Posisi Lowongan Kerja Bank yang Mungkin Cocok Bagi Anda

Sumber: tagar.id

Baru saja lulus dari universitas dan ingin segera bekerja? Lowongan kerja bank bisa menjadi langkah karir Anda selanjutnya. Ada beberapa posisi kerja di bank yang membutuhkan karyawan fresh graduate atau baru lulus. Sangat cocok bagi Anda yang belum memiliki pengalaman kerja.

Kerja di bank bisa menjadi jalan untuk mengembangkan kemampuan dan karir bagi Anda yang baru saja lulus dari perguruan tinggi. Selain untuk pengembangan karir, dengan mendaftarkan diri pada lowongan kerja bank akan membuat taraf ekonomi menjadi lebih baik. 


Posisi Lowongan Kerja Bank 

Beberapa lowongan kerja di bank tersedia bagi fresh graduate maupun yang sudah lama lulus. Anda bisa memilih sesuai minat dan kemampuan. Kami akan memberikan ulasan beberapa posisi lowongan kerja bank. Dengan mengetahui jenis deskripsi pekerjaannya, Anda bisa menentukan posisi yang akan dilamar.

1. Sekretaris

Seorang sekretaris harus mampu mengatur segala hal menjadi lebih rinci dan rapi. Dengan kemampuannya tersebut, maka waktu menjadi lebih efektif dan efisien. Mengingat waktu adalah barang yang sangat berharga di zaman yang serba mengandalkan teknologi cepat.

Untuk mengisi lowongan kerja bank sebagai sekretaris, tidak hanya dilihat kemampuannya saja, tetapi juga penampilan fisik dan cara berkomunikasi. Kriteria tersebut akan mempengaruhi tingkat kepuasan dari nasabah pada kualitas pelayanannya.

2. Staf Perekrutan

Sebuah perusahaan termasuk perbankan selalu meningkatkan inovasi demi kualitas pelayanan yang memuaskan. Demi merealisasikan tujuan tersebut, maka harus mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas. Di dalam prosesnya, lowongan kerja bank membutuhkan staf perekrutan. 

Staf perekrutan mempunyai wewenang untuk merekrut dan mencari SDM yang berkualitas. Staf perekrutan akan sangat mempengaruhi kesuksesan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, staf perekrutan harus diisi oleh orang-orang yang profesional dan handal. Jika Anda adalah orang yang tepat untuk mengisi lowongan kerja bank sebagai staff perekrutan, segera kirim lamaran.

3. Staff IT

Hampir semua perusahaan di Indonesia dan dunia saat ini sudah menggunakan sistem IT canggih. Bank yang ingin reputasinya baik di masyarakat harus selalu berinovasi, terutama pada sistem IT-nya. Lowongan kerja bank Indonesia selalu mencari posisi untuk ditempatkan pada bagian IT. Pekerjaan untuk lowongan kerja di bank khusus untuk IT meliputi Data Analyst, IT Service Management, Mainframe, Data Warehouse and Data Mining, Project Management, dan sebagainya.

4. Data Center Specialist

Lowongan kerja bank Indonesia yang bisa menjadi pilihan bagi anda yaitu Data Center Specialist. Tanggung jawabnya yaitu mengelola Disaster Recovery Center dan mengelola jalannya data center.  Pengelolaan tersebut termasuk memelihara, memeriksa, dan mengembangkan fasilitas dari data center.

Setelah membaca ulasan mengenai posisi yang ada di lowongan kerja bank, Anda mau pilih posisi apa? Jawabannya ada pada diri Anda sendiri. Tapi, sebaiknya pilihlah yang Anda mempunyai minat serta kemampuan di dalam setiap posisinya.


Perlukah Update Aplikasi di Android?

Di antara beberapa keluhan yang saya temukan di Play Store adalah aplikasi error setelah diupdate. Padahal pengembang menyarankan pengguna untuk selalu menggunakan versi yang paling update. Jadi perlukan pengguna mengupdate aplikasi di android dengan versi terbaru?

Sewaktu HP android saya masih baru dan memory nya masih banyak, saya selalu rajin melakukan update aplikasi dengan versi terbaru. Sekarang karena memory HP sudah terbatas, saya jarang sekali melakukan update aplikasi.


Menurut saya pribadi, update aplikasi bukanlah kewajiban, namun suatu pilihan. Ada beberapa alasan pengguna tetap menggunakan versi lama, namun dalam beberapa keadaan tertentu pengguna memilih untuk mengupdate dengan versi terbaru.

Beberapa Alasan Untuk Tidak Update Aplikasi di Android

1. Memory HP terbatas

Ini adalah alasan utama saya malas mengupdate berbagai aplikasi yang saat ini terinstal di HP saya. Pada saat kita melakukan update aplikasi, biasanya versi terbaru ukurannya lebih besar daripada versi lama. Hal ini akan membuat memory HP semakin banyak terpakai. Maka saya memilih untuk tidak mengupdate aplikasi.

2. Versi Lama Masih Bagus

Update biasanya dilakukan untuk menambahkan fitur baru atau pun memperbaiki bug pada versi sebelumnya. Saat saya merasa aplikasi lama masih bagus untuk digunakan, saya merasa tidak perlu untuk mengupdate aplikasi. Maka saya cukup bertahan dengan versi lama.

3. Versi Baru Tidak Kompatibel dengan HP Lama

Beberapa aplikasi, ketika melakukan update tentu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Akibatnya malah menjadi tidak kompatibel dengan HP keluaran lama. Oleh karenanya, pengguna HP lama malas melakukan update.

4. Setelah Update Sulit Untuk Downgrade

Aplikasi resmi, biasanya didownload lewat Play Store. Versi yang tersedia di sana tentunya adalah versi terbaru. Ada kalanya setelah melakukan update pengguna merasa tidak puas dan ingin kembali ke versi sebelumnya. Sayangnya, untuk kembali ke versi sebelumnya tidaklah mudah. Mau tidak mau harus mencarinya dari penyedia aplikasi luar.

Beberapa Alasan Untuk Melakukan Update Aplikasi di Android

1. Versi Lama Sudah Tidak Bisa Digunakan

Beberapa update yang dilakukan pengembang mengharuskan pengguna untuk mendownload update ke versi terbaru. Biasanya pernah saya alami pada aplikasi WhatsApp dan BRI moble banking. Karena kedua aplikasi tersebut penting untuk saya gunakan, maka mau tidak mau saya pun harus melakukan apdate ke versi terbaru

2. Ingin Menikmati Fitur Baru

Meskipun versi lama masih bagus, beberapa fitur baru tentu hanya bisa digunakan pada aplikasi versi terbaru. Mau tidak mau, jika ingin menikmati fitur ini saya pun melakukan update pada aplikasi yang saya gunakan. Misalnya pada aplikasi BNI mobile banking beberapa waktu yang lalu.

3. Aplikasi versi lama sudah kurang responsif

Saya memang sudah lama tidak melakukan update aplikasi. Beberapa aplikasi pun jarang digunakan. Termasuk aplikasi Shopee beberapa waktu yang lalu. Alasan utamanya karena aplikasinya sangat lambat. Namun ternyata, setelah saya melakukan update, aplikasi menjadi lebih lancar digunakan. 

Demikianlah berbagai alasan untuk melakukan update atau pun tidak. Pilihan tetap di tangan pengguna. Apakah kamu selalu melakukan update aplikasi di android? Tulis di kolom komentar ya.

Aplikasi Gratis Sama Dengan Iklan

Saat sedang membaca review beberapa aplikasi office di Google Play Store, beberapa di antara review negatif mengeluhkan tentang adanya iklan. Tidak dipungkiri, aplikasi gratis memang cenderung dengan iklan.

Jika berbicara mengenai iklan, iklan pertama yang saya tonton tentulah berasal dari TV. Saat itu TVRI masih berbayar, sedangkan TV lain gratis. Oleh karenanya TVRI bebas iklan, sedangkan stasiun TV lain selalu diselingi iklan. Saat ini semua stasiun TV menampilkan iklan.


Dengan kemajuan teknologi, hiburan dan kebutuhan penunjang pun berpindah ke layar smartphone. Youtube sekarang dibanjiri iklan. Baca blog ada iklannya. Buka aplikasi pun ada iklannya.

Lalu apakah salah?

Menurut saya, iklan adalah konsekuensi dari kata gratis. Atau boleh dikatakan, sebenarnya yang kita nikmati tersebut tidak gratis, kita harus membayar kompensasi berupa melihat atau menonton iklan.

Meskipun kita disuguhi iklan yang tidak kita sukai, sebenarnya kita tetap memiliki pilihan. Tetap menggunakan aplikasi tersebut secara gratis, beralih ke premium atau berpindah ke aplikasi lain. Pilihan tetap di tangan pengguna.

Sebagai pengguna versi gratis saya merasa tidak berhak memprotes keberadaan iklan. Apalagi saya sendiri adalah publisher adsense. Setidaknya saya mencoba menempatkan diri saya pada "sepatu" pengembang.

Tentu saja, memang ada beberapa aplikasi yang iklannya dianggap terlalu eksesif. Jika menemui tipe aplikasi ini saya biasanya memilih aplikasi serupa yang iklannya masih ramah lingkungan.

Selain itu untuk beberapa aplikasi yang digunakan secara offline saya sengaja mematikan penggunaan jaringan internet pada aplikasi tersebut. Bukankah iklan hanya muncul ketika terhubung ke jaringan internet.

Daripada mengeluh terhadap iklan yang berada di luar kendali kita, lebih baik sedikit berkompromi atau berpindah ke lain aplikasi.

Ide Yang Langsung Jadi Artikel

Saya teringat pernah membaca sebuah komentar pada blog lain. Isinya menyatakan harapan penulis komentar agar ide yang muncul di pikirannya bisa langsung jadi artikel tanpa perlu harus menulis. Tentu saja komentar tersebut dengan nada bercanda. Tapi saat membacanya, dalam hati saya juga berharap bisa demikian.

Jika berbicara mengenai ide dalam menulis artikel, sebenarnya tidak sedikit ide yang melintas di pikiran saya. Kadang bahkan isi artikelnya berupa susunan kalimatnya muncul dalam benak saya. Hanya saja, meskipun pikiran saya bekerja panjang menarasikan isi artikelnya, kenyataannya artikel tersebut tetap tak selesai. Karena saya menarasikannya hanya dalam pikiran, tidak langsung menuliskannya.

Salah satu rekan blogger bahkan bisa memanfaatkan waktu berangkat kerja selama di kereta untuk membalas komentar dan bahkan menulis artikel. Sesuatu yang tidak bisa saya turuti. Padahal, waktu setengah jam perjalanan berangkat kerja bagi saya bukanlah waktu yang pendek juga.

Alasan utamanya tentu saja karena saya berangkat kerja naik sepeda motor. Dimana pula saya bisa menulis ketika kedua tangan saya harus mengendalikan stang motor.

Meski begitu, naik motor sebenarnya tidak menghalangi otak saya untuk berpikir. Ada kalanya ketika sedang memikirkan blog, saya bisa merancang ide artikel sampai naskahnya dalam pikiran ketika sedang mengendarai motor ke sekolah. Jika apa yang saya bicarakan di benak saya langsung diketik, tentulah sudah berubah menjadi artikel utuh.

Hanya saja, setelah sampai ke sekolah, tentu saya sibuk dengan kegiatan mengajar. Pun ketika pulang ke rumah saya malah asik dengan kegiatan yang lain. Maka ide yang saya pikirkan selama di jalan pun tak pernah berubah menjadi artikel karena tak pernah ditulis dengan benar.

Oleh karena itu, ketika membaca komentar salah satu rekan blogger di atas, saya pun berharap juga bisa begitu. Tentu saja, yang demikian saat ini hanyalah angan.

Ketika sedang mengendarai motor, alih-alih memperhatikan jalanan yang setiap hari saya lalui, mungkin pikiran saya lebih suka menerawang kemana-mana. Termasuk, kadang merancang isi artikel blog. Adapun apakah ide tersebut akhirnya berubah menjadi artikel atau tidak, kembali kepada jemari saya, apakah mau mengetiknya atau tidak.

WPS Office, Program Gratis Alternatif dari Microsoft Office

Saya baru selesai membaca artikel dari salah satu rekan blogger yang membahas cara mendapatkan microsoft Office 365 gratis. Riskasnya menggunakan akun student dari kampus. Sayangnya saya bukan mahasiswa lagi.

Saat mengunjungi halaman resmi microsoft saya melihat harga yang ditawarkan. Jika uangnya ditambah sedikit lagi, mungkin cukup buat beli tablet untuk baca ebook biar hurufnya tidak kekecilan. Akhirnya, saya nemu artikel di Jalan Tikus berisi beberapa program alternatif pengganti microsoft office. Pilihan teratas jatuh pada WPS Office.

Saya pun langsung mengunjungi halaman resmi WPS office. WPS Office sendiri bukanlah barang baru bagi saya. Nyatanya, selama ini saya menggunakan WPS Office pada HP Vivo yang saya gunakan. Tampilannya mirip dengan Microsoft Office.

Saat ini, WPS Office juga menyediakan aplikasi untuk PC. Ukurannya cuma 153 MB dan gratis. Saya pun langsung mendownload dan menginstalnya. 

Ada empat program utama pada WPS Office, yaitu document (docx), Spreadsheets (xlsx), presentation (ppt), dan PDF. Keempat program tersebut adalah program Office yang paling umum digunakan.

Selain bisa dipakai untuk membuat dokumen baru, program ini juga bisa digunakan untuk membuka dan mengedit dokumen yang sudah ada. Penggunaannya sangat mudah karena tidak jauh berbeda dengan Microsoft Office, meskipun tentu saja ada beberapa perbedaan.

Yang paling saya suka adalah program PDF nya. Karena terdapat menu untuk menconvert dari PDF ke dokumen maupun sebaliknya.

Selain versi gratis juga terdapat versi premium pada WPS Office. Untuk saat ini saya cuma menggunakan versi gratisnya. Bagi yang tidak mau pakai program Microsoft Office bajakan bisa mencoba beralih menggunakan WPS Office. Semoga bermanfaat.

Berapa Biaya Administrasi SMS Notifikasi Bank?

Salah satu SMS yang disukai mungkin adalah SMS notifikasi dari bank yang menyatakan bahwa ada uang masuk. SMS notifikasi adalah salah satu layanan perbankan berupa pesan singkat yang memberitahukan akan adanya suatu transaksi. Transaksi ini bisa berupa uang keluar, maupun uang masuk.


Tidak semua transaksi akan menghasilkan SMS notifikasi. Biasanya hanya transaksi dengan jumlah yang besar, misalnya lebih dari dua ratus ribu rupiah. Adapun transaksi kurang dari nilai tersebut biasanya tidak menerima notifikasi SMS. Angka batas minimal biasanya ditentukan oleh bank atau sesuai permintaan nasabah.

Jika biasanya biaya SMS ditanggung oleh pengirim pesan, maka biaya SMS notifikasi ditanggung oleh penerima pesan atau nasabah. Biayanya bervariasi tergantung provider dari d kartu SIM yang digunakan.

Baru-baru ini, ada perubahan pada biaya SMS notifikasi. Jika sebelumnya biaya diambil dari pulsa penerima, kini biayanya berupa potongan debit dari saldo rekening.

1. Bank Muamalat

Saat sedang mengecek mutasi rekening di mobile banking, saya menemukan dua buah notifikasi yang dengan keterangan biaya administrasi SMS notifikasi.

Biaya SMS notifikasi ini muncul beberapa hari setelah transaksi. Pada mutasi pertama saya telah menerima sebuah SMS notifikasi sehingga biaya adminya sebesar Rp 500. Sedangkan pada mutasi kedua saya telah menerima dua buah SMS notifikasi, sehingga biaya adminnya sebesar Rp 1000.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa biaya administrasi untuk setiap SMS notifikasi sebesar Rp 500.

2. Bank BRI

Sama halnya dengan Bank Muamalat, BRI juga memotong saldo rekening untuk biaya administasi SMS notifikasi. Riwayat mutasinya bisa dilihat lewat aplikasi internet banking di aplikasi BRI mobile. Untuk keterangan lebih lengkap bisa dilihat di internet mobile banking melalui web.

Berapa Biaya Administrasi SMS Notifikasi Bank?

Biaya administasinya setiap SMS notifikasi adalah sebesar Rp 500. Biaya administasi ini muncul di mutasi rekening beberapa hari setelah SMS notifikasi diterima.

3. Bank BNI Syariah

Untuk BNI Syariah yang saya gunakan, sampai saat ini tidak membebankan biaya administrasi SMS notifikasi ke saldo rekening. Dengan begitu biaya SMS notifikasi masih dibebankan pada pulsa nomor HP penerima SMS notifikasi.

Saya menggunakan kartu As Telkomsel. Biaya untuk menerima sebuah SMS notifikasi dari BNI Syariah sebesar Rp 660. Meskipun saya menggunakan BNI Syariah, kemungkinan hal ini juga berlaku untuk BNI biasa.

Potong Saldo atau Pulsa?

SMS notifikasi adalah salah satu layanan perbankan yang tidak gratis. Nasabah dikenakan biaya untuk setiap SMS notifikasi yang diterima. Berhubung saya hanya menerima SMS notifikasi dari ketiga bank yang saya gunakan tersebut, maka hanya ketiga bank tersebut yang bisa tuliskan. Namun secara umum menurut saya kurang lebih saja dengan bank-bank di atas. 

Jika membandingkan antara potong saldo atau pulsa, saya lebih suka potong saldo rekening. Karena biayanya lebih murah meski selisihnya tidak banyak. Selain itu, kekurangan potong pulsa adalah SMS notifikasi tidak bisa masuk jika nomor HP penerima sedang tak ada pulsa. Meski begitu, potong pulsa juga berguna bagi nomor HP dengan saldo berlebih yang jarang digunakan.

Sebagai nasabah pengguna layanan bank, memang sulit terlepas dari berbagai biaya administrasi. Apalagi rekening yang memang sering digunakan untuk berbagai transaksi. Jika ingin bebas potongan ada jenis tabungan yang bisa digunakan seperti tabunganku. Tentu saja layanannya pun juga terbatas. Pilihan ada di tangan nasabah untuk menggunakan yang mana.