Tokopedia Kini Menggunakan Akun WhatsApp Bisnis Terverifikasi

April 18, 2018 7
Bulan ini saya kembali menggunakan aplikasi Tokopedia untuk membayar tagihan listrik rumah lama. Kebetulan bulan ini ada promo gratis biaya admin. Meskipun cuma selisih Rp 2.500,- tapi lumayan lah. Lagi pula saya bayarnya cukup dengan menekan tombol di Hp android. Tidak perlu pergi kemana-mana.

Seperti biasa jika transaksi berhasil saya akan mendapatkan notifikasi dari Tokopedia. Notifikasi biasanya muncul di aplikasi Tokopedia dan juga dikirim ke email.

Kali ini ada sesuatu yang berbeda. Saya juga mendapat notifikasi berhasil lewat pesan WhatsApp. Meskipun saya belum menyimpan nomor yang masuk itu sebelumnya, namun di sana tertulis bahwa pengirimnya adalah Tokopedia.


Rupanya saya memperoleh pesan dari Akun Bisnis yang terverifikasi sebagai Tokopedia. Saat saya mengklik keterangan akun tersebut terdapat tulisan Business Terverifikasi. Kemudian di bawahnya adalah alamat situs resmi Tokopedia.

Tokopedia Kini Menggunakan Akun WhatsApp Bisnis Terverifikasi

Penggunaan Akun WhatsApp Bisnis sepertinya sudah mulai dilakukan oleh situs belanja online. Mereka pun bisa mengirim pesan singkat melalui WA kepada para penggunanya yang juga menggunakan WA pada nomor Hp yang terdaftar.

Bagi yang tidak suka dengan adanya pesan dari Akun Bisnis ini dapat memblokir akun WA yang tidak diinginkan. Saya pribadi tetap membiarkannya selama yang datang hanya pesan notifikasi transaksi. Jika sudah ditambah dengan pesan berupa notifikasi iklan, bisa diblokir di masa depan.

Bagi yang juga memiliki bisnis dan menggunakan wa sebagai transaksi mungkin bisa mencoba Akun WA Bisnis seperti Tokopedia. Dengan memverfikasi akun WA bisnis, maka tingkat kepercayaan pembeli bisa meningkat.

Semoga bermanfaat.

Pengalaman Pertama Naik Grab, Tidak Terduga

April 17, 2018 11
Rasanya baru siang itu saya berbalas komentar dengan salah seorang teman blogger. Saya minta didoakan akan segera naik Grab pekan tersebut. Di luar dugaan, saya beneran naik Grab pada malam harinya.

Sayangnya, ini bukanlah pengalaman pertama yang menyenangkan. Bukan pelayanannya yang salah. Tapi alasan saya menggunakan Grab yang tak terduga. Malam ini saya mengantarkan adik ke rumah sakit dengan diantar Grab.

Semula ibu menelpon seorang kenalan perawat. Siapa tahu dia bisa membantu transportasi untuk ke rumah sakit. Tapi setelah setengah jam lebih tak ada kabar.

Saya pun berusaha menggunakan aplikasi grab. Sama seperti pengalaman awal, tidak ada satu supir pun yang berada dalam jangkauan.

Saya berusaha menelusuri lokasi Grab di Martapura. Ada beberapa supir yang terlihat di sana. Sampai sebuah ide muncul di kepala saya.

Saya mencoba memasang pin lokasi awal dekat dengan Martapura. Sehingga jika ada supir terdekat bisa menerima. Urusan kenyataannya saya ada di Astambul, bisa dibicarakan belakangan.

Sambil saya berusaha memasang pin di lokasi yang bagus, saya melihat sebuah mobil yang bergerak di Jl. A. Yani dan sepertinya mengarah ke Astambul.

Ketika saya mencoba pasang pin lokasi lagi, akhirnya ada supir yang menanggapi permintaan saya. Kemudian langsung mengirim pesan lewat chat.

Tapi saya sendiri malah kelabakan. Memastikan mobil yang dipesan lewat kenalan mama tersedia atau tidak. Setelah memastikan tidak ada, baru saya membalas pesan dari supir Grab.

Berhubung rumah kami berada di tepi jalan, maka mobil Grab tersebut cepat saja sampainya. Kami pun segera naik mobil dan menuju rumah sakit.

Dalam perjalanan, saya sempat ngobrol dengan supir Grab tersebut. Ternyata rumahnya juga di Astambul dan sedang dalam perjalanan pulang. Entah kenapa malam itu dia masih menyalakan aplikasi Grab miliknya. Sehingga bisa dicapai dari lokasi saya.

Oleh karena itu pula mudah saja baginya menemukan rumah kami. Dia bahkan mengaku telah memfotokopi dokumen untuk melamar Grab di fotokopian yang ada di rumah kami.

Akhirnya kami sampai ke rumah sakit dengan selamat. Saya sangat berterima kasih kepada supir Grab yang telah mengantarkan kami. Tidak lupa saya memberikan bintang lima untuknya, dan tentu saja membayar tarifnya.

Dari supir Grab ini juga saya tahu, jika di peta Grab tidak terlihat armada, berarti memang tidak ada supir Grab di sekitar wilayah tersebut.

pengalaman pertama naik grab

Berhubung rumah sakit berada di Martapura, insya Allah supir Grab selalu tersedia di sana.

Demikianlah pengalaman pertama saya naik Grab. Yang semula saya berharap naik Grab pertama kali untuk keliling kota Makassar, akhirnya malah ke rumah sakit mengantarkan adik.

Tapi semua adalah skenario Allah, tak ada yang perlu disesali. Kesembuhan adik saya lebih utama.

Cetak Buku Tabungan Bank Kalsel di Cabang Lain Harus Lewat CS

April 16, 2018 4
Hari sebelumnya saya mendapat pesan WA untuk mengumpulkan fotokopi mutasi transaksi di buku tabungan bank kalsel yang saya miliki untuk urusan administrasi. Karena saya bukanlah orang yang membawa buku tabungan setiap hari, maka hari berikutnya saya bisa ke bank.

Dalam pesan pemberitahuan, ada dua cabang Bank Kalsel yang bisa saya datangi, yaitu cabang Banjarbaru dan Martapura. Jika dibandingkan dengan tempat saya bekerja, maka Bank Kalsel cabang Banjarbaru lokasinya lebih dekat. Maka saya putuskan untuk izin sebentar dan pergi ke bank tersebut.

Sesampainya di Bank Kalsel cabang Banjarbaru, satpam yang bertugas menanyakan keperluan saya. Dia juga bertanya di cabang mana saya membuka tabungan. Saya katakan bahwa saya ingin mencetak buku tabungan dan membuka tabungan di cabang Martapura. Satpam tersebut kemudian memberikan saya nomor antrian dan mempersilakan saya menunggu.

Saat menunggu itulah saya sadar bahwa nomor antrian yang saya peroleh bukan untuk ke Teller, melainkan untuk ke Custumer Service (CS). Setelah sadar, saya kembali ke satpam dan bilang mau antri ke Teller saja. Tapi satpam mengatakan bahwa jika dari cabang lain, maka cetak buku tabungan harus lewat CS.

Cetak Buku Tabungan Bank Kalsel

Saya pun kembali duduk dan melihat nomor antrian yang saya miliki, yaitu 23. Sedangkan antrian terakhir yang baru dipanggil adalah 16. Jika itu adalah antrian ke Teller maka tidaklah seberapa. Tapi untuk antrian ke CS, jadinya adalah lama.

Kebetulan mood saya lagi tidak baik hari itu. Dan saya sangat malas untuk menunggu. Akhirnya saya kembali mendatangi satpam dan menyerahkan nomor antrian yang saya miliki sambil berkata. "Ngga jadi. Nungguinnya lama. Saya ke Martapura aja."

Setelah itu pun saya langsung memabawa sepeda motor saya ke Martapura.

Jarak ke Martapura sebenarnya tidak jauh. Kira-kira sekitar 10 menit bagi saya.

Sesampainya di bank Kalsel cabang Martapura, saya kembali berhadapan dengan satpam dan ditanya tujuan saya. Kali ini saya berbohong dan bilang mau menabung. Saya pun dipersilakan mengambil nomor antrian.

Kali ini saya mendapat nomor antrian 17 untuk ke Teller. Hanya berjarak dua orang, nomor antrian saya sudah dipanggil.

Saat ditanya oleh petugas, saya katakan ingin mencetak buku tabungan saya. Saya menyerahkan buku tabungan dan KTP kepada Teller bank.

Teller kemudian mulai mengetik di keyboard yang ada di hadapannya. Kemudian meletakkan buku tabungan di printer dan mencetak buku tabungan saya.

Setelah selesai, saya bertanya kepada Teller perihal mencetak buku tabungan di bank Kalsel cabang lain. Menurut Teller tersebut, hal ini tergantung kebijakan pimpinan di cabang tersebut. Petugas Satpam biasanya akan mengarahkan ke meja mana nasabah harus menuju.

Untuk memastikan sekali lagi, saya bertanya dengan permisalan. Jika saya membuka rekening di Cabang Banjarbaru dan ingin mencetak buku tabungan di cabang Martapura, apakah bisa langsung ke Teller.

Menurut Teller tersebut, kebijakan di cabang Martapura sendiri, jika berasal dari cabang lain, maka untuk mencetak buku tabungan harus ke CS.

Dengan kata lain kebijakan di bank Kalsel cabang Banjarbaru dan Martapura sama saja.

Yang muncul dalam pikiran saya, bagaimana jika nasabah ingin menabung dan berasal dari cabang lain. Apa harus ke CS juga. Tapi saya tidak menanyakannya ke Teller. Merepotkan saja.

Bank Kalsel memang bank lokal. Beberapa kebijakannya memang berbeda dengan bank umum lainnya. Sebagai nasabah, saya hanya bisa mengikuti saja.

Walaupun kenyataannya, saya lebih suka menggunakan aplikasi mobile bankingnya saja. Hanya pada saat-saat tertentu saya harus pergi dan berurusan langsung di bank.

Tampilan Iklan Adsense Tergantung Riwayat Penelusuran Pengguna

April 15, 2018 13
Salah seorang teman blogger meninggalkan pertanyaan pada kolom komentar blog saya. Bagaimana cara mengatur tampilan iklan yang muncul di blog saya. Kenyataannya, saya tidak memiliki kemampuan untuk mengatur iklan apa yang akan tampil pada artikel blog ini dan jenis iklan yang dilihat oleh pembaca.


Berdasarkan pemahaman saya ada banyak faktor yang menentukan jenis iklan yang dilihat oleh pembaca. Beberapa diantaranya adalah jenis artikel dan riwayat penelusuran pengguna.

Jika artikel yang dibaca tentang kesehatan, biasanya iklannya juga tentang kesehatan. Jika artikelnya tentang android, iklan smartphone pun bermunculan.

Faktor lain yang berpengaruh cukup besar adalah riwayat penelusuran pengguna. Setiap perilaku pengguna internet sesungguhnya meninggalkan jejak yang menjadi panduan bagi situs layanan periklanan untuk menampilkan iklan.

Pada suatu waktu saya sedang menelusuri Tokopedia untuk mencari sebuah mini PC. Pada saat itu saya tidak langsung membeli. Tapi saya juga membuka situs lain seperti Lazada dan Buka Lapak.

Setelah itu dalam beberapa hari kemudian situs dan blog apapun yang saya kunjungi selalu menampilkan iklan seputar mini PC dan Tokopedia.

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya selalu disuguhi dengan iklan Airy. Tidak hanya di blog berupa iklan adsense, tapi juga di facebook.

Iklan ini begitu menggiurkan berisi promo agar saya melakukan transaksi. Bahkan secara spesifik menawari saya tiket dengan lokasi yang ingin saya tuju.

Hal ini terjadi karena dalam beberapa hari terakhir saya sibuk memantau harga tiket ke Makasar. Maka iklan yang muncul pun menampilkan harga tiket murah ke Makassar.

Mungkin karena saya sendiri adalah publisher adsense, saya tidak tergoda untuk mengklik iklan tersebut.

Tapi suguhan iklan yang saya lihat setiap hari bukannya tidak meninggalkan pengaruh apa-apa. Akhirnya saya memang menggunakan aplikasi Airy untuk membeli tiket pesawat.

Baca juga Pengalaman Beli Tiket Pesawat di Airy, Perbandingan dengan Traveloka

Berdasarkan pembahasan di atas, bisa jadi sang penanya memiliki riwayat pencarian tiket di tiket.com, sehingga muncul iklan tersebut pada artikel saya yang ia baca.

Dalam konteks yang berbeda jika seseorang mengeluh telah melihat iklan yang dianggap tidak layak ada dua kemungkinan.

Pertama situs yang dikunjungi atau artikel yang dibaca memang tidak layak.
Kedua, orang tersebut pernah melakukan penelusuran terhadap sesuatu yang tidak layak.

Adapun sebagai publisher adsense dan sebagai pemilik blog saya tidak bisa menentukan secara langsung iklan apa yang akan dilihat oleh pembaca. Bisa jadi dua orang pengunjung yang membaca halaman yang sama, dengan perangkat yang berbeda, maka disuguhi iklan yang berbeda pula.

Yang dapat saya lakukan sebagai publisher hanyalah memblokir iklan-iklan yang saya rasa memang tidak pantas. Saya sendiri, lebih suka memblokir berdasarkan kategori, supaya lebih praktis.

Baca juga Cara Memblokir Iklan Adsense Sensitif dan Agama Lain.

Jadi, iklan apa yang kamu lihat, mungkin itulah yang kamu cari.

Tips Travelling, Bawalah Buku Nikah Saat Liburan

April 14, 2018 6
Dulu yang masuk dalam daftar penting yang harus dibawa saat liburan bagi saya adalah KTP dan ATM.

KTP sebagai tanda pengenal akan diperlukan pada saat-saat tertentu dan tak terduga. Oleh karenanya harus selalu ada di dalam dompet. Apalagi jika saat liburan dan pergi ke tempat yang jauh.

Kartu ATM meskipun jarang digunakan karena sudah ada mobile banking tetap perlu dibawa. Ada saat-saat dimana pembayaran harus dilakukan dengan uang tunai. Dan saat uang tunai tidak cukup, beberapa tempat masih menerima pembayaran dengan kartu ATM. Tinggal gesek.

Sejak perjalanan pertama keluar negeri, maka dokumen yang harus dibawa bertambah dengan passport. Paspor menjadi dokumen penting yang harus dibawa jika keluar negeri. Kedudukannya menggantikan posisi KTP. Sedangkan ATM posisinya tidak tergeser.

Setelah menikah, ternyata ada satu dokumen lagi yang penting dibawa saat liburan, yaitu Buku Nikah.

Tips Travelling, Bawalah Buku Nikah Saat Liburan

Ada ada dengan buku nikah?

Buku Nikah adalah dokumen penting yang menyatakan bahwa dua orang yang berbeda jenis kelamin telah terikat secara sah sebagai suami dan isteri melalui pernikahan.

Jika ada pasangan suami isteri yang melakukan perjalanan liburan ke daerah lain, ada masanya mereka harus menunjukkan bukti berupa buku nikah.

Salah satu tempat yang akan meminta suatu pasangan untuk menunjukkan buku nikah adalah hotel atau penginapan.

Tidak semua hotel di Indonesia yang mewajibkan pasangan untuk menunjukkan buku nikah sebelum chek in. Tapi beberapa hotel, terutama hotel syariah akan meminta pasangan untuk menunjukkan buku nikah sebelum chek in dalam kamar yang sama.

Sebuah hotel syariah di Kalsel bahkan begitu ketat dengan peraturan ini. Meskipun pasangan tersebut ngotot bahwa mereka adalah suami isteri, dengan penampilan dan busana yang meyakinkan, jika tidak bisa menunjukkan buku nikah maka tidak akan bisa chek in di kamar yang sama.

Pilihannya adalah chek in di kamar yang berbeda atau pergi ke hotel lain yang mau menerima. Atau mungkin bisa menginap di rumah keluarga atau kenalan yang tidak akan meminta bukti berupa buku nikah.

Tidak mau kan liburan jadi berantakan hanya karena tidak bisa satu kamar dengan pasangan sah Anda.

Oleh karenanya jika Anda adalah pasangan suami isteri yang sedang berencana untuk liburan, masukkan buku nikah sebagai salah satu dokumen yang wajib dibawa.

Selamat liburan.

Cara Memperbaiki Error Emoji Komentar Pada Template Arlina

April 13, 2018 8
Saya adalah orang yang suka menggunakan template dari Arlina Design. Termasuk untuk blog ini dan beberapa blog saya yang lain. Ada beberapa jenis template Arlina yang saya gunakan.

Beberapa hari yang lalu ada lambang error pada kolom komentar blog ini. Setelah saya perhatikan, karakter yang mestinya berupa lambang emoji/emoticon malah berubah menjadi lambang error.

Hal ini tidak hanya terjadi pada blog saya. Beberapa blogger lain yang juga menggunakan template Arlina juga mengalaminya. Tapi ini tidak terjadi untuk semua template Arlina.

Contohnya blog dengan tema Simplify 2 baik-baik saja. Sedangkan blog ini yang menggunakan template Minima Recolored mengalami error pada emoji di kolom komentar.


Menunggu perbaikan dari pembuat template sepertinya akan memakan waktu. Selain itu template yang saya gunakan adalah template gratisan. Oleh karenanya, saya mencoba otak-atik sendiri untuk memperbaikinya.

Cara Memperbaiki Error Emoji/Emoticon Komentar pada Template Arlina

Pertama kunjungi dasboard blogger
Buka Tema
Klik Edit HTML
Cari kode

//Pengaturan Emoticon

Hapus semua yang mirip kode berikut:

Emo_List = [
':)'  ,'https://4.bp.blogspot.com/-YrmTHhfMtFU/VJNbpDMHzgI/AAAAAAAAH8c/g3dJ1Q-QTrc/s1600/smile.png',
':('  ,'https://4.bp.blogspot.com/-RDtah-TXteU/VJNblptXyEI/AAAAAAAAH70/GGZg4MMUVxA/s1600/sad.png',
' =('  ,'https://1.bp.blogspot.com/-dzENpgankUY/VJNbcfrM59I/AAAAAAAAH6A/UC7FJQwT-9E/s1600/disappointed.png',
'^_^'  ,'https://2.bp.blogspot.com/-eeLWBWx7zaI/VJNbnR-JhoI/AAAAAAAAH8E/4vUZ3j_GoEg/s1600/shy.png',
' :D'  ,'https://2.bp.blogspot.com/-rvM5sSYqd2k/VJNbjkemjyI/AAAAAAAAH7k/QcT_8JETczs/s1600/noprob.png',
'=D'  ,'https://1.bp.blogspot.com/-DB0TS3jw6n8/VJNbgab1A_I/AAAAAAAAH7I/4Cr8aYd6AmU/s1600/happy.png',
'=)D' ,'https://1.bp.blogspot.com/-mz0Rl1l5ZYw/VJNbm0HqcDI/AAAAAAAAH8I/yu8XBAQmYOI/s1600/shit.png',
'|o|'  ,'https://3.bp.blogspot.com/-i5w-i1jFe0U/VJNbaQxedgI/AAAAAAAAH5o/z7LK9qxEebs/s1600/clap.png',
'@@,'  ,'https://2.bp.blogspot.com/-lbZ9iDF66F8/VJNbqSG8yNI/AAAAAAAAH9A/bnAQmQrrrZo/s1600/surprise.png',
' ;)'  ,'https://1.bp.blogspot.com/-Q--_b4-u1ZY/VJNbrI3A3LI/AAAAAAAAH8w/xshqjz4f3cs/s1600/trope.png',
':-bd'  ,'https://3.bp.blogspot.com/-_lM3w2ZD7K8/VJNbiIf2PII/AAAAAAAAH7g/U5qLOVDZg8c/s1600/like.png',
':-d'  ,'https://4.bp.blogspot.com/-EdvYpWDdZPI/VJNbc2J75FI/AAAAAAAAH6I/kcpuLO7TXFg/s1600/dislike.png',
' :p'  ,'https://4.bp.blogspot.com/-Y2KF1cqsEiQ/VJNbolnNw1I/AAAAAAAAH8Y/mzpdmmt9lp4/s1600/sigh.png',
':ng'  ,'https://2.bp.blogspot.com/-A_W5lI-_J8I/VJNbi2oXwjI/AAAAAAAAH7c/wlxM7CETbhI/s1600/love.png', 
];

Ganti dengan kode berikut:

Emo_List = [
':)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f600.png',
':(' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f615.png',
'hihi' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f601.png',
':-)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f60f.png',
':D' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f603.png',
'=D' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f62c.png',
':-d' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f604.png',
';(' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f61e.png',
';-(' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f62d.png',
'@-)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f616.png',
':o' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f62e.png',
':>)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f606.png',
'(o)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f609.png',
':p' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f614.png',
':-?' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/2753.png',
'(p)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f619.png',
':-s' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f625.png',
'8-)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f60e.png',
':-t' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f624.png',
':-b' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f634.png',
'b-(' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f635.png',
'(y)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f44d.png',
'x-)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f60d.png',
'(h)' ,'http://twemoji.maxcdn.com/36x36/1f44f.png',
];

Klik Simpan.

Silakan lihat pada kolom komentar untuk melihat perubahannya.


Kode di atas saya dapatkan dari template Arlina yang lain, yaitu template Simplify 2.

Jika dibandingkan dengan emoji sebelumnya, tampilan emoji yang baru ini memang tampak lebih besar pada template Minima. Jika tidak suka, silakan menggantinya dengan emoji yang diinginkan.

Selain memperbaiki tampilan emoji di atas, dapat juga menghapus emoji di atas sama sekali. Yaitu dengan tidak menambahkan kode emoji yang baru. Hal ini dapat dilakukan dan sah-sah saja.

Demikianlah cara memperbaiki error emoji komentar pada template Arlina. Semoga bermanfaat.

Pembayaran Online Mengurangi Interaksi Antar Manusia

April 13, 2018 6
Saya adalah tipe orang yang senang melakukan pembayaran tagihan secara online. Mungkin karena saya malas jika harus berangkat mendatangi loket pembayaran dan mengantri di sana. Bahkan untuk pengisian pulsa pun saya lebih suka melakukannya sendiri.

Bulan ini saya melakukan pembayaran tagihan PDAM menggunakan BNI internet banking. Tidak lupa saya menengok besaran tagihan air di rumah mama saya. Sebenarnya saya bisa saja langsung membayarkan tagihan air punya mama, tapi saya tidak melakukannya.

Pembayaran Online Mengurangi Interaksi Antar Manusia

Apakah saya terlalu pelit untuk membayarkan tagihan PDAM punya Mama? Tidak, di sini alasannya bukanlah demikian.

Berbeda dengan saya, Mama lebih suka bayar tagihan dengan mendatangi loket pembayarannya langsung. Dengan ini mama memiliki alasan untuk datang ke sana dan bersosialisasi dengan orang-orang yang ada disana.

Kebetulan, loket pembayaran yang dekat dengan pasar kecamatan. Mama biasanya hanya jalan kaki jika pergi ke pasar yang lokasinya memang tidak jauh dari rumah.

Tidak sama dengan di kota yang penuh dengan individualisme, orang di desa cenderung saling mengenal. Misalnya siapa nama penjaga loket PDAM dan di mana rumahnya. Karena pada dasarnya kami tinggal di wilayah yang sama.

Membayar tagihan menjadi salah satu bentuk interaksi sosial di mana orang saling bertegur sapa. Lagi pula, antriannya juga tidaklah panjang. Biasanya hanya ada beberapa orang lain yang datang pada waktu bersamaan.

Meskipun begitu, saya juga tidak bisa mengikuti cara Mama yang suka berinteraksi di pasar ataupun loket pembayaran. Karena saya harus bekerja pada hari kerja, maka saya lebih suka melakukan pembayaran secara online.

Setidaknya saya tidak ingin memutus rutinitas Mama tersebut. Biarlah beliau bayar tagihan air sendiri dengan datang ke loket. Maka interaksi sosial yang beliau lakukan pun terus berlanjut.

Bagaimana dengan Anda? Di mana Anda membayar tagihan?

Contact Form

Name

Email *

Message *