kata Lintas : Pencarian Teka-teki Silang Indonesia.

Dalam permainan ini disediakan sejumlah huruf. Kemudian saya menghubungkan huruf-huruf tersebut dan membentuk sebuah kata yang akan muncul dalam teka-teki silang. Berhubung Bahasa Indonesia, maka permainan ini relatif mudah bagi saya.


Meskipun berjudul Indonesia, namun menurut saya tidak semua kata yang muncul adalah kosa kata Bahasa Indonesia. Beberapa ada yang berupa nama orang, kosa kata tidak baku, bahkan ada dalam Bahasa Inggris. Kadang saya berpikir, ini Bahasa Indoesia atau melayu. 

Walaupun demikian, karena dasarnya adalah Bahasa Indonesia, bagi saya tidak masalah. Permaianan ini mudah dan bisa diselesaikan dengan cepat. Ketika buntu, ada pilihan bantuan yang bisa digunakan.

Dalam info permainan, ditulis bahwa game ini mangandung lebih dari 3000 level. Saya tidak bisa memastikan, toh saya masih berada di level bawah. Selain itu, dalam permainan ini kita tidak bisa mengulang level yang telah dilewati. Artinya yang lalu biarlah berlalu.

Dibandingkan AlphaBetty Saga permainan ini memang cepat diselesaikan. Tapi saya tidak buru-buru menyelesaikannya. Hanya sekedar mengisi waktu luang saja. Saat ingin berpikir lebih, saya masih bermain AlphaBetty.

Bermain Game AlphaBetty Saga

Saya mendownload game baru di HP karena Blossom Blast Saga milik saya sudah mencapai level tertinggi. Kali ini saya tertarik untuk memainkan AlphaBetty Saga.

AlphaBetty Saga dibuat oleh King, pengembang yang sama yang membuat Blossom Blast Saga. Saya tertarik dengan permainan ini karena sekalian ingin belajar Bahasa Inggris. Sebelumnya, saya sempat menonton gameplaynya di Youtube.


Agar bisa menyimpan permainan, saya sengaja mengaitkannya dengan akun Facebook. Meskipun baru di level awal, setidaknya saya ingin menyimpannya.

Pada permainan ini, kita diminta mencari kata-kata dalam Bahasa Inggris dalam kumpulan huruf acak. Ada pilihan bahasa lain seperti Prancis, Belanda, dan lainnya. Sayang tak ada Bahasa Indonesia. Oleh karenanya saya memilih Bahasa Inggris sekaligus belajar.

Di level-level awal, kita diminta mencari kata agar mencapai skor yang diinginkan. Sebelum pikiran buntu, ada petunjuk kata yang bisa dipilih. Saya bahkan malas mikir dan mengikuti petunjuk saja. Kebanyakan kosakata tidak saya ketahui artinya. Saya sekedar tahu bahwa itu adalah kosa kata Bahasa Inggris.

Di level 10 ke atas, mulai ada misi lain seperti menhancurkan buble atau mengumpulkan keju. Meskipun berpikir lama, saya masih bisa menang dalam sekali coba sampai level 24.

Pada level 40 ke atas, saya mulai sering gagal. Yang paling sering membuat saya mentok dalam berpikir adalah ketika mencari kata Bahasa Inggris dalam 6 atau 7 huruf. Karena kosakata yang saya ingat terbatas dan kebanyakan mentok 4 huruf.

Setelah menyelesaikan level 50, saya mulai merasa kesulitan bermain. Sepertinya game ini tidak cocok untuk saya. Saat mencari kata dengan 7 huruf, rasanya susah sekali untuk berpikir. Bahkan petunjuk yang muncul hanya kata dengan 3 huruf saja. Untungnya ada huruf bonus yang bisa meningkatkan hitungan huruf suatu kata.

Bagi penggemar Bahasa Inggris yang menguasai banyak kata, apalagi native, game ini memang menarik. Tapi bagi saya, memang harus lebih banyak berpikir untuk memainkan game ini.

Rupanya saya memang lebih cocok dengan permainan Blossom Blast Saga. Selain tak perlu banyak berpikir, saya juga terhibur dengan bunga-bunga yang bermekaran.

Iklan Lipstik dan Masker

Sebagai perempuan, tidaklah aneh bagi saya ketika sedang browsing atau menonton video kemudian disuguhi dengan iklan lipstik. Adalah logis karena tentunya saya salah satu pasar tertarget. Meski tidak langsung membeli, setidaknya saya jadi tahu beberapa jenis lipstik yang tampak menarik.

Misalnya saat membaca situs WeComic, ketika chapter gratis sudah habis saya baca, saya rela menonton iklan agar mendapat shell dan bisa membaca chapter berikutnya. Salah satu iklan yang saya tonton adalah iklan lipstik Marina.

Selain mengunggulkan warna yang menarik, biasanya yang ditonjolkan oleh lipstik adalah tahan lama dan tidak mudah menempel. Terkait tidak mudah menempel, biasanya di iklan ditampilkan video wanita sedang minum di gelas. Diperlihatkanlah gelas tersebut yang tetap jernih tanpa ada lipstik yang menempel.

Kali ini, saat menonton iklan lipstik Marina, yang diperlihatkan adalah wanita yang membuka maskernya, memperlihatkan masker yang tidak ternoda sedikitpun dari lipstik merah di bibirnya. Menurut saya pribadi iklan ini cukup kekinian, dimana sekarang banyak orang yang memakai masker. Bagi perempuan, memang merepotkan saat lipstik menempel di masker. Saya pribadi malah mulai jarang pake lipstik karena selalu pakai masker.

Ternyata tak hanya Marina, hari ini, saya melihat iklan Maybelline di sebuah blog. Saya juga melihat seorang wanita yang melepas maskernya dan memperlihatkan bibir merahnya. Bahkan mereka menambahkan kata-kata Mask-Proof Formula dalam iklannya.

Jika dulu hanya orang-orang tertentu saja yang mengenakan masker, kini hampir dimana-mana orang mengenakan masker. Separuh wajah tertutup, bagian bibir pun tak terlihat. Beberapa orang berubah jadi malas dandan karena merasa tidak perlu.

Bisnis tetap harus jalan, kecantikan harus dipertahankan. Maka iklan lipstik pun tidak mau kalah dengan keadaan. Mereka bahkan menggunakan masker sebagai salah satu media promosi iklan lipstik.

Jika iklan shampo saja bisa dilakukan bagi rambut yang tertutup hijab, maka sebuah masker tak akan menjadi penghalang bagi lipstik.

Bisa Isi Pulsa Dimana Saja

Sebelumnya saya sudah pernah menulis artikel tentang saldo mengendap di berbagai aplikasi belanja online. Saya juga mengeluhkan mau dipakai apa saldo tersebut.

Hari berikutnya, saya menggunakan DANA untuk mengisi pulsa. Saya bahkan sampai dapat diskon 10.000.

Setelah kejadian tersebut, pikiran saya pun terbuka. Bukankah berbagai aplikasi belanja online tersebut juga menyediakan menu untuk mengisi pulsa. Daripada bingung dan belanja ngga jelas buat ngabisin saldo. Lebih baik saldo tersebut saya gunakan untuk pengisian pulsa.

Selain mengisi pulsa, juga ada pilihan untuk isi kuota. Bukankah pulsa dan kuota sudah menjadi kebutuhan primer. Bilangannya saja yang disesuaikan.

Selama ini, saya memang terbiasa mengisi pulsa di satu aplikasi saja karena merasa lebih murah dan praktis. Kenyataannya ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengisi pulsa.

Tidak perlu ribet memilih aplikasinya. Jika masih ada saldonya, tinggal saya gunakan untuk mengisi pulsa. Waktunya pun bisa kapan saja ketika memang diperlukan.

Lebih bagus lagi jika sedang ada diskon seperti kemarin. Tentu saya akan lebih senang lagi memanfaatkan saldo yang tersisa. Happy shopping.

Tantangan Menulis di Bulan Agustus

Sebagai blogger saya jarang membuat target yang muluk-muluk untuk blog. Bukannya tak mau berharap, hanya tak ingin menerima beban.

Meski begitu, saya sedang ingin mencoba hal baru. Bulan Agustus ini, saya menargetkan untuk memposting artikel setiap hari. Artinya dalam bulan Agustus saya menargetkan ada 31 artikel.

Sebenarnya ini bukan hal baru di dunia blogging. Banyak blogger lain yang telah menerapkannya. Hanya saja baru kali ini saya juga ingin melakukannya.

Hal yang menjadi motivasi saya untuk kali ini menulis artikel setiap hari adalah karena saya merasa sedang banyak ide. Mudahnya mengetik di HP membuat saya serta merta mengetik apa yang ada dalam benak saya. Sehingga ide tersebut tidak sempat terbuang percuma.

Walaupun kebanyakan ide sesaat tersebut hanya berubah menjadi artikel pendek, bagi saya tidak masalah. Toh selama ini saya memang tidak pernah menargetkan panjangnya artikel.

Sama halnya dengan tantangan menulis artikel setiap hari selama sebulan ini. Ide tersebut tiba-tiba saja terkelebat dalam benak saya. Saya pun memutuskan untuk menulisnya dan melaksanakannya.

Saya sangat antusias dengan ide ini dan akan berusaha maksimal. Saya juga berharap bisa menerapkannya di blog saya yang lain meski belum bisa menjadi target.

Berhubung apa yang saya tulis ini adalah sebuah artikel juga, maka inilah dia artikel untuk hari ini. Happy writing!