Vivo Y31 Android Murah Tahan Lama

Setelah membicarakan Samsung Galaxy Tab 2 sebagai android pertama saya, kurang rasanya jika ngga ngomongin Vivo Y31 yang masih saya pakai hingga sekarang.

Berkenalan dengan Vivo

Saya lupa kapan persisnya beli HP ini. Kalo bukan tahun 2016 berarti awal tahun 2017.

Saat pergi ke ponsel, saya tidak menentukan lebih dulu merk android apa yang ingin dibeli. Cuma browsing sedikit soal Samsung dan Oppo. Saat itu, Samsung masih merajai pasar android. 

Begitu sampai di ponsel, sales pun langsung menyambut saya. Saya bilang saja mau beli android dengan budget di bawah 2 juta.

Entah kenapa, saya malah termakan promosi sales Vivo. Saat itu Vivo belum seterkenal sekarang. Agnes Monica belum ada di iklan Vivo.

Salah satu isi promosinya yang memikat saya kala itu adalah, sistem penyimpanan di Vivo yang menyatu. Memory untuk aplikasi dan data tidak dipisah. Sehingga memory untuk aplikasi menjadi lebih besar.

Saya pun beli Vivo Y31 seharga Rp 1,9 juta rupiah. Kurang sedikit dari budget yang saya anggarkan.

Kekurangan Vivo Y31

Setelah menggunakannya selama beberapa tahun, tentu saya menemukan beberapa kekurangannya. Meski begitu, belum cukup untuk membuat saya berganti HP.

1. Tidak support 4G

Sebenarnya ini adalah kekurangannya yang paling fatal hingga saat ini. Sebenarnya salesnya sempat bilang kalo HP ini belum support jaringan LTE. Tapi waktu itu saya pikir tidak masalah. Apalagi saat itu 4G memang sesuatu yang baru dan tidak mutlak.

Namun sekarang, berasa banget bedanya. Harga kuota 4G cenderung lebih murah dari pada kuota all jaringan. Belum lagi jaringan 3G memang lebih lambat dari pada 4G.

Untungnya say pake kartu Three, dimana jaringan 3G nya di lokasi saya lumayan bagus. Urusan browsing dan streaming tidak ada masalah. Alasan ini juga yang membuat saya masih bertahan.

2. Kamera depan cuma 2MP

Bagi yang suka selfie, ukuran kamera depan HP ini mungkin burik sekali. Untungnya saya ngga suka selfie. Pernah suatu ketika diminta mengumpulkan foto selfie. Saya sih pasrah aja kalo foto saaa burik, wong wajah saya biasa aja kok. Terus ada teman yang meminjamkan HP nya agar saya foto pake HP nya saja. Padahal ngga pake aplikasi khusus, kamera biasa doang. Tapi hasilnya wajah saya jadi cantik gitu. Ckckck, pantas saja orang-orang suka selfie. Ternyata kamera mempengaruhi.

Pernah juga video call di malam hari. Wajah saya terlihat gelap, begitu pula keadaan ruangan di video, padahal lampu di rumah sudah menyala terang. Lagi-lagi karena kamera.

Namun kejadian tersebut hanya terjadi sekali dua. Bukan masalah serius bagi saya.

3. Tidak ada menu OTG

Salah satu kelebihan smartphone android adalah bisa membuka data yang lazim dibuka di laptop. Maka untuk berbagi data pun, saya berharap bisa nyolok USB di HP.

Ternyata Vivo Y31 belum support OTG. Tidak bisa berbagi data lewat kabel USB. Tapi tak masalah. HP nya masih bisa dicolok dan dihubungkan langsung ke laptop. Jika ingin minta file dari teman, masih bisa berbagi lewat WA dan ShareIt.

4. Tidak support Mirroring

Layar HP boleh kecil, tapi harapannya bisa dihubungkan ke layar TV yang lebar. Sayang harapan tinggal harapan. HP ini juga belum support mirroring.

Kalo ngomongin perkembangan teknologi, banyak fasilitas yang belum ada pada Vivo Y31. Contoh lainnya yaitu finger print dan NFC, juga belum support untuk HP ini.

Kelebihan Vivo Y31

Vivo Y31 tentu memiliki kelebihan tersendiri yang membuat saya bertahan hingga saat ini.

1. Memory Aplikasi dan Data Digabung

Untuk ukuran HP beberapa tahun yang lalu, keputusan Vivo untuk menyatukan memory data dan aplikasi menurut saya adalah keputusan yang tepat. Saya tidak pernah mengalami masalah untuk menginstal aplikasi baru karena memorinya selalu cukup.

Saat ini, ada lebih dari 40 aplikasi di beranda android saya. HP nya baik-baik saja. Vivo Y31 menggunakan baterai 2100 mAh. Walaupun saya mulai berpikir untuk menghapus aplikasi yang jarang terpakai.

2. Baterai tahan lama

Setelah menggunakannya lebih dari 3 tahun, baterainya masih baik-baik saja. Jika HP nya dianggurin saja, maka baterainya tentu bertahan sampai malam. Hanya saja, jika kerjaan saya cuma main HP seharian, baterainya cuma bertahan setengah hari.

3. Layarnya cuma 4,7"

Ukuran layar yang cenderung kecil menjadi kelebihan bagi saya. Karena HP dengan layar kecil lebih nyaman di genggaman dari pada HP yang besar. 

Belum lagi kalo main HP sambil baring ngga takut jatuh tertimpa wajah, hehe.

4. Mesinnya awet

Sebenarnya saya juga ngga tahu kriteria mesin yang bagus itu gimana. Tapi setelah lebih dari 3 tahun digunakan dan tak pernah mampir ke tukang service, maka saya masukkan saja kategori mesinnya awet.

Alasan utama saya tidak berganti HP karena Vivo Y31 ini masih sangat bagus dan baik untuk digunakan. Sedangkan saya tidak biasa berganti HP hanya karena ada model baru yang lebih bagus.

Kalo ditanya kapan ganti HP, saya selalu menjawab jika HP 5G sudah keluar. Padahal jaringan 5G aja belum nyampe ke tempat saya. Mungkin itu sekedar alasan aja karena belum ada niat ganti HP. Mungkin juga sebagai bentuk rasa sensi terhadap 4G dengan cara meloncatinya.

Anyway, bagi saya pribadi HP adalah perangkat yang dimiliki dan digunakan sebagai kebutuhan. Bukan sebuah alat untuk gaya-gayaan. Selama Vivo Y31 masih layak untuk digunakan, saya belum ada rencana untuk beli yang baru.

Bagaimana dengan Anda? Care to share?

Template Blog Minimalis Tapi Manis

Blog Maniak Menulis, salah satu blog yang rutin saya baca, kali ini tidak hanya berganti hosting, namun juga berganti tampilan. Sekarang tampilannya lebih minimalis. Gambar yang biasanya menghiasi artikel sudah tidak nampak. Loadingnya pun semakin cepat.

Pada artikel berjudul Blog Tanpa Sidebar, Kenapa Tidak? Pak Anton sebagai pemilik blog memaparkan alasan dibalik perubahan tampilan tersebut. Sebagai pembaca blog tersebut, mau tidak mau saya pun terpengaruh. Karena jujur saja, dengan tampilan template MM yang baru, saya merasa lebih nyaman.


Paparan dalam artikel tersebut membuat saya mulai berpikir untuk berganti template juga. Namun untuk blog ini, sepertinya belum ada yang cocok menurut saya. Akhirnya saya cuma membuang beberapa elemen. Saya bahkan menghapus beberapa iklan. 

Meski begitu, saya benar-benar mengganti template blog saya yang lain. Ternyata mencari template tanpa gambar tidaklah mudah. Akhirnya nemu juga. Namun template yang saya gunakan masih menggunakan sidebar.

Artikel dan template di blog MM tidak hanya mempengaruhi saya, namun sepertinya juga pembacanya yang lain. Berdasarkan jaringan pertemanan pemilik blog yang luas, beberapa blog lain juga menerapkan template minimalis.

Ada beberapa blog yang templatenya minimalis namun unik menurut saya.

Creameno


Sebelumnya, saya sudah merasa tampilan blog ini minimalis. Sekarang, semakin minimalis. Sekilas, template blog ini bikin orang yang baru berkunjung agak bingung. Ini sebenarnya blog apaan. Hanya ada enam judul artikel singkat di beranda.

Namun bagi orang yang sebelumnya pernah mendengar nama blog ini, mau ngga mau penasaran untuk mengklik salah satu artikelnya. Belum lagi, kata-kata Read me please tersebut benar-benar mengundang untuk diklik.

Meski terlihat minimalis, tampilan blog ini tampak elegan, lebih bagus dari blog MM. Mungkin karena yang punya perempuan, hehe. Loading blognya juga cepat.

Meski depannya terlihat sederhana, setiap artikel ini dipenuhi oleh puluhan komentar. Kadang terlihat komentar admin Maniak Menulis yang menandakan perteman mereka.

Words of the Dreamer


Beranda blog ini tetap mengandung gambar, namun warnanya menyatu dengan template. Selain itu hanya ada tiga artikel di beranda. Tidak ada sidebar. 

Blog ini juga menerapkan tema minimalis seperti dalam artikel di MM. Saya suka dengan perpaduan warnanya yang bagus. Cuma memandangnya membuat saya senang.

Biasanya, saya mengunjungi blog-blog tersebut lewat HP. Karena saya memang lebih suka membaca lewat HP ketimbang laptop. Template blog tersebut enak aja kalo dilihat lewat layar HP. Meskipun saya cuma menggunakan jaringan 3G, tidak ada masalah soal loading halaman.

Setidaknya itulah blog yang menggunakan template minimalis tanpa sidebar seperti blog Maniak Menulis. Tentu banyak lagi blog lain dengan tampilan unik yang tak sempat saya kunjungi.

Apa Itu Gagal Bayar Pada Kartu Debit?

Istilah gagal bayar biasanya identik dengan kartu kredit. Yaitu keadaan dimana seseorang tidak mampu membayar tagihan kredit atau hutang pada kartu kredit yang dimilikinya.


Lalu apa yang dimaksud dengan gagal bayar pada kartu debit?

Pertama kali saya kenal istilah ini yaitu beberapa hari yang lalu ketika membaca email pemberitahuan dari Jenius. Bunyi pesannya adalah sebagai berikut.

Biaya gagal bayar pada kartu debit Jenius. Berlaku mulai tanggal 16 Oktober 2020, Jenius menerapkan biaya maksimal Rp5.000/transaksi kepada nasabah yang mengalami gagal bayar karena tidak memiliki cukup saldo pada Kartu Debit Jenius VISA. Biaya akan dikenakan setiap terjadi kegagalan dalam pendebitan yang dilakukan oleh merchant. 

Berdasarkan email tersebut, juga ada istilah gagal bayar pada kartu debit.

Pada saat melakukan pembeliaan, nasabah bisa melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit ataupun kartu debit. Jika menggunakan kartu kredit, maka tagihannyalah yang harus dibayar tiap bulan. Sedangkan pembayaran dengan kartu debit akan serta merta memotong saldo pada kartu debit. Jika saldo tidak mencukupi maka terjadilah gagal bayar kartu debit

Apa akibat gagal bayar pada kartu debit?

Akibat utama gagal bayar pada kartu debit tentu saja transaksi pembayaran gagal, sehingga pembelian pun bisa batal.

Akibat lainnya adalah pada kartu debit tertentu, misalnya kartu debit Jenius di atas, akan mengenakan biaya gagal bayar. Jumlahnya bervariasi tergantung kartu debit yang digunakan. Artinya, bukan hanya transaksinya gagal, malah saldo terpotong. Jika terjadi berulang-ulang tentu potongannya menjadi besar.

Tips Menghidari Gagal Bayar Kartu Debit

Agar tidak terkena biaya gagal bayar pada kartu debit, pastikan saldonya mencukupi sebelum memutuskan untuk menggunakan kartu debit sebagai metode pembayaran.

Jika kartu debit digunakan sebagai metode pembayaran berlangganan, pastikan saldonya terisi dan mencukupi sebelum tanggal pembayaran berikutnya. Misalnya menggunakan kartu debit Jenius untuk biaya perpanjangan domain.

Jangan jadikan kartu debit sebagai metode pembayaran coba-coba. Beberapa orang mencoba membeli sesuatu menggunakan kartu debit tanpa saldo atau yang saldonya sekarat. Pikirannya cuma coba-coba dan tahu pasti gagal. Hanya saja, ini bisa mengakibatkan adanya biaya gagal bayar.

Kartu debit memang sangat memudahkan bagi yang suka belanja tunai tanpa harus menggunakan kredit. Tapi tentu saja harus tetap digunakan dengan bijak untuk menghindari biaya yang tidak perlu.

Semoga bermanfaat.

Batalkan Pemblokiran Kategori Untuk Meningkatkan Penghasilan

Sebagai publisher saya sering menerima email dari Google Adsense. Diantara email tersebut berisi cara untuk meningkatkan pendapatan. Tentu saja, jika pendapatan publisher meningkat, pendapatan Google juga meningkat. Ini adalah hal yang menguntungkan semua pihak.

Salah satu email yang rutin saya terima berjudul "Batalkan pemblokiran kategori untuk meningkatkan penghasilan."


Saya memang melakukan pemblokiran sejumlah kategori iklan di akun adsense saya. Padahal, dengan membatalkan pemblokiran iklan iklan, akan memberikan kesempatan kepada lebih banyak pengiklan di blog saya. Tentunya hal ini akan meningkatkan pendapatan.

Kadang hati sempat tergoda. Cukup dengan satu klik saja, saya bisa mulai membatalkan pemblokiran. Tapi ujung-ujungnya saya keukeh tetap memberlakukan pemblokiran iklan.

Suatu ketika saya membaca artikel di salah satu blog orang lain. Ada iklan adsense yang muncul di sana. Saya memang tidak mengklik iklan, tapi saya tetap melihatnya. Setidaknya saya tidak mengaktifkan adsblocker. Sebagai sesaama publisher, saya tahu efeknya.

Nah, kala itu iklan yang muncul tidak sreg di hati saya. Kok, bisa iklan yang muncul demikian. Bukan sekali dua saya bertemu iklan yang tidak sesuai dengan hati saya di blog orang lain. Tapi namanya juga blog dan akun orang lain. Tentunya yang punya lebih berhak. Semua orang punya penilaian masing-masing. 

Maka yang bisa saya lakukan adalah bagaimana supaya iklan serupa tidak muncul di blog saya sendiri. Oleh karenanya saya melakukan pemblokiran banyak iklan hingga pemblokiran beberapa kategori iklan.

Baca juga Cara Memblokir Iklan Sensitif dan Agama Lain di Google Adsense

Yang saya lakukan tentu saja mengurangi pendapatan saya. Hampir tiap bulan saya dapat email terkait pembatalan pemblokiran iklan. Namun saya tetap bertahan. Meskipun saya tidak akan mendapatkan penghasilan dari iklan yang saya blokir, saya yakin, rezeki bisa datang dari tempat yang lain.

Cara Efektif Mengakhiri Panggilan Telemarketing

Sore hari, saya mendapat telpon dari nonor tidak dikenal. Saya pun mengangkat telepon dengan tak lupa mengucapkan salam.

"Ini benar dengan ibu Khairunnisa?" Suara yang terdengar seperti Customer Service.

"Ya, saya sendiri. Ini dari mana ya?" Saya balik bertanya.

"Kami dari, bla bla bla." Saya ngga jelas dengarnya.

"Maaf, dapat nomor telpon saya dari mana ya?" Sebelum mbanya menjelaskan lebih jauh, saya kembali bertanya.

"Nomor ibu berasal dari data pusat sebagai nasabah bla bla bla" Lagi-lagi saya ngga ngeh dia menyebut nama apa. Yang jelas bukan nama salah satu bank tempat saya menabung.

"Tapi saya bukan nasabah" kata saya lagi.

"Data nya berasal dari data kredit Visa dan Mastercard" Dia kembali menjelaskan.

"Maaf, saya tidak punya kartu kredit" kata saya.

"Baik, bu. Kami cuma verifikasi. Terimakasih." Kemudian telepon ditutup.


Dari percakapan singkat tersebut, CS tersebut bahkan tidak sempat menjelaskan maksudnya menelpon saya. Tapi saya juga tidak mendapatkan penjelasan sebenarnya, dari mana nomor telepon saya diperoleh.

Berdasarkan pengalaman yang telah lalu, panggilan telepon sejenis biasanya berisi penawaran produk atau telemarketing sejenis asuransi maupun kartu kredit. Walaupun saya tidak tertarik, tapi masih harus memberikan alasan untuk menolak. Apalagi, alasan sudah punya BPJS, bisa ditampik dengan kata-kata sebagai penunjang.

Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk mendengarkan penjelasan promo. Kan kasihan juga kalo dia ngomong capek-capek terus dikasarin.

Saya pernah membaca artikel atau menonton video yang menganjurkan untuk bertanya balik perihal asal nomor HP kita. Cara tersebut sangat efektif untuk mengakhiri pembicaraan. Maka saya pun mencoba mempraktekkannya.

Benar saja, pembicaraan telpon kali ini berakhir dengan cepat. Penelpon bahkan belum sempat mengutarakan maksudnya. Apa mungkin karena merasa tak bisa menjawab pertanyaan terkait asal nomor HP.

Jujur, saat menunggu jawabannya, saya sempat menduga-duga. Apa jangan-jangan ada yang menjual data. Tapi ujung-ujungnya dari data kartu kredit yang jelas-jelas saya tidak punya.

Sebenarnya memang banyak cara untuk mendapatkan nomor HP saya. Toh memang pernah saya sebarkan di blog, atau pun digunakan untuk pengisian data saat registrasi online maupun offline.

Namun etikanya, tentu saja orang yang menelpon saya harus bisa memberikan jawaban yang masuk akal, dari mana ia mendapat nomor telpon saya. Apalagi jika yang menelpon mengaku dari sebuah perusahaan atau organisasi.

Apakah Anda juga pernah mendapat telepon serupa?

Kesan Pertama Membaca Cerpen di Blog Sarilah

Dalam perkara hiburan, saya suka main game, menonton, dan membaca. Terakhir, saya suka blogging. Dalam urusan membaca, saya suka membaca novel, manga, dan webtoon. Saat ini jarang sekali saya membaca cerpen.

Dibandingkan dengan membaca novel, tentu membaca cerpen membutuhkan waktu yang lebih sedikit. Tapi entah mengapa, saya belum tertarik untuk mulai membaca cerpen. Mungkin karena saya lebih suka dengan plot yang lebih menarik yang bisa saya temui saat membaca novel yang panjang.


Sampai akhirnya saya membaca artikel di Maniak Menulis yang berjudul "Linky : Blog Cerpen Untuk Hiburan". Saya pun mencoba mengunjungi beberapa situs yang direkomendasikan. Situs pertama yang saya kunjungi adalah Blog Sarilah. Mungkin karena yang punya blog menulis komentar di artikel tersebut.


Saat saya kunjungi, artikel terbaru saat itu sebuah cerpen dengan tag horror. Tanpa perlu menengoknya, artikel tersebut langsung saya skip. Maaf, saya tak mau berhubungan dengan sesuatu yang horror meski sekedar hiburan.

Cerpen pertama yang saya baca berjudul "Keuntungan Punya Isteri Bersuara Nyaring". Saya pun membaca sebagaimana saya membaca biasanya. Tidak terlalu antusias, namun mencoba menikmatinya. Sampai saya sampai pada paragraf berikut :

Hal ini mungkin mirip juga dengan ibu kost tempat ia ngontrak. Induk semang nya beberapa kali kadang suka ngomel kalo ada berita tentang penyanyi yang dijuluki raja dangdut itu tapi anehnya ia kadang suka memutar lagu-lagunya. Pernah suatu kali Agus iseng bertanya mengapa sebal padanya, apakah karena politik. Oh ternyata bukan. Ia suka kawin cerai, begitu alasannya.

Cara penulis menyampaikan sesuatu yang bernilai ironi bagi saya cukup menghibur. Setidaknya saya memutuskan bahwa saya suka gaya bahasa penulis ini.

Selanjutnya, saya membaca cerpen berjudul "Menawar Nazar yang Dibuatnya Sendiri." Tentu saja isi ceritanya tentang seseorang yang bernazar namun kemudian diakhir mengakali nazarnya sendiri. Salah satu komentar bertanya, apakah akhirnya tokoh utama mendapat azab. Tentu saja bagian ini tidak diceritakan dalam cerpen tersebut.

Yang membuatnya menarik bagi saya, adalah ketika cerita ini berakhir dengan perbuatan si Udin sang tokoh utama yang mengakali nazarnya. Tak ada cerita azab seperti di FTV. Meski begitu, sesungguhnya cerpen ini telah menyampaikan nilai yang memang ingin disampaikannya.

Dalam segi gaya bahasa dan penyampaian cerita kedua cerpen tersebut telah menarik perhatian saya. Jujur saja, saya punya ekspektasi tinggi untuk cerita fiksi berbahasa Indonesia. Novel bacaan saya biasanya karya Tere Liye. Pernah suatu ketika beli novel yang katanya banyak dibaca di Whatspad. Namun ternyata bahasa dan temanya tidak sesuai selera saya. Akhirnya novel tersebut tak habis saya baca.

Selama ini saya biasa baca novel terjemahan online di internet. Novel terjemahan yang biasa saya baca berbahasa Inggris. Saya tak punya ekspektasi terhadap bahasanya. Jika ceritanya tidak menarik, saya bisa berhenti dan pindah ke novel lain.

Baru kali ini saya kembali membaca cerpen dan menemukan penulis yang bahasanya enak bagi saya. Inilah kesan pertama yang saya rasakan saat membaca cerpen di Blog Sarilah. Sepertinya, sekarang saya punya rujukan situs baru untuk dibaca selain novel dan manga.