Update Alogaritma Google, Apa Yang Saya Lakukan?

Update Alogaritma Google, Apa Yang Saya Lakukan?
Meskipun tidak update blog selama satu bulan, tapi saya masih sempat membaca beberapa artikel atau postingan di grup facebook. Oleh karenanya, kabar tentang update alogaritma Google yang hemapir bersamaan dengan lebaran juga sampai kepada saya.

Lalu apa yang saya lakukan untuk mengahadapi update inti dari alogarima Google tersebut?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut secaara langsung, saya ingin ngemeng soal yang lain dulu.

Sebelum update bulan Juni ini, sebenarnya Google sudah beberapa kali melakukan update alogaritma sebelumnya. Sedikit banyak hal tersebut juga telah mempengaruhi pageview di blog ini yang berakibat penurunan view. Walaupun tentu ada penyebab lain seperti malasnya saya melakukan update artikel maupun cara ngeblog saya yang masih semau gue.

Penurunan veiw blog tentu juga berakibat dengan penurunan penghasilan adsense. Selain itu jujur saya, blog ini adalah blog utama dibandingkan blog lain yang update hanya ketika ada angin baik saja. Oleh karenanya saya tidak banyak berharap dari blog lain.

Berhubung saya paham bahwa penurunan penghasilan adsense diakibatkan oleh penurunan view blog, maka saya tidak terlalu memikirkan tentang posisi iklan, nilai BPK dan sebagainya. Tidak akan berpengaruh besar jika faktor utamanya adalah traffik blog yang anjlok.

Tapi berhubung, saya adalah blogger yang hobi menulis. Hal tersebut tidak akan mematahkan semangat saya untuk ngeblog. Tapi sebaliknya, juga tidak meningkatkan semangat untuk ngeblog juga. Artinya, tidak ada perubahan dengan aktivitas ngeblog, masih saya seperti biasa.

Hal berbeda yang saya lakukan dua bulan lalu adalah membeli template baru dan premium untuk blog ini. Selama ini salah satu alasan saya bertahan dengan template lama adalah takut trafik menurun. Mungkin pernyataan bahwa mengganti template bisa menurunkan trafik berpengaruh terhadap psikologi saya. Nah, berhubung saat itu trafik blog sedang anjlok, sekalian saja ganti template.


Saya tidak berharap banyak dengan template yang saya beli saat itu. Tidak pula saya termakan kata-kata bahwa template bisa meningkatkan view. Jika naik syukur, jika turun memang demikianlah. Yang membuat saya senang adalah tampilannya yang baru, dan saya jadi bisa menulis artikel tentangnya. Adapun kegiatan blogging saya, masih sama seperti biasa.

Awal pertengahan Ramadhan kemarin, saya sempat sakit. Sedikit demam dan sakit kepala. Melihat laptop rasanya eneg banget. Meskipun sakitnya cuma sebentar, tapi sepertinya saya anti banget dengan laptop. Oleh karenanya, saya pun membiarkan blog ini terbengkalai selama sebulan. Komentar-komentar yang masuk pun baru sekarang bisa dibalas. Maafkanlah.

Update alogaritma Google yang terjadi bersamaan dengan masa saya malas mengurus blog. Maka untuk menjawab pertanyaan di atas, apa yang saya lakukan?

Jawabannya adalah Tidak Ada.

Saya tidak melakukan apapun terkait update alogaritma Google ini. Bahkan saya belum mencari tahu seperti apa update yang dilakukan saat ini.

Biar bagaimanapun, Google adalah mesin pencari yang berusaha menampilkan hasil terbaik kepada pengguna. Semua update dan perubahan alogaritma dimaksudkan untuk tujuan tersebut. Selama apa yang saya tulis memang dianggap berguna, tentu akan muncul juga di hasil penelusuran.

Lagi pula, saya kan memang suka menulis. Dari zaman belum kenal adsense juga sudah suka menulis. Google dan Adsense memang bisa menambah motivasi. Tapi tidak bisa menghancurkan kesukaan saya terhadap menulis. Apapun perubahan dan update yang mereka lakukan, saya hanya perlu menulis.

Maaf, Karena Saya Tidak Hobby Kunbal

Saat membaca blog salah satu teman, ada yang mengeluhkan tentang teman blogger yang tidak suka kunbal. Kesannya gimana gitu. Saya pun merasa bahwa saya termasuk salah satunya.

Sebelum membahas lebih jauh, mungkin ada baiknya konfirmasi dulu buat yang belum tahu. Kunbal adalah sinhkatan dari Kunjungan Balik. Maksudnya disini, jika ada yang berkomentar di blog kita, hendaknya berkunjung balik ke blognya dan juga meninggalkan komentar di sana.

Bagi saya pribadi, urusan komentar ini tentu tidaklah sama dengan blogger lain. Jika ada yang berkomentar di blog, biasanya akan saya balas. Walaupun beberapa juga ada yang tidak dibalas, misalnya komentar terima kasih.

Di waktu lain, saya juga tidak membalas komentar, karena sedang tidak aktif ngeblog. Mungkin beberapa minggu kemudian baru saya baca dan balas beberapa di antaranya.

Adapun urusan kunbal, lain lagi ceritanya. Beberapa orang yang menulis di komentar blog ini, tidak memiliki blog atau akun anonim. Ditambah lagi, saya kurang kepo untuk ngeklik profil yang komentar satu per satu. Maka saya pun sangat jarang melakukan kunbal.

Jika dihubungkan antara kunbal dengan bewe atau blogwalking, kasus saya juga saya. Sangat jarang dilakukan, tapi bukan berarti tidak pernah. Ada beberapa blog yang rutin saya kunjungi meski tidak meninggalkan komentar. Kadang kala, saya melakukan gerilya seperti salah satu teman blogger, yaitu mengunjungi profil komentar di artikel teman dan seterusnya.

Berhubung saya jarang kunbal, maka saya pun tidak mengharuskan blog yang saya kunjungi untuk melakukan kunbal. Semua kembali kepada keinginan blogger itu sendiri. Apalagi beberapa saya kunjungi tanpa komentar.

Meski saya tidak hobby kunbal, bukan berarti saya tidak mau akrab dengan blogger yang lain. Tapi inilah saya apa adanya. Jadi bagi yang merasa saya tidak kunjung kunbal, maafkanlah.

Mengapa Membaca Buku Jika Ada Internet?

Mengapa Membaca Buku Jika Ada Internet?
Saya telah membaca sebuah artikel di blog Asik Pedia yang menceritakan review tentang buku yang baru saja dibeli oleh adminnya, yaitu Ngeblog Ala Ibu-Ibu. Padahal dari artikel lain, saya bisa melihat bahwa Kang Nata, admin Asik Pedia sudah sering berkunjung ke blog para penulis buku tersebut.

Lalu buat apa membeli buku jika bisa membaca blog mereka? Itulah salah satu pertanyaan yang mampir di benak saya dan mungkin Anda. Jika sudah ada blog dan internet, apalah gunanya buku.

Berangkat dari pertanyaan tersebut, otak saya pun mulai memikirkan berbagai alasannya. Termasuk alasan pribadi bagi diri saya sendiri yang kenyataannya sampai sekarang masih bisa belum lepas dari buku.

1. Tidak Semua Hal Ada di Google

Pernyataan di atas pertama kali saya temukan di sebuah kantor FLP (Forum Lingkar Pena). Tidak semua hal ada di Google, dimana maksudnya, bahwa tidak semua hal tertulis di internet. Ada begitu banyak informasi yang hanya bisa ditemukan di buku.

Mungkin itu pulalah alasan Kang Nata penasaran dan membeli buku Ngeblog Ala Ibu-Ibu. Meskipun semua ibu-ibu tersebut adalah pemilik blog, saya yakin, tulisan di buku tersebut tidak mereka posting di blog dan hanya bisa dibaca di buku tersebut.

Apalagi, jika berbicara berbagai buku dengan cabang keilmuan yang luas. Untuk pembahasan yang mendalam, biasanya hanya bisa ditemukan di buku. Adapun di internet terlalu banyak jenis dan variasi yang justru kadang bikin mumet sendiri.

2. Membaca Buku Tidak Perlu Baterai

Beberapa hari yang lalu saya harus antri di bank selama 3 jam hanya untuk mengganti kartu ATM yang sudah kadaluarsa. Salah saya sendiri sih, datang ke bank pas tanggal muda. Biasanya ada banyak orang yang berurusan di bank pada tanggal tersebut.

Tapi berhubung saya sedang ada waktu luang hari itu, maka tak apalah menunggu. Lagian saya juga mana tahu jika bakalan menunggu selama tiga jam.

Untuk mengisi waktu luang, saya pun mulai memainkan HP. Hal pertama yang saya lakukan adalah nonton anime. Berhubung di tempat umum, terpaksa volumenya dikecilkan. Yang penting ada terjemahnya untuk dibaca. Setelah selesai menonton satu episode anime, saya pun mulai bermain game online. Kemudian dilanjutkan berselancar di internet, membuka facebook, baca artikel dan sebagainya.

Waktu terus berlalu, giliran nomor antrian saya masih lama. Sedangkan baterai HP saya menunjukkan angka sekarat karena terlalu lama digunakan nonstop. Saya pun memasukkannya ke dalam tas.

Pada saat itulah, saya mulai berpikir, seandainya saya membawa buku, tentu saya tidak perlu memikirkan baterai. Buku tidak perlu energi listrik untuk dibaca, yang penting ada pencahayaan yang cukup. Inilah salah satu kelebihan buku yang belum bisa digantikan oleh internet.

3. Hobi Mengoleksi Buku

Hmm, sekarang mainnya perasaan ya. Saya sangat suka membaca buku sambil membolak-balik halamannya. Apalagi jika sedang membaca novel Tere Liye kesukaan saya. Bukan sekedar membaca, saya pun tidak pikir panjang untuk langsung membelinya jika ada novel yang baru terbit.

Bagi sebagian orang mengoleksi buku menjadi kesenangan tersendiri. Apalagi dari penulis atau genre yang disukai. Melihat buku yang berjajar di rak saja rasanya sudah senang. Apalagi pertama kali membaca buku yang baru dibeli.

Hobi mengoleksi buku ini agak sedikit berbeda dengan ebook. Walaupun saya tidak tahu apakah ada yang punya hobi koleksi ebook.

Sebenarnya masih ada beberapa novel Tere liye yang belum saya baca. Rupanya buku tersebut sudah tidak dicetak lagi. Namun masih ada beberapa cara untuk membaca novel tersebut, salah satunya adalah dengan membeli ebooknya. Tapi entah mengapa, saya belum membelinya hingga sekarang. Padahal harga ebook lebih murah daripada harga buku yang sering saya beli. Mungkin karena saya bukan sekedar ingin membacanya, tapi juga ingin memilikinya digenggaman saya.

Demikanlah beberapa alasan membaca buku meskipun ada internet yang bisa saya pikirkan. Menurut Anda apalagi alasan untuk membaca dan memiliki buku?

Mengapa Menonaktifkan SafeSearch Google?

Mengapa Menonaktifkan SafeSearch Google?
Saat sedang browsing di internet, saya biasanya melihat tulisan SafeSearch Aktif di pojok kanan atas halaman Google. Meskipun tidak ingat kapan mengaktifkannya, saya membiarkan saja pengaturan tersebut karena menurut saya cukup bagus.

Sejujurnya, saya juga kurang tahu dan tidak begitu merasakan perbedaan saat SafeSearch aktif dan tidak. Mungkin karena selama ini saya merasa tidak mengalami masalah dengan hasil penelusuran yang ada. Dengan kata lain, apa yang saya cari sudah tersedia dalam keadaan safesearch aktif.

Pernah suatu ketika saya sedang mencari gambar di situs Pixabay. Saya hanya mencari gambar biasa tentang bioskop. Rupanya dari beberapa gambar tersebut, ada gambar yang diblokir dengan tulisan Safesearch. Meskipun ada sedikit penasaran tentang gambar yang ditutup tersebut, saya tidak iseng membukanya. Toh, gambar yang saya inginkan sudah ketemu.

Bermula dari hal tersebut, saya jadi ingin tahu lebih jauh mengenai safesearch. Saya pun memasukkan kata kunci Safesearch Google Chrome di halaman pencarian Google. Artikel paling atas adalah halaman support google yang berisi penjelasan tentang safesearch.

Memblokir hasil ekplisit di Google menggunakan SafeSearch
Anda dapat memfilter hasil penelusuran eksplisit di Google, seperti pornografi, dengan setelan SafeSearch. SafeSearch tidak 100% akurat. Namun, SafeSearch dapat membantu Anda menghindari hasil penelusuran yang eksplisit dan tidak pantas di ponsel, tablet, atau komputer.

Adapun artikel lainnya yang masih berada di halaman satu Google, semua membahas bagaimana cara menonaktifkan safe search Google.

Ada apakah gerangan?
Mengapa banyak yang membahas cara mematikan safesearch?
Apakah banyak orang yang tidak suka dengan safesearch hingga berusaha menonaktifkannya?
Karena penasaran, saya pun menelusuri artikel tersebut satu-persatu.

Artikel pertama yang saya baca membahas mengenai Safesearch yang merupakan situs pencarian abal-abal. Dalam artian, situs ini justru mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak diinginkannya. Secara umum, safesearch yang diabahas di sini berbeda dengan yang berada dihalaman Google, jadi kita abaikan saja.

Artikel berikutnya menceritakan bahwa safesearch yang kita temui selama ini memang bukan pengaturan yang dilakukan secara personal. Melainkan pengaturan dari pemerintah melalui kominfo sehingga para pengakses internet dari Indonesia akan mendapati halaman safesearch aktif. Tujuannya tentu saja untuk memblokir situs-situs yang tidak pantas.

Adapun alasan seseorang berusaha menonaktifkan safesearch ada beragam. Ada yang beralasan bahwa jika safesearch aktif, hasil penelusuran kadang kurang maksimal sesuai yang diinginkan. Adapun alasan lainnya mungkin bisa pembaca pikirkan sendiri.

Jika membaca tutorial yang ada, menonaktifkan safesearch tidaklah sulit. Apalagi jika menggunakan VPN yang sudah kerap dilakukan bagi para blogger. Adapun untuk saya pribadi, saya tidak berniat untuk mematikannya. Saya sudah cukup senang dengan hasil penelusuran yang ada. Bagaimana dengan Anda?

Gagal Ekstrak File Rar di Laptop, Apa Solusinya?

Apakah kalian suka download file rar dari internet? Suka sih relatif, tapi kalo pernah mungkin iya. Lalu pernahkah kalian gagal saat ingin mengekstrak file tersebut? Saya pribadi sering malah.

Pernah suatu ketika mendownload anime yang mau ditonton. Setelah sekian ratus mega kuota terpakai dan download berhasil, file gagal untuk diekstrak. Sungguh menyebalkan sekali.

Dulu saya memikirkan hanya ada dua kemungkinan kenapa file tersebut gagal untuk diekstrak.

1. File yang diupload memang sudah rusak dari sananya.
2. File rusak atau corrupt saat proses download.

Solusi kasus pertama adalah dengan mencari file di situs lain yang semoga saja filenya tidak rusak. Perlu kesabaran memang.

Solusi kasus kedua, download ulang dan pastikan proses tidak terganggu. Supaya file tidak corrupt lagi.

Meski disebut solusi, kedua cara di atas tetap menyebalkan. Karena saya tetap harus melakukan proses download sekali lagi. Waktu dan kuota kembali terkuras.

Kabar baiknya, beberapa hari yang lalu, saya menemukan alasan ketiga file tidak bisa diekstrak.

3. Aplikasi winrar di laptop tidak update

Alasan ketiga ini kesannya sepele banget dan hampir tak pernah saya pikirkan. Berbeda dengan file zip yang bisa diekstrak langsung tanpa aplikasi khusus, file rar hanya bisa diekstrak dengan aplikasi winrar. Tentu saja, aplikasi winrar sudah terinstal di laptop saya.

Saya baru saja membeli template baru untuk blog. File template tersebut dalam bentuk rar. Penjual pun menyarankan untuk melakukan ekstrak dengan aplikasi winrar 5.5 atau yang lebih baru.

Awalnya, saya coba saja langsung ekstrak dengan aplikasi winrar yang sudah ada di laptop. Dan, tara,,, hasilnya gagal.

Sesuai saran penjual, saya pun langsung download dan instal aplikasi winrar terbaru yang ukurannya tidak sampai 10 MB. Setelah aplikasi terinstal, proses ekstrak pun menjadi lancar.

Setelah kejadian tersebut, saya pun jadi berpikir ulang. Jangan-jangan proses gagal ekstrak yang banyak saya alami selama ini bukan karena file nya yang rusak. Tapi karena aplikasi winrar saya yang tidak update.

Memang demikianlah manusia. Kadang kita menyalahkan orang lain atas kegagalan yang kita alami (misalnya nayalahin yang upload file), padahal kesalahan ada pada diri sendiri (tidak update aplikasi). Semoga jadi pembelajaran untuk diri saya pribadi dan bermanfaat bagi pembaca.

3 Tips Jitu Beli Tiket Bioskop Online

Salah satu teman saya mengatakan bahwa ia tidak bisa beli tiket Avengers pekan lalu karena sudah kehabisan tiket. Di Banjarbaru memang hanya ada satu bioskop. Saat film Avengers tayang, tiketnya sangat cepat terjual.

Adapun saya sendiri bisa beli tiket sesuai waktu dan tempat yang saya inginkan. Hal ini karena saya sudah beli tiket online satu minggu sebelumnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut saya pun ingin berbagi tips supaya tidak kehabisan tiket bioskop yang diinginkan.

Berikut 3 Tips Jitu Beli Tiket Bioskop Online

1. Jangan Berpatokan Hanya 1 Aplikasi

Bulan lalu, saat ingin menonton Captain Marvel, saya malah kehabisan tiket hari pertama untuk waktu yang saya inginkan. Padahal waktu itu hampir setiap hari saya mengecek di Traveloka untuk memantau tiket preorder. Rupanya, menu tiket bioskop sedang error waktu itu. Sehingga tidak ada pilihan yang muncul.

Kebetulan pada saat itu, menu Go-tix di Gojek untuk Cinemaxx di Banjarbaru juga bermasalah. Akhirnya saya mun mendownload aplikasi Book My Show dan beli tiket online di sana.

Setelah diupdate aplikasi-aplikasi tersebut bisa digunakan lagi untuk beli tiket online. Saya pun menggunakan ketiga aplikasi tersebut bergantian untuk beli tiket bioskop online sesuai kebutuhan.

2. Pantau Tiket di Hari Selasa

Tahukah kamu, bahwa pemutaran film perdana di bioskop biasanya pada hari Rabu, Kamis atau Jumat. Seperti halnya film Avengers kemarin, penayangan perdana di Indonesia pada hari Rabu dan di Amerika pada hari Jumat. Penayangan perdana film lain biasanya juga diantara hari tersebut.

Adapun tiket preorder untuk film tersebut biasanya mulai tersedia pada hari Selasa. Beberapa film populer seperti Avengers kemarin, bahkan menjual tiket seminggu sebelum tayang dan mulai bisa dibeli pada hari Selasa.

Oleh karenanya jika kamu mau pesan tiket saat masih banyak kursi yang kosong, maka pantaulah dan belilah tiket pada hari Selasa. Maksud saya disini, adalah waktu membeli. Sedangkan pilihan nontonnya mau hari apa, setiap orang punya pertimbangan berbeda.

Selain tiket preorder, hari Selasa juga merupakan awal hari penjualan tiket untuk satu pekan ke depan. Tiket bioskop yang bisa dibeli biasanya untuk penayangan dalam kurun waktu 1 pekan.

Pembaharuan ketersedian tiket untuk pekan berikutnya biasanya pada hari Selasa. Pada hari Selasa pula kita mulai bisa melihat film apa saja yang akan mulai diputar pada bioskop tersebut dalam satu pekan tersebut.

3. Cek Promo Sebelum Pesan Tiket

Enaknya beli tiket bioskop online adalah adanya kesempatan untuk memperoleh promo dan diskon. Promo dan diskon yang ditawarkan bisa berbeda setiap minggunya, apalagi jika beda aplikasinya. Nominal promo pun bervariasi, dari Rp 15.000 sampai dengan Rp 50.000.

Bagi yang ingin beli tiket bioskop murah dengan promo, maka cek dulu promo yang tersedia pada saat itu, kemudian tentukan mau pake promo yang mana. Untuk mencari diskon paling besar, saya bahkan bisa membandingkan 3 aplikasi yang menjual tiket bioskop online.

Setelah menentukan promo yang ingin digunakan, baru setelah itu pesan tiket bioskop. Berhubung waktu pembayaran untuk pembelian tiket bioskop hanya 12 menit, maka pastikan setiap langkahnya sudah mantap dan bisa langsung bayar.

Demikianlah tips beli tiket bioskop online yang saya praktekkan selama ini. Jika ada pendapat lain, silakan tulis di kolom komentar ya.

8 Pertimbangan, Pilih Nonton di Cinemaxx atau CinemaXXI?

Sebenarnya ada banyak sekali jenis bioskop di Indonesia. Tapi di Kalimantan Selatan sendiri, baru ada dua bioskop saat ini. Bioskop pertama adalah CinemaXXI di Duta Mall Banjarmasin. Adapun yang kedua adalah bioskop Cinemaxx di Q-Mall Banjarbaru.

Saat bioskop baru ada di Banjarmasin, saya jarang sekali nonton ke bioskop, mungkin cuma setahun sekali. Tapi semenjak bioskop sudah ada di Banjarbaru, saya jadi sering nonton ke bioskop.

Apa saja sih yang menjadi pertimbangan untuk memilih bioskop? Bagi saya pribadi ini dia perbandingannya.

1. Jarak dari Rumah

Bagi saya, jarak jadi pertimbangan utama. Karena CinemaXXI berada di Banjarmasin dan jaraknya jauh, maka saya malas ke bioskop. Tapi dengan adanya Cinemaxx di Banjarbaru, saya jadi suka ke bioskop karena cukup dekat dari rumah maupun tempat kerja.

2. Harga Tiket

Bagi saya, harga tiket tetap jadi pertimbangan. Jika terlalu sering nonton, nanti anggaran lain bisa bocor, apalagi nontonnya berdua. Kebetulan Cinemaxx di Q-Mall adalah Cinemaxx reguler, dimana harga tiket bioskopnya lebih murah daripada tiket CinemaXXI di Duta Mall. Alasan ini juga yang membuat saya memilih Cinemaxx.

3. Tiket Bioskop Online

Di zaman teknologi ini, hampir semuanya bisa dibeli secara online, termasuk tiket bioskop. Ada banyak aplikasi android yang bosa digunakan untuk beli tiket bioskop. Untuk membeli tiket XXI bisa lewat aplikasi M-Tix. Adapun pembelian tiket cinemaxx diantaranya bisa lewat Go-Tix.


4. Promo Tiket Bioskop

Perempuan mana yang tidak suka promo dan diskon. Saat beli tiket bioskop online, saya biasanya memilih aplikasi mana yang memberikan diskon paling besar. Ini juga menentukan bioskop apa yang akan saya datangi. Saat ini, saya baru menikmati promo dari Traveloka untuk menonton di Cinemaxx.


5. Lokasi Mushalla

Apa hubungannya coba, lokasi mushalla dengan nonton bioskop? Berhubung seorang pekerja, saya biasanya nonton sore atau malam. Harga tiket bioskop pada hari kerja cenderung lebih murah. Lama pemutaran film biasanya sekitar dua jam. Karena ngga mau keluar pas film sedang tayang, biasanya kami sholat dulu setelah membeli atau mengambil tiket. Jika lokasi mushallanya dekat, jadi tak perlu jauh jalannya.

Mesjid di Q-Mall berada satu lantai dengan bioskop Cinemaxx. Hanya saja berada di arah yang berlawanan dan masih harus naik tangga sedikit. Tapi masjid ini benar-benar strategis. Sedangkan mushalla di Duta Mall berada dekat Transmart. Juga di lantai atas, tapi agak berisik karena dekat wahana permainan.

6. Iklan Sebelum Film

Biasanya saya suka sekali menonton trailer yang tayang di layar bioskop sebelum film dimulai. Menonton trailer bagi saya adalah hiburan tersendiri.

Tapi beberapa waktu yang lalu, saat nonton di CinemaXXI saya merasa terganggu dengan iklan yang tampil. Kenapa juga saya harus menonton iklan partai politik dan capres di bioskop. Saya mau cari hiburan, bukan cari dongkol. Mungkin sehabis pemilu iklan tersebut akan hilang.

7. Waktu Pemutaran Film

Sebenarnya ini bukan antara Cinemaxx dan XXI, tapi antara Q-Mall dan Duta Mall sendiri. Di Cinemaxx tidak ada film yang diputar saat azan magrib maupun shalat jumat.

Film yang diputar sore hari biasanya selesai sebelum magrib, dan film yang diputar malam hari, paling cepat dijadwalkan 30 menit setelah masuk waktu sholat magrib. Itupun dimulai dengan trailer dulu. Jadi ngga ada alasan ngga sempat sholat. Belum lagi masjidnya juga dekat banget.

8. Pilihan Film

Beberapa waktu yang lalu saya melihat jadwal bioskop di Book My Show dan saya melihat Hellboy di sana. Karena katanya film sebelumnya cukup seru, saya pun berniat menontonnya. Tapi rupanya film ini tidak tayang di Cinemaxx Q-Mall.

Saat ada kesempatan, saya pun pergi menonton di XXI Duta Mall. Ternyata film ini jauh dari harapan. Terlalu banyak sensor karena terlalu banyak yang harus disensor. Saya pun jadi berpikir, mungkin ini salah satu alasan film ini tidak tayang di Q-Mall. Semestinya saya tidak terlalu ngotot ke Banjarmasin.

Dari beberapa kali nonton di bioskop, itulah yang muncul dalam pemikiran saya. Tentu saja sangat subjektif sekali. Belum lagi ini bukan sekedar antar Cinemaxx dan CinemaXXI, tapi lebih kepada perbandingan Cinemaxx Q-Mall dan XXI Duta Mall. Tentu saja, akhirnya saya akan lebih memilih nonton di Cinemaxx Q-Mall.

Pengalaman Pertama Beli Template Untuk Blog

Setelah sekian tahun malang melintang di dunia blogging, akhirnya saya membeli template premium. Selama ini saya cukup puas dengan template gratisan yang saya gunakan. Tapi entah kenapa keinginan itu tiba-tiba muncul, maka saya pun memutuskan untuk pertama kalinya membeli template blog.

Selama ini, ada tiga nama blogger Indonesia yang cukup sering saya dengar yang telah membuat banyak template dan digunakan secara umum oleh blogger tanah air. Mereka adalah Mas Sugeng, Mas Ardi Kompi Ajaib, dan Arina Design.

Namun berhubung selama ini saya terbiasa menggunakan template gratis dari Arlina, maka saya pun memutuskan untuk membeli tempate dari Arlina Design. Mungkin saya masih belum berani keluar dari zona nyaman.

Untuk membeli template dari Arlina, cukup dengan mengunjungi blog khusus jualan template miliknya, yaitu idntheme.com. Pada situs ini,semua karya Arlina terpajang dari yang dulu hingga yang terbaru. Versi gratis dan juga premium ada di sini.

Entah kenapa hari itu saya tidak terlalu picky. Saya memilih template terbaru yang enak dipandang bagi saya. Sebenarnya tidak beda jauh dengan template karya Arlina lainnya, tapi yang penting saya suka.

Untuk melakukan pembelian, saya diarahkan ke form kontak untuk mengirim email. Email saya singkat saja, intinya saya ingin beli template yang sudah saya pilih.

Tidak berapa lama, email balasan pun datang. Untuk transaksi pembayaran bisa lewat Paypal, OVO, dan transfer ke rekening lokal. Saya pilih yang simpel saja, transfer ke rekening. Saya pun langsung menggunakan BNI mobile banking saat itu juga.

Setelah transfer, saya membalas email dengan mencantumkan bukti pembayaran. Tidak berapa lama, email balasan yang berisi link template diberikan kepada saya. Saya pun langsung mendownload dan mengaplikasikan template yang saya beli.

Pengalaman pertama membeli template ini sangat lancar menurut saya. Meskipun komunikasi hanya lewat email, namun Arlina membalas email saya dengan cepat. Kebetulan saya melakukan transaksi pas jam kerja di hari Sabtu.

Template yang diberikan juga rinci dengan cara penggunaannya. Bahkan Arlina tidak lupa menyarankan untuk mengekstrak file rar tersebut dengan aplikasi winrar terbaru. Terlihat sepele namun bisa berujung salah paham jika tidak dijelaskan.

Setelah berhasil mendownload saya gagal melakukan ekstrak. Bagi yang berpikiran pendek, pasti menyalahkan filenya rusak. Padahal kenyataannya aplikasi winrar saya yang kurang update untuk melakukan ekstrak. Setelah diupdate semua berjalan lancar.

Ini adalah pertama kalinya saya membeli template. Blogger lain bahkan ada yang hobi koleksi template premium. Setiap orang punya kecenderungan masing-masing. Saya berharap template baru ini bisa menjadi salah satu motivasi dalam blogging. Mari Ngenet pun kini menggunakan template baru.