Cara Refund Tiket Pesawat Lewat Airy

April 27, 2018 0
Man proposes, God disposes.

Itulah yang saya alami beberapa waktu yang lalu. Tiket perjalanan pulang pergi Banjarmasin-Makassar sudah di tangan. Namun perjalanan tersebut terpaksa harus dibatalkan.

Awalnya sempat ragu, apakah perjalanan ini harus dibatalkan. Apalagi proses refund di Airy sepertinya tidak semudah Traveloka. Tapi melihat kondisi adik. Sepertinya saya belum ditakdirkan pergi ke Makassar.

Cara Refund Tiket Pesawat di Airy Rooms

Pertama saya menghubungi layanan chat 24 jam dan mengatakan ingin membatalkan penerbangan.
Kemudian saya diarahkan untuk menghubungi 08041112479.

Cara Refund Tiket Pesawat Lewat Airy

Saya menghubungi nomor tersebut, kemudian berbicara dengan customer service dan menceritakan maksud saya.

Saya diminta menyebutkan nomor pesanan, rute dan tanggal perjalanan, maskapai dan nama penumpang.

Customer service kemudian meminta saya menunggu untuk mencocokkan data. Setelah data ditemukan, kemudian CS kembali memastikan maksud saya.

Saya juga ditanya metode apa yang saya lakukan saat melakukan pembelian tiket pesawat di Airy. Setelah itu saya diminta untuk memberikan nomor rekening yang akan digunakan untuk pengembalian dana refund.

Menurut CS, nomor rekening yang digunakan harus sama dengan nama penumpang. Mungkin untuk mengindari kecurangan dari oknum yang tidak diinginkan.

Pihak Airy akan meneruskan permintaan refund saya ke maskapai. Adapun pengembalian dana tetap harus menunggu maksimal 30 hari.

Adapun dana yang akan dikembalikan akan mengalami potongan administrasi dari Airy sebesar Rp 30.000 untuk masing-masing tiket. Kemudian sisanya tergantung maskapai masing-masing.

Jika saya ingin memastikan kelanjutan prosesnya, saya bisa kembali menelpon ke CS Airy dengan menyebutkan nomor pesanan.

Setelah semua pertanyaan saya terjawab, di bagian akhir saya diminta untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan CS, dengan menekan angka antara 1 sampai 9. Berhubung tanggapan dari CS cukup ramah, saya tekan saja angka 9.

Saya mengajukan pembatalan penerbangan dan permintaan refund pada tanggal 10 April.
Pada tanggal 13 April uang refund masuk ke dalam rekening saya.

Detail Refund Harga Tiket yang saya peroleh

Beli Tiket Banjarmasin - Makassar, maskapai Sriwijaya seharga Rp 473.000,-
Proses pembatalan penerbangan dan permintaan refund dilakukan kurang dari 24 jam sebelum jadwal penerbangan.
Potongan administrasi dari Airy sebesar Rp 30.000,-
Uang refund yang saya peroleh Rp 65,750,-

Beli Tiket Makassar - Banjarmasin, maskapai Lion Air seharga  Rp 416.300,-
Proses pembatalan penerbangan dan permintaan refund dilakukan kurang dari 72 jam sebelum jadwal penerbangan.
Potongan administrasi dari Airy sebesar Rp 30.000,-
Uang refund yang saya peroleh Rp 227.050,-

Demikianlah pengalaman refund tiket pesawat lewat Airy. Ribet dan tidak berbelit-belit. Adapun jumlah yang dikembalikan tergantung kebijakan maskapai dan waktu pengajuan refund. Semoga bermanfaat.

Airy Rooms, Pilihan Kamar Nyaman Saat Bepergian

April 25, 2018 5
Beberapa hari terakhir ini saya sering melihat iklan Airy Rooms pada website atau artikel yang saya baca. Mungkin karena sebelumnya saya sempat browsing dan mengunjungi situs penyedia kamar dan tiket pesawat ini. Jadi Airy Rooms itu apa sih?

Pertama kali kenal dengan Airy Rooms saat saya sedang mencari kamar hotel di Traveloka. Ada pilihan Airy Rooms yang identik dengan seprei berwarna putih dan bantal berwarna biru. Yang membuat saya heran ada beberapa hotel dengan penampilan yang sama di lokasi yang berbeda.

Beberapa minggu kemudian saya membaca sebuah artikel dari salah satu teman blogger tentang pengalamannya menginap di salah satu kamar AiryRooms. Berdasarkan artikel tersebut, saya percaya bahwa Airy Rooms menyediakan kamar yang nyaman untuk menginap.

Setelah itulah saya mulai penasaran dan browsing langsung ke situs resmi AiryRooms. Rupanya Airy Rooms tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menawarkan kamar yang nyaman untuk menginap saat bepergian dengan harga yang lumayan terjangkau.

Saat saya pulang dari tempat kerja, tanpa sadar saya melihat logo Airy Rooms pada salah satu bangunan yang saya lewati. Ternyata Airy Rooms juga banyak terdapat di Banjarbaru dan Martapura. Jika diperhatikan, bangunannya memang tidak megah seperti hotel. Tapi sesuai namanya, yang mereka tawarkan adalah kamar. Yaitu kenyaman di dalam kamar sesuai dengan standar yang telah mereka tetapkan.

Dari situsnya ada beberapa jenis kamar yang ditawarkan oleh Airy Rooms. Jaminan kenyamanan yang mereka tawarkan meliputi wifi gratis, air hangat, tempat tidur bersih, perlengkapan mandi, air minum gratis, TV, dan AC.

Airy Rooms, Pilihan Kamar Nyaman Saat Bepergian

Sebagai catatan, untuk Airy Syariah, maka pasangan berbeda jenis kelamin harus menujukkan dokumen yang menyatakan memiliki hubungan suami isteri. Di samping itu, pihak hotel mungkin akan meminta deposit untuk pembayaran yang tak terduga.

Selain menyediakan kamar, situs Airy Rooms juga menyediakan pembelian tiket pesawat online. Harga yang ditawarkan tidak kalah bersaing dengan situs penyedia tiket pesawat lainnya. Bahkan suami saya baru saja terbang dengan tiket pesawat yang dibeli melalui situs tersebut.

Aplikasi Airy Rooms sudah tersedia di Playstore. Beberapa hari terakhir ini iklan yang muncul gemar menampilkan promo diskon penerbangan.

Saat ini saya sendiri belum pernah menginap di kamar dari Airy Rooms. Tapi sepertinya iklan dan review salah seorang teman blogger sudah cukup untuk meyakinkan saya. Jika saya punya kesempatan untuk terbang dan menginap lagi, sepertinya pilihan saya akan jatuh pada AiryRooms.

Cara Mengukur Jarak Dengan Google Maps di Android

April 23, 2018 6
Beberapa waktu yang lalu, seseorang mengupdate status di facebook dan menyatakan bahwa dirinya telah berjalan sejauh 1 Km menuju Mushalla Ar Raudhah untuk menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul. Bagi saya yang orang biasa, hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah. Karena hari itu, mobil dan motor memang dilarang masuk. Semua orang diharuskan berjalan karena Sekumpul dipenuhi oleh lebih dari satu juta orang.

Tapi status tersebut memperoleh banyak komentar yang menyatakan bahwa orang tersebut berjalan tidak sejauh itu. Ada yang menyatakan hanya 150 m, 200 m, dan paling jauh mengatakan paling cuma 400 m. Berbeda dengan kebanyakan jemaah yang memang harus jalan kaki. Orang tersebut dikawal dengan mobil dan bisa masuk ke Jl. Pendidikan. Banyak saksi mata yang melihat lokasi orang tersebut turun dan mulai berjalan kaki.

Saya sendiri, meskipun juga berada di Sekumpul, tidak melihat langsung kedatangan orang tersebut. Saya hanya bisa menonton di TV Ar Raudhah yang menyiarkan secara langsung saat orang tersebut sudah memasuki mushalla.

Meski begitu saya juga penasaran dengan kebenaran cerita tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mengukur jarak dari Jl. Pendidikan ke Kubah Guru Sekumpul melalui aplikasi Google Maps di android.

Cara Mengukur Jarak Dengan Google Maps di Android

Buka aplikasi Google Maps
Ketikkan lokasi tujuan, misalnya Makam (Kubah) Abah Guru Sekumpul


Klik Petunjuk Arah


Klik Lokasi Anda,

Pilih titik awal, pilih di peta


Geser dan zoom peta pada pin, kemudian letakkan pin pada lokasi yang diinginkan
(Saya meletakkan pin pada salah satu ruas Jl. Pendidikan)
Klik Oke


Di Google Maps terdapat pilihan waktu tempuh, baik untuk mobil, motor, maupun pejalan kaki. Jarak yang harus ditempuh juga diperlihatkan di sana.

Cara Mengukur Jarak Dengan Google Maps di Android

Berdasarkan Google Maps saya memperoleh bahwa jarak dari Jl. Pendidkan No.3 ke Makam Abah Guru Sekumpul sejauh 350 m jika dilewati melalui Gang Ri'ayah. Adapun musholla Ar Raudah lokasinya bersebelahan dengan Kubah.

Berhubung saya tidak tahu dimana persisnya orang tersebut turun dari mobilnya, maka jarak di atas hanyalah perkiraan. Selain itu Abah Guru Sekumpul mengajarkan untuk tidak berburuk sangka kepada orang lain.

Selain dengan mengetikkan lokasi tujuan, kita juga bisa mengukur jarak dengan meletakkan Pin pada lokasi yang ingin dituju.

Demikianlah cara mengukur jarak dengan Google Maps di Android. Semoga bermanfaat.

Mengapa Saya Belum Beralih ke 4G

April 20, 2018 15
Saya kembali mendapat SMS notifikasi dari Telkomsel. Kali ini merupakan himbauan untuk berganti kartu ke 4G Telkomsel di GraPARI terdekat dengan biaya Gratis dan iming-iming ekstra kuota sampai dengan 5GB. Seperti biasa SMS tersebut saya abaikan saja.

Mengapa saya belum beralih ke 4G?

Padahal saya suka sekali menulis tentang teknologi. Mungkin terasa aneh jika ternyata saya masih bertahan dengan 3G. Tapi begitulah kenyataannya. Tentu saja ada beberapa alasan yang mendasarinya.

Mengapa Saya Belum Beralih ke 4G

HP Android Saya Belum Support LTE

Saat ini saya menggunakan HP Vivo Y31 yang belum mendukung jaringan LTE atau 4G. Saat dulu memutuskan membeli android ini, promosi 4G belum segenjar sekarang. Waktu itu saya berpikir bukanlah masalah membeli HP yang belum support LTE. Lagi pula saat itu budget saya memang di bawah 2 juta.

Sekarang, promosi 4G dimana-mana. Harga kuota 4G juga jauh lebih miring. Sangat menggiurkan bagi kebanyakan orang.

Sayangnya saya bukanlah tipe orang yang akan membeli HP baru selama HP yang ada masih bagus dan layak digunakan. Saya masih bisa mengirim SMS dan melakukan panggilan telepon dengan lancar. Internetan meskipun hanya dengan jaringan 3G bukanlah masalah. Saya masih bisa update blog dan baca artikel kapan saja.

Selain itu, HP Vivo ini memorinya bagus sekali. Meskipun ada lebih dari 60 aplikasi yang saat ini terinstal di HP saya, programnya tetap berjalan lancar. Belum ada keluhan.

Oleh karena itu saya belum ada niat untuk beli HP baru. Iklan 4G belum cukup untuk memotivasi saya

Sinyal 4G Belum Mencapai Lokasi Tempat Tinggal Saya

Alasan berikutnya yang tidak kalah penting adalah, tempat tinggal saya belum dicapai oleh sinyal 4G. Jadi sia-sia saja jika saya punya kuota dan HP yang mendukung 4G namun sinyalnya tidak ada.

Saya memang tidak tinggal di desa terpencil, tapi saya juga tidak tinggal di kota. Untuk listrik dan sinyal 3G sudah sangat bagus di sini. Hanya saja sinyal 4G memang belum sampai.

Adapun di tempat kerja saya sudah didukung oleh sinyal 4G. Tapi biasanya saya menggunakan paket data internet di rumah. Oleh karenanya keberadaan sinyal 4G di tempat tinggal saya yang jadi faktor penentu.

Karena dua alasan di atas lah saya belum beralih ke 4G. Jika salah satu alasan di atas mengalami perubahan, bisa jadi saya akan beralih ke 4G. Untuk saat ini cukup bersyukur dengan apa yang ada.

Tokopedia Kini Menggunakan Akun WhatsApp Bisnis Terverifikasi

April 18, 2018 8
Bulan ini saya kembali menggunakan aplikasi Tokopedia untuk membayar tagihan listrik rumah lama. Kebetulan bulan ini ada promo gratis biaya admin. Meskipun cuma selisih Rp 2.500,- tapi lumayan lah. Lagi pula saya bayarnya cukup dengan menekan tombol di Hp android. Tidak perlu pergi kemana-mana.

Seperti biasa jika transaksi berhasil saya akan mendapatkan notifikasi dari Tokopedia. Notifikasi biasanya muncul di aplikasi Tokopedia dan juga dikirim ke email.

Kali ini ada sesuatu yang berbeda. Saya juga mendapat notifikasi berhasil lewat pesan WhatsApp. Meskipun saya belum menyimpan nomor yang masuk itu sebelumnya, namun di sana tertulis bahwa pengirimnya adalah Tokopedia.


Rupanya saya memperoleh pesan dari Akun Bisnis yang terverifikasi sebagai Tokopedia. Saat saya mengklik keterangan akun tersebut terdapat tulisan Business Terverifikasi. Kemudian di bawahnya adalah alamat situs resmi Tokopedia.

Tokopedia Kini Menggunakan Akun WhatsApp Bisnis Terverifikasi

Penggunaan Akun WhatsApp Bisnis sepertinya sudah mulai dilakukan oleh situs belanja online. Mereka pun bisa mengirim pesan singkat melalui WA kepada para penggunanya yang juga menggunakan WA pada nomor Hp yang terdaftar.

Bagi yang tidak suka dengan adanya pesan dari Akun Bisnis ini dapat memblokir akun WA yang tidak diinginkan. Saya pribadi tetap membiarkannya selama yang datang hanya pesan notifikasi transaksi. Jika sudah ditambah dengan pesan berupa notifikasi iklan, bisa diblokir di masa depan.

Bagi yang juga memiliki bisnis dan menggunakan wa sebagai transaksi mungkin bisa mencoba Akun WA Bisnis seperti Tokopedia. Dengan memverfikasi akun WA bisnis, maka tingkat kepercayaan pembeli bisa meningkat.

Semoga bermanfaat.

Pengalaman Pertama Naik Grab, Tidak Terduga

April 17, 2018 11
Rasanya baru siang itu saya berbalas komentar dengan salah seorang teman blogger. Saya minta didoakan akan segera naik Grab pekan tersebut. Di luar dugaan, saya beneran naik Grab pada malam harinya.

Sayangnya, ini bukanlah pengalaman pertama yang menyenangkan. Bukan pelayanannya yang salah. Tapi alasan saya menggunakan Grab yang tak terduga. Malam ini saya mengantarkan adik ke rumah sakit dengan diantar Grab.

Semula ibu menelpon seorang kenalan perawat. Siapa tahu dia bisa membantu transportasi untuk ke rumah sakit. Tapi setelah setengah jam lebih tak ada kabar.

Saya pun berusaha menggunakan aplikasi grab. Sama seperti pengalaman awal, tidak ada satu supir pun yang berada dalam jangkauan.

Saya berusaha menelusuri lokasi Grab di Martapura. Ada beberapa supir yang terlihat di sana. Sampai sebuah ide muncul di kepala saya.

Saya mencoba memasang pin lokasi awal dekat dengan Martapura. Sehingga jika ada supir terdekat bisa menerima. Urusan kenyataannya saya ada di Astambul, bisa dibicarakan belakangan.

Sambil saya berusaha memasang pin di lokasi yang bagus, saya melihat sebuah mobil yang bergerak di Jl. A. Yani dan sepertinya mengarah ke Astambul.

Ketika saya mencoba pasang pin lokasi lagi, akhirnya ada supir yang menanggapi permintaan saya. Kemudian langsung mengirim pesan lewat chat.

Tapi saya sendiri malah kelabakan. Memastikan mobil yang dipesan lewat kenalan mama tersedia atau tidak. Setelah memastikan tidak ada, baru saya membalas pesan dari supir Grab.

Berhubung rumah kami berada di tepi jalan, maka mobil Grab tersebut cepat saja sampainya. Kami pun segera naik mobil dan menuju rumah sakit.

Dalam perjalanan, saya sempat ngobrol dengan supir Grab tersebut. Ternyata rumahnya juga di Astambul dan sedang dalam perjalanan pulang. Entah kenapa malam itu dia masih menyalakan aplikasi Grab miliknya. Sehingga bisa dicapai dari lokasi saya.

Oleh karena itu pula mudah saja baginya menemukan rumah kami. Dia bahkan mengaku telah memfotokopi dokumen untuk melamar Grab di fotokopian yang ada di rumah kami.

Akhirnya kami sampai ke rumah sakit dengan selamat. Saya sangat berterima kasih kepada supir Grab yang telah mengantarkan kami. Tidak lupa saya memberikan bintang lima untuknya, dan tentu saja membayar tarifnya.

Dari supir Grab ini juga saya tahu, jika di peta Grab tidak terlihat armada, berarti memang tidak ada supir Grab di sekitar wilayah tersebut.

pengalaman pertama naik grab

Berhubung rumah sakit berada di Martapura, insya Allah supir Grab selalu tersedia di sana.

Demikianlah pengalaman pertama saya naik Grab. Yang semula saya berharap naik Grab pertama kali untuk keliling kota Makassar, akhirnya malah ke rumah sakit mengantarkan adik.

Tapi semua adalah skenario Allah, tak ada yang perlu disesali. Kesembuhan adik saya lebih utama.

Cetak Buku Tabungan Bank Kalsel di Cabang Lain Harus Lewat CS

April 16, 2018 4
Hari sebelumnya saya mendapat pesan WA untuk mengumpulkan fotokopi mutasi transaksi di buku tabungan bank kalsel yang saya miliki untuk urusan administrasi. Karena saya bukanlah orang yang membawa buku tabungan setiap hari, maka hari berikutnya saya bisa ke bank.

Dalam pesan pemberitahuan, ada dua cabang Bank Kalsel yang bisa saya datangi, yaitu cabang Banjarbaru dan Martapura. Jika dibandingkan dengan tempat saya bekerja, maka Bank Kalsel cabang Banjarbaru lokasinya lebih dekat. Maka saya putuskan untuk izin sebentar dan pergi ke bank tersebut.

Sesampainya di Bank Kalsel cabang Banjarbaru, satpam yang bertugas menanyakan keperluan saya. Dia juga bertanya di cabang mana saya membuka tabungan. Saya katakan bahwa saya ingin mencetak buku tabungan dan membuka tabungan di cabang Martapura. Satpam tersebut kemudian memberikan saya nomor antrian dan mempersilakan saya menunggu.

Saat menunggu itulah saya sadar bahwa nomor antrian yang saya peroleh bukan untuk ke Teller, melainkan untuk ke Custumer Service (CS). Setelah sadar, saya kembali ke satpam dan bilang mau antri ke Teller saja. Tapi satpam mengatakan bahwa jika dari cabang lain, maka cetak buku tabungan harus lewat CS.

Cetak Buku Tabungan Bank Kalsel

Saya pun kembali duduk dan melihat nomor antrian yang saya miliki, yaitu 23. Sedangkan antrian terakhir yang baru dipanggil adalah 16. Jika itu adalah antrian ke Teller maka tidaklah seberapa. Tapi untuk antrian ke CS, jadinya adalah lama.

Kebetulan mood saya lagi tidak baik hari itu. Dan saya sangat malas untuk menunggu. Akhirnya saya kembali mendatangi satpam dan menyerahkan nomor antrian yang saya miliki sambil berkata. "Ngga jadi. Nungguinnya lama. Saya ke Martapura aja."

Setelah itu pun saya langsung memabawa sepeda motor saya ke Martapura.

Jarak ke Martapura sebenarnya tidak jauh. Kira-kira sekitar 10 menit bagi saya.

Sesampainya di bank Kalsel cabang Martapura, saya kembali berhadapan dengan satpam dan ditanya tujuan saya. Kali ini saya berbohong dan bilang mau menabung. Saya pun dipersilakan mengambil nomor antrian.

Kali ini saya mendapat nomor antrian 17 untuk ke Teller. Hanya berjarak dua orang, nomor antrian saya sudah dipanggil.

Saat ditanya oleh petugas, saya katakan ingin mencetak buku tabungan saya. Saya menyerahkan buku tabungan dan KTP kepada Teller bank.

Teller kemudian mulai mengetik di keyboard yang ada di hadapannya. Kemudian meletakkan buku tabungan di printer dan mencetak buku tabungan saya.

Setelah selesai, saya bertanya kepada Teller perihal mencetak buku tabungan di bank Kalsel cabang lain. Menurut Teller tersebut, hal ini tergantung kebijakan pimpinan di cabang tersebut. Petugas Satpam biasanya akan mengarahkan ke meja mana nasabah harus menuju.

Untuk memastikan sekali lagi, saya bertanya dengan permisalan. Jika saya membuka rekening di Cabang Banjarbaru dan ingin mencetak buku tabungan di cabang Martapura, apakah bisa langsung ke Teller.

Menurut Teller tersebut, kebijakan di cabang Martapura sendiri, jika berasal dari cabang lain, maka untuk mencetak buku tabungan harus ke CS.

Dengan kata lain kebijakan di bank Kalsel cabang Banjarbaru dan Martapura sama saja.

Yang muncul dalam pikiran saya, bagaimana jika nasabah ingin menabung dan berasal dari cabang lain. Apa harus ke CS juga. Tapi saya tidak menanyakannya ke Teller. Merepotkan saja.

Bank Kalsel memang bank lokal. Beberapa kebijakannya memang berbeda dengan bank umum lainnya. Sebagai nasabah, saya hanya bisa mengikuti saja.

Walaupun kenyataannya, saya lebih suka menggunakan aplikasi mobile bankingnya saja. Hanya pada saat-saat tertentu saya harus pergi dan berurusan langsung di bank.

Contact Form

Name

Email *

Message *