Cara Mengirim Foto di WhatsApp Tanpa Mengurangi Kualitas/Ukuran Gambar

Foto yang dikirim melalui WhatsApp (WA) biasanya akan otomatis terkompres. Dalam beberapa keadaan, hal ini sangat membantu sekali. Foto dalam jumlah banyak, bisa dikirim menjadi lebih cepat. Selain itu cara ini juga bisa menjadi pilihan praktis saat ingin mengompres foto.

Kekurangan foto yang dikirm lewat WA adalah ukuran dan kualitas foto juga akan menurun karena dikompres tadi. Kebanyakn foto memang masih terlihat bagus saat dilihat di layar HP. Namun jika foto akan dicetak di kertas foto dalam ukuran besar, akan nampak sekali kualitasnya tidak bagus.

Hari ini, adik saya ingin mengirim foto/gambar berupa tulisan kepada salah satu pelanggannya lewat WA. Sayangnya gambar yang ia kirim berubah menjadi buram ketika dikirim lewat WA. Padahal gambar itu harus dikirim sesuai format aslinya agar tulisan yang ada di gambar tersebut bisa dibaca.

Saya ingat pernah membaca artikel tentang cara mengirim foto di WA agar tidak terkompres. Berhubung sudah lupa, saya pun browsing di internet. Rupanya sudah banyak yang menulis caranya. Kali ini saya hanya menuliskannya kembali.

Cara Mengirim Foto di WhatsApp Tanpa Mengurangi Ukuran/Kualitas

Buka Chat WA
Klik Lambang Lampiran
Pilih Dokumen
Klik Lihat dokumen lain
Klik menu di pojok kanan atas
Klik Gambar
Pilih Gambar yang ingin dikirim
Klik Kirim

Foto akan terkirim kepada penerima sesuai dengan ukuran dan kualitas aslinya. Untuk melihat gambar tersebut, tentu saja penerima harus mendownloadnya terlebih dahulu.

Demikianlah cara mengirim foto tanpa mengurangi ukuran dan kualitasnya lewat WA. Trik ini sangat berguna pada keadaan-keadaan tertentu. Semoga bermanfaat.

Diskon 50% Tiket Bioskop di Traveloka, Saat Gajian Saatnya Nonton

Pekan lalu saya sudah menonton Maleficent di bioskop tanpa menggunakan promo atau diskon. Pekan ini saya mau menonton lagi ke bioskop. Kali ini ingin menonton Terminator. Untuk mengurangi biaya pengeluaran, saatnya berburu diskon.

Saya sedang beruntung karena kali ini ada diskon tiket bioskop dari Traveloka sebesar 50% dengan nilai maksimal Rp30.000,- Lumayan untuk berhemat. Promo kali ini berlaku sejak tanggal 25 Oktober sampai 5 November. Rupanya diskon ini diberikan berbarengan dengan waktu gajian.

Adapun syarat dan ketentuan lengkapnya sebagai berikut:

  • - Kupon diskon 50% (potongan s.d Rp30.000) dengan transaksi minimum Rp40.000 dalam satu No Pesanan.
  • - Berlaku untuk pemesanan minimum 2 (dua) tiket.
  • - Hanya berlaku untuk pemesanan melalui Traveloka App versi minimum 3.14.0 (Android/iOS) dan situs Traveloka versi mobile.
  • - Berlaku untuk semua film di semua bioskop CGV CINEMAS, Flix, dan Cinemaxx di Indonesia.
  • - Berlaku untuk semua metode pembayaran.
  • - Berlaku untuk satu kali pemesanan selama periode promo.
  • - Periode promo: 25 Okt - 5 Nov 2019.
  • - Kupon diskon ini tidak dapat digabung dengan kupon diskon lainnya.
  • - Perhitungan refund dilakukan berdasarkan nominal yang telah dibayar setelah dipotong diskon, bukan harga awal.
  • - Traveloka berhak penuh untuk mengubah syarat dan ketentuan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Adapun kupon tiket bioskopnya adalah GAJIANNONTON

Untuk menggunakan promo ini lakukan pembelian tiket bioskop seperti biasa. Saat akan melakukan pembayaran, masukkan kode promo di atas. Harga tiket pun akan dipotong sesuai ketentuan. Kemudian lakukan pembayaran sesuai petunjuk pembayaran.

Seperti biasa, saya memang berencana untuk nonton berdua. Jadi tentu minimun pembelian tiket terpenuhi. Promo ini memang terbatas waktunya. Tapi waktunya pas sekali dengan rencana kami menonton pekan ini.

Promo ini bebas digunakan untuk menonton film apa saja. Sesuai rencana, saya menggunakan untuk menonton Terminator : Dark Fate.

Sebelumnya, saya juga sudah pernah memanfaatkan diskon tiket bioskop di Traveloka. Sudah beberapa kali saya menggunakannya.

Baca Juga Kelebihan dan Kekurangan Beli Tiket Bioskop Online

Sebenarnya Traveloka tidak hanya memberikan diskon tiket bioskop, tapi juga berbagai promo atraksi, tur dan lainnya. Hanya saja, yang paling sering saya gunakan adalah diskon tiket bioskop. Happy watching.

Perdana Beli Ebook di Play Store, Dapat Bonus Kredit Rp 40.000

Saat membeli ebook SELENA di Play Store, saya tidak berharap banyak selain bisa segera membaca novel serial BUMI tersebut. Pun saya sempat sedikit kecewa karena pembayaran dengan pulsa Telkomsel ternyata dibebani dengan biaya tambahan.

Meskipun begitu saya sempat memperoleh notifikasi yang menyatakan bahwa saya mendapat bonus kredit sebesar Rp 40.000 untuk pembelian ebook. Pemberitahuan tersebut saya dapatkan setelah saya berhasil melakukan pembelian ebook pertama.

Jujur saja, saya tidak terlalu percaya dengan bonus kredit yang diberikan oleh Google. Karena biasanya kredit tersebut hanya bisa digunakan jika saya melakukan pembelian dengan minimal nominal tertentu. Saya terbiasa dapat email dari Google Ads yang menyatakan saya dapat credit $150 jika saya menghabiskan $150. Tentu saja email tersebut tidak saya pedulikan.

Maka saat membaca bahwa saya dapat kredit sebesar Rp 40.000, saya tidak antusias sama sekali. Saya malah sempat berpikir bahwa kredit di sini artinya hutang. Saya tidak berniat untuk berhutang meski ada yang menawarkan.

Ketika saya iseng-iseng ingin menulis artikel pembayaran dengan Go Pay di Play Store, saya pun mencari-cari buku Tere Liye yang lain. Ebook The Gogons harganya Rp 45.000,- terpampang di hadapan saya. Begitu saya mengklik Beli, muncul tulisan yang menyatakan adanya potongan harga Rp 40.000. Saya hanya perlu bayar Rp 5.000. Ini serius?

Perdana Beli Ebook di Play Store, Dapat Bonus Kredit Rp 40.000

Rupanya pesan yang menyatakan bahwa saya mendapat kredit sebesar Rp 40.000 benar-benar bisa digunakan. Adapun pesan lengkapnya berbunyi:

Kredit Rp 40.000 untuk harga ebook lebih dari Rp 40.000. Berakhir 29/10/19.

Berhubung harga ebook The Gogons lebih Rp 45.000 yang maka bonus kredit ini bisa digunakan. Selain itu jika saya tidak menggunakannya sampai akhir Oktober, maka bonus ini akan hilang.

Saya pun tidak perlu berpikir panjang untuk akhirnya memutuskan menggunakan kredit tersebut dan membeli ebook The Gogons karya Tere Liye. Adapun untuk pembayarannya saya menggunakan Go Pay yang sudah saya tambahkan.

Baca Juga

Bagi yang dapat bonus serupa dan suka belanja ebook di Play store, jangan biarkan bonusnya terbuang percuma. Lumayan lah jadi bisa beli ebook murah. Semoga bermanfaat.

Pengalaman Belanja Di Play Store Dengan Go Pay

Awalnya saya sekedar ingin menulis artikel seputar metode pembayaran di Play Store. Saya sudah berhasil menambahkan menu pembayaran berupa pulsa dan juga Go Pay. Pun saya juga sudah membeli sebuah ebook yang dibayar dengan pulsa Telkomsel. Tapi saya suka saja mengotak-atik Play Store.

Setelah belanja dengan menggunakan pulsa, saya jadi penasaran, bagaimana jika belanja dengan Go Pay. Saya pun mencari salah satu novel Tere Liye yang sudah tidak dicetak lagi dan hanya tersedia versi ebooknya di Play Store, yaitu The Gogons 1. Saat ini ebook ini dijual seharga Rp 45.000. Sebagai percobaan, saya pun mengklik beli.

Tidak disangka, terdapat tulisan yang menyatakan bahwa saya memiliki bonus kredit sebesar Rp 40.000. Dengan kata lain saya hanya perlu membayar sisanya sebesar Rp 5.000. Tawaran yang sangat menggiurkan. Dari yang awalnya iseng membuka saja, saya malah langsung ingin membeli.

Berhubung novel SELENA sudah dibeli dengan pulsa Telkomsel, kali ini The Gogons dibayar menggunakan Go Pay. Lagi pula saya sudah menambahakan akun Go Pay sebelumnya di Play Store. Supaya transaksi lancar, saya mengisi saldo Go Pay lebih dulu menggunakan BNI Mobile Banking

Baca Juga

Cara Belanja di Play Store Dengan Go Pay

Pilih aplikasi atau ebook yang ingin dibeli (misalnya The Gogons 1)
Klik Beli
Klik G-Pay untuk memilih metode Pembayaran
Pilih Go Pay
Klik Beli

Pengalaman Belanja Di Play Store Dengan Go Pay

Masukkan Password Email
Klik Verifikasi

Pembelian berhasil dan ebook langsung masuk di Google Book. Ebook The Gogons yang berisi lebih dari 300 halaman pun sudah bisa dibaca kapan saja.


Sebagai notifikasi transaksi telah berhasil, ada email masuk dari Google Play yang berisi rincian pembelian berupa harga ebook dan rincian buku.

Saya pun membuka akun Go Jek untuk memastikan berapa saldo Go Pay saya yang terpakai. Ternyata pas Rp 5.000, tidak ada tambahan apapun.

Berdasarkan dua pengalaman sebelumnya, saya bisa menyimpulkan bahwa pembayaran menggunakan Go Pay jauh lebih hemat dibandingkan dengan pulsa. Pembayaran dengan pulsa Telkomsel ditambahkan biaya sebesar 12%. Sedangkan dengan Go Pay tidak ada biaya tambahan sama sekali.


Inilah pengalaman pertama saya menggunakan Go Pay untuk beli ebook di Play Store. Semoga bermanfaat.

Tampilan Baru Blogger, Lebih Mobile Friendly

Hari ini saya kembali membuka beranda blogger lewat HP. Biasanya, untuk membaca dan membalas komentar saya lakukan lewat HP saja, karena saya malas menyalakan laptop.

Ada kalanya, saya posting artikel juga lewat HP. Memang tampilannya kurang nyaman sih, tapi berhubung saya sedang ingin menulis, maka tetap saya lakukan.

Kali ini, saya melihat sesuatu yang baru di pojok kiri bawah. Ada tulisan yang mengajak untuk melihat tampilan baru blogger. Saya pun langsung mengkliknya.

Tulisan yang lebih jelas pun terpampang. Blogger akan membuat tampilan baru yang lebih sesuai untuk perangkat seluler.


Tanpa ragu, saya pun mengklik Lanjutkan.

Seketika, tampilan beranda blogger saya berubah. Jika biasanya saya disuguhi dengan tampilan dekstop pada layar HP yang kecil, maka kali ini tampilannya menjadi lebih mobile friendly.

Saya pun mengklik berbagai menu di bilah kiri. Rupanya saat ini hanya statistik, komentar, dan tema yang berubah tampilannya.

Saat saya mengklik menu postingan untuk mengetik, tampilannya kembali seperti tampilan dekstop.

Seperti yang tertulis pada pemberitahuan, tampilan baru ini memang masih dalam tahap pengembangan. Beberapa bulan ke depan baru akan diluncurkan secara resmi.

Sebagai blogger yang kadang posting artikel lewat layar HP, saya cukup menantikan tampilan blogger yang mobile friendly. Karena jujur saja, mengklik menu yang kecil perlu kehati-hatian.

Lalu bagaimana dengan aplikasi blogger yang ada di Playstore?

Saya pernah menginstal aplikasi ini dan menggunakannya. Tapi menurut saya pribadi, aplikasi ini sangat terbatas. Saya bahkan tidak bisa memilih posisi gambar dalam artikel.

Oleh karenanya saya lebih suka membuka blogger di google chrome daripada aplikasi blogger itu sendiri. Tampilan dekstop di layar HP memang tidak mudah, tapi setidaknya lebih leluasa daripada aplikasi blogger.

Setelah sering sekali mengumumkan tentang pentingan tampilan mobile friendly, memang sudah sepatutnya Google membuat tampilan mobile untuk blogger.com. Saat ini, para blogger bukan hanya orang yang duduk di depan komputer atau laptop. Banyak juga yang menghasilkan tulisan lewat layar HP.

Saking antusiasnya dengan hal ini, saya pun menulis artikel ini lewat layar HP. Semoga tampilan baru blogger memenuhi harapan para blogger mobile.

Langsung Aktif, Mengatasi BBR00Q2 User ID BRI Terblokir

Siang itu saya ingin memeriksa saldo di rekening BRI. Biasanya saya cukup mengeceknya lewat internet banking BRI melalui aplikasi BRI mobile. Setelah memasukkan User Id dan password, saya malah mendapat pemberitahuan bahwa User Id saya telah diblokir.

BBR00Q2 - User ID Terblokir. Silakan hubungi Call Center BRI di 14017, 62-21-500017 atau 62-21-57987400 dengan menyebutkan kode kesalahan yang tertulis.

Beberapa jam kemudian saya mencoba untuk login kembali. Siapa tahu sebelumnya hanya error. Tapi saya tetap memperoleh jawaban yang sama.

Saya mencoba mencari dan membaca artikel di internet terkait ara mengatasi BRI internet banking yang terblokir. Tidak lupa saya masukkan kode kesalahan yang tertulis.

Dari beberapa artikel yang saya baca, semua menyebutkan bahwa saya harus menelpon ke call center atau langsung pergi ke bank. Rupanya belum ada cara yang lebih singkat.

Pada malam hari, saya pun menghubungi nomor call BRI di atas. Sebelum menelpon, tidak lupa saya siapkan buku tabungan dan kartu ATM. Dari ketiga nomor tersebut, hanya nomor terakhir yang bisa saya hubungi.

Setelah memasukkan beberapa kode saya pun akhirnya terhubung dengan customer servise. Saya pun mengadukan perihal bri internet banking saya yang terblokir.

Ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh CS kepada saya

- Bagaimana kronologis BRI internet banking hingga terblokir?
- Apa aplikasi yang saya gunakan untuk login (browser, aplikasi, laptop)?
- Kapan terakhir kali berhasil login?
- Apa kode kesalahan yang tertulis?
- Apakah saya masih ingat User ID milik saya?

Saya menjawab semua pertanyaan tersebut apa adanya. Menurut CS kode kesalahan BBR00Q2 biasanya blokir oleh sistem karena salah memasukkan user ID atau passsword lebih dari 3 kali. Berhubung saya masih ingat User Id milik saya, maka cara mengatasinya mudah saja.

Untuk membuka blokir BRI Internet banking bisa dilakukan melalui browser (chrome, firefox, dll) di laptop atau HP. CS menjelaskan langkah-langkahnya, dan saya pun mendengarkan dengan seksama. Setelah mengerti, saya pun menutup telpon untuk mempraktekkan apa yang telah diterangkan oleh CS.

Kami berbicara kurang dari 5 menit, namun masalah saya sudah setengahnya teratasi hanya dengan berbicara dengan CS. Apa yang diterangkan oleh CS jauh lebih mudah dari berbagai artikel yang telah saya baca.

Untuk mengatasi BRI Internet banking yang terblokir lewat situs ibank BRI, ada beberapa hal yang harus disiapkan:

- Masih ingat User Id
- Kartu ATM
- Email yang terdaftar di BRI internet banking
- Nomor HP yang terdaftar di BRI internet banking
- Jaringan internet

Cara Mengatasi User ID BRI Internet Banking Terblokir


Buka browser lewat HP atau laptop (ilustrasi gambar dari layar HP)
Kunjungi laman bri internet banking berikut:
Klik Lupa Password Anda
Baca syarat dan ketentuan, Klik Kirim


Buka email dari BRI internet banking
Klik tautan yang diberikan
Masukkan nomor Kartu ATM, User ID, Alamat Email, dan Kode validasi
Klik Kirim


Tulis Password Baru
Konfirmasi Password Baru
Masukkan kode mTOKEN yang dikirim lewat SMS
Klik Kirim
Perubahan password internet banking berhasil.


Kriteria Password:

- Password terdiri dari 8 s/d 12 digit, minimal mengandung 1 huruf kapital, 1 huruf kecel, dan satu angka serta case sensitive (Contoh : Bandung1)
- Password baru tidak boleh dama dengan salah satu dari 3 password terakhir yang pernah digunakan
- Password tidak boleh sama dengan User ID
- Password tidak boleh mengandung spasi

Setelah perubahan password berhasil, akun BRI internet banking saya pun sudah tidak terblokir lagi. Saya bisa langsung bertransaksi seperti biasa. Tidak perlu harus ke mesin ATM atau pun ke bank.

Demikianlah pengalaman mengatasi BRI internet banking terblokir yang bisa dilakukan kurang dari satu jam. Semoga bermanfaat.

Cara Menambahkan Go Pay Pada Pembayaran di Play Store

Saat akan membeli novel SELENA di Play Store, ada beberapa metode pembayaran selain kartu kredit atau kartu kredit. Saat itu, baru kartu debit saya yang terdaftar. Itu pun nomor kartu dari BNI Debit Online. Berhubung sudah ada beberapa pilihan selain kartu debit, saya pun mencoba menambahkan metode pembayaran lainnya.

Cara Menambahkan Go Pay di Play Store

Untuk mengakses menu pembayaran, sebelumnya saya harus memilih dulu aplikasi atau ebook yang ingin dibeli (contohnya SELENA).
Klik Beli
Klik G-Pay untuk mengganti/menambahkan metode pembayaran


Klik Tambahkan GoPay
Masukkan nomor HP GoPay
Tunggu SMS berisi nomor OTP
Masukkan nomor OTP
Klik Lanjutkan

Cara Menambahkan Go Pay Pada Pembayaran di Play Store

Nomor Go Pay berhasil ditambahkan.

Selanjutnya, Anda bisa memilih Go Pay sebagai metode pembayaran di Play Store. Jika ingin menggunakan metode pembayaran lain, silakan dipilih dan klik menu yang tersedia.


Saya pribadi awalnya hanya menambahkan nomor Go Pay sebagai salah satu metode pembayaran saja. Transaksi pertama saya menggunakan pulsa Telkomsel. Tapi transaksi berikutnya, saya mencoba menggunakan Go Pay. Ternyata kedua transaksi ini sama mudahnya.

Baca Juga

Demikianlah cara menambahkan Go Pay sebagai metode pembayaran di Play Store, sangat mudah dan cepat. Apakah Anda pernah belanja di Play Store? Pakai apa bayarnya?

Wajib Setiap Bulan, Pengalaman Otentikasi Taspen di Smartphone

Taspen mulai mewajibkan otentikasi bagi pensiunan. Bagaimana para pensiunan yang berusia lebih dari 50 tahun, termasuk mama saya menanggapinya?

Sudah lebih dari tiga tahun, mama selalu mengambil uang pensiunan ke Bank BRI setiap bulannya. Mama memang bukan PNS, tapi abahlah yang PNS. Setelah abah meninggal, mama mulai menerima uang pensiunan sebagai janda PNS.

Selama ini, mama sudah terbiasa pergi sendiri untuk mengambil uang pensiun di Bank BRI Martapura. Biasanya beliau naik angkot yang langsung berhenti di depan bank. Meski sudah berumur lebih dari 50 tahun, beliau masih diberi kesehatan untuk melakukannya.

Petugas Bank BRI Martapura juga cukup ramah. Biasanya mama selalu diberitahu jika ada info terbaru mengenai Taspen. Mama pun akan menceritakannya kepada saya untuk mencari informasi lebih lanjut.

Malam tadi, mama bercerita bahwa ada info dari petugas Bank. Untuk mengambil uang Taspen, kini pensiunan diharuskan melakukan otentikasi. Begitu dicek, mama belum melakukannya.

Padahal menurut mama, sebelumnya beliau sudah melakukan perekaman suara. Saat ditanya apakah sudah melakukan perekaman sidik jari dan wajah, mama mengaku tidak ingat.

Menurut petugas Bank, bulan ini tidak mengapa mama belum melakukan otentikasi. Uang taspen masih bisa diambil. Tapi jika tidak segera diurus, suatu saat uang taspen tidak bisa diambil lagi.

Mama pun bertanya bagaimana mengurusnya. Kata petugas Bank, harus ke kantor Taspen yang berada di Banjarmasin. Oleh karenanya, mama minta diantar ke kantor Taspen hari Senin atau Selasa depan.

Selain informasi dari petugas bank, mama juga mendapat info dari salah seorang teman yang juga seorang pensiunan. Katanya harus melakukan otentikasi lewat HP. Harus geleng-geleng kepala dan sebagainya. Beliau selama ini dibantu oleh anaknya. Menurutnya, adik saya juga pasti bisa membantu mama. Namun saat mama bertanya ke adik, katanya ia juga tidak mengerti.

Berdasarkan cerita mama tersebut, saya pun browsing di internet untuk mencari informasi lebih lanjut tentang berita ini. Saya juga membaca review di Play Store tentang aplikasi Otentikasi Taspen.

Sekali lagi saya memastikan apakah mama sudah melakukan perekaman atau belum. Karena jika mama sudah rekam suara, semestinya beliau juga sudah rekam sidik jari dan wajah. Tidak mungkin kan, petugas melakukan perekaman tanggung begitu.

Berdasarkan informasi yang saya baca, digabungkan cerita mama, kemungkinan mama hanya belum melakukan otentikasi lewat smartphone. Jika benar demikian, artinya kami tidak perlu ke kantor Taspen Banjarmasin.

Karena jujur saja, naik motor ke Banjarmasin sambil membonceng mama bukanlah perkara yang mudah bagi saya. Belum lagi saya harus izin tidak mengajar dan meninggalkan tugas untuk kelas yang ditinggalkan.

Saya pun memutuskan untuk mendownload dan menginstal aplikasi Otentikasi Taspen. Jika proses otentikasi di smartphone berhasil, artinya mama memang sudah melakukan perekaman dan tidak perlu lagi pergi ke Banjarmasin.

Pengalaman Pertama Otentikasi Taspen di Smartphone

Saat pertama kali membuka aplikasi Otentikasi Taspen, ada petunjuk penggunaan yang ditampilkan. Saya pun membacanya kemudian mengklik OK.


Pertama, masukkan NOTAS, yaitu nomor yang tertera di kartu KARIP pensiunan.
Klik Otentikasi.

Muncul layar yang mengharuskan pensiunan untuk melihat ke layar HP dan mengikuti instruksi.

Berhubung mama tidak mengerti mengenai smartphone, maka saya yang memegangnya dan mengarahkannya ke wajah mama. Notifikasi yang saya terima adalah gambar terlalu gelap.

Saat itu memang malam hari. Meskipun sudah menggunakan lampu LED, pencahayaan masih dirasa kurang. Apalagi kamera de[an HP saya memang kualitasnya kurang baik. Maklum saja, saya tidak suka selfie.

Untung ada ide untuk menyoroti wajah mama dengan lampu senter dari HP satunya. Selain itu, saya teringat sesuatu yang sangat penting.

Ketika proses perekaman beberapa bulan yang lalu, mama datang dengan menggunakan jilbab. Maka saya pun meminta mama mengenakan jilbab di rumah untuk proses otentikasi.

Berkat cahaya lampu dan senter, akhirnya gambar video bisa diambil. Mama menncoba mengikuti instruksi untuk mengangguk, berkedip dan menggeleng. Sayangnya, percobaan pertama hasilnya gagal.

Saya tidak menyerah dan mengulangi prosesnya sekali lagi. Memasukkan NOTAS, klik otentikasi, kemudian mengarahkan layar ke wajah mama. Mama mengikuti instruksi sebaik mungkin kali ini.

Alhamdulillah, akhirnya ada notifikasi Berhasil disertai ucapan terima kasih karena telah melakukan proses otentikasi bulan ini. Bulan depan mama harus melakukan otentikasi lagi sebelum mengambil uang di bank.

Setelah otentikasi berhasil, kami pun akhirnya lega. Artinya saya tidak perlu mengantar mama ke kantor Taspen Banjarmasin. Mama juga tidak perlu cemas lagi memikirkan proses tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi saya untuk proses otentikasi Taspen melalui smartphone ini:

  • Sebaiknya otentikasi dilakukan di siang hari. Saat malam hari, pencahayaan kurang akibatnya jadi ribet.
  • Bagi yang biasa pake jilbab, maka kenakanlah saat otentikasi. Hal ini untuk memudahkan penyesuaian dengan foto saat pengambilan data. 
  • Jaringan internet harus stabil. 

Demikianlah pengalaman pertama otentikasi Taspen lewat smartphone. Saya pribadi belum tahu secara pasti kapan peraturan ini mulai wajib berlaku. Yang jelas, bulan berikutnya harus diulangi lagi. Kami hanya bisa mengikuti prosedur yang ada.