4 Aplikasi Legal Buat Nonton Drama Gratis

Berhubung saya kemarin banyak menghabiskan waktu dengan menonton drama, saya pun jadi menginstal beberapa aplikasi agar bisa menonton drama dengan nyaman.

Dulu, saya termasuk orang yang suka mendownload drama dari situs apapun yang menyediakannya. Kini, saya mulai beralih ke aplikasi yang memang memiliki hak siar untuk menyebarkan drama tersebut. Anggaplah saya mulai beralih sedikit demi sedikit untuk lebih menghargai karya orang lain.

Inilah 4 Aplikasi Legal Buat Nonton Drama Gratis yang pernah saya coba:

1. VIU
viu

Aplikasi VIU adalah aplikasi penyedia drama yang paling populer saat ini. Aplikasi ini sudah didownload lebih dari 50 juta kali. Saya termasuk di dalamnya. Moyoritas drama di aplikasi ini adalah drama Korea.

VIU menyediakan berbagai drama, mulai dari dram Korea, Jepang, China, dan Thailand. Selain drama seri, tersedia juga movie di sini. Juga ada pilihan jika penonton memutuskan untuk mendownload drama yang ingin ditonton. Aplikasi ini menyedia subtitle dalam bahasa Indonesia.

2. VIKI

Aplikasi VIKI menyediakan drama Korea, Jepang, China, Kpop, maupun live steaming. Aplikasi ini juga sudah menyediakan subtitle dalam bahasa Indonesia. Kebanyakan drama di sini adalah drama Korea.

3. WeTV

Saat ini, karena saya sedang suka menonton drama China, saya pun lebih sering menonton di WeTV. Selain drama Korea dan Jepang, andalan utama WeTV adalah drama China. Bahkan kita bisa menonton drama China yang didubbing dengan pengisi suara Indonesia. Namun saya lebih suka menonton dengan suara asli dan subtitle. Drama di aplikasi ini juga bisa di download agar bisa ditonnton pada saat offline.

Baca Juga Kelebihan dan Kekurangan Nonton Drama di WeTV

4. IQIYI

Dibandingkan aplikasi di atas, IQIYI mungkin kurang populer. Tapi ada beberapa video yang hanya bisa dinikmati lewat aplikasi ini. Misalnya acara Youth With You dimana Lisa menjadi salah satu juri di sana.

Kelebihan dan Kekurangan

Secara umum keempat aplikasi tersebut menyediakan drama Korea, China, Jepang, Thailand, beberapa reality show dan siaran TV. Hanya saja garis besar masing-masing memiliki kecenderungan. Saya akan menyatakan bahwa VIU dan VIKI untuk penggemar drama Korea. Sedangkan WeTV dan IQIYI untuk penggemar drama China. Setiap aplikasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Meski begitu, semuanya saling melengkapi.

Beberapa drama tidak tersedia di WeTV, namun ada di IQIYI, begitu pula sebaliknya. Adapula drama yang tidak ada di VIKI namun tersedia di VIU. Oleh karenanya, ketika ingin menonton drama baru, saya suka menelusuri semua aplikasi tersebut.

Meskipun aplikasi ini gratis, namun ada beberapa drama yang hanya bisa ditonton dengan akun premium. Selain itu, saat menonton dengan akun gratis, akan ada iklan di awal episode.

Bagi yang tidak ingin terganggu iklan dan menonton semua drama yang tersedia, sebenarnya mudah saja, yaitu dengan mendaftar akun premium. Hanya dengan Rp 15.000,- perbulan, sudah bisa mengakses semua drama dalam satu aplikasi.

Membayar untuk hiburan memang suatu pilihan. Tapi kalau masih banyak hiburan gratis yang legal, kenapa memaksa untuk menonton dari situs ilegal. Selamat menonton.

Kelebihan dan Kekurangan Nonton Drama di WeTV

Kelebihan dan Kekurangan Nonton Drama di WeTV
Dari berbagai aplikasi nonton drama yang terinstal di HP saya, saat ini saya paling sering menggunakan aplikasi WeTV. Alasan utamanya adalah karena saya sedang senang menonton Drama China.
Karena lebih dari saya bulan sudah menggunakan aplikasi ini, saya pun ingin menulis review tentang aplikasi ini, baik kelebihan maupun kekurangannya.

Kelebihan Aplikasi WeTV


1. Menyediakan banyak pilihan drama China

Ada banyak sekali drama China yang bisa ditonton secara gratis di sini. Mungkin beberapa judul yang terkenal adalah Eternal Love of Dream, Love O2O, You Are My Destiny, Cinderella Chef, dan lain-lain. Selain itu juga menyediakan reality show seperti Produce 101 dan Chuang 2020.

2. Menyediakan Drama-drama Terbaru

Beberapa drama yang masih dalam tahap ongoing sudah bisa dinikmati melalui aplikasi WeTV. Setelah tayang di TV, dramanya langsung bisa ditonton di WeTV sesuai jadwal rilis. Akun VIP bisa menikmati drama lebih cepat satu pekan daripada akun gratis.

3. Menyediakan Subtitle Indonesia

Untuk bisa populer di Indonesia, tentunya aplikasi ini menyediakan subtitle dengan Bahasa Indonesia. Selain itu juga tersedia subtitle dengan Bahasa Inggris dan China. Sebenarnya saya pribadi tidak masalah dengan subtitle Bahasa Inggris. Tapi ada masanya saya sedang malas untuk berpikir lebih saat membaca.

4. Drama bisa di download

Menu download ini sangat penting bagi saya, karena saya memanfaatkan paket unlimited di siang hari dan menonton di malam hari sambil offlline. Sangat membantu sekali. Saat mendownload ada beberapa pilihan resolusi yaitu, 144P, 360P, 480p, 720P dan 1080P. Saya pribadi memilih ukuran 360P karena bagi saya gambarnya sudah bagus. Selain itu ukurannya pun kecil, tidak sampai 100MB untuk satu video. Sangat hemat kuota.

5. Menyediakan Drama versi Dubbing Bahasa Indonesia

Saat ini, ini termasuk yang sulit dicari menurut saya. Drama dengan dubbing Bahasa Indonesia. Tak perlu repot membaca terjemah, cukup tonton dan dengarkan. Hanya saja, saat ini saya lebih menimati mendengar suara bahasa asli. Sehingga saya tidak memanfaatkan fasilitas ini. Selain itu, tidak semua drama tersedia versi dubbing.

6. Menyediakan banyak pilihan resolusi untuk menonton

Seperti hal nya menu download, ada berbagai pilihan resolusi untuk menonton yaitu, , 144P, 360P, 480p, 720P dan 1080P. Sekali lagi, saya penggemar ukuran 360P.

7. Pendaftaran VIP mudah dan murah

Agar bisa menonton semua drama tanpa batasan dan terbebas dari iklan, saya mendaftar akun VIP. Biayanya hanya Rp 15.000,- perbulan. Pembayarannya dengan Gopay. Sangat mudah dan praktis.

Kekurangan Aplikasi WeTV


1. Tidak semua drama China ada di WeTV

Meskipun memuat banyak drama, bukan berarti semua drama ada di sini. Untuk drama yang tidak tersedia di WeTV biasanya saya menontonnya lewat aplikasi lain.

2. Ada iklan di akun gratis

Namanya juga gratis, sebenarnya logis jika ada iklan. Lagi pula iklannya tidak eksesif. Hanya muncul di awal dan akhir episode saja.

3. Drama akun gratis terbatas

Sekali lagi, namanya juga gratis. Jadi tidak semua drama bisa ditonton. Untuk beberapa drama yang masih ongoing, episode awalnya gratis, adapun beberapa episode terakhir biasanya berupa VIP dan baru menjadi gratis satu pekan kemudian

4. Drama gratis jadi VIP

Ini yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Jadi waktu itu saya masih menonton drama Eternal Love of Dream yang bisa ditonton gratis sampai tamat. Berhubung episodenya banyak saya pun tidak cukup satu minggu menontonnya. Apalagi diselingi dengan tontonan lain. Suatu ketika, ketika saya ingin melanjutkan menonton, drama ini sudah berubah menjadi VIP. Saya yang terlanjur penasaran pun akhirnya mendaftar akun VIP. Untung saja pendaftarannya mudah dan murah.

5. Beberapa subtitle tidak muncul saat didownload

Dibandingkan dengan Youtube, saya suka WeTV karena subtitle tetap muncul pada video hasil download. Meski begitu, ada kalanya beberapa subtitle tidak muncul saat offline. Saya pun harus online agar subtitle muncul. Setidaknya, hanya subtitlenya saja yang perlu sedikit data.

Demikianlah berbagai kelebihan dan kekurangan yang bisa saya rangkum selama menggunakan aplikasi WeTV. Meski ada kekurangan, saya tetap merekomendasikan aplikasi ini bagi yang suka menonton drama China.

Cara Mengatur Batas Penggunaan Data Internet di Andoid

Apakah Anda orang yang suka membatasi penggunaan data internet Anda? Apa alasannya?

Ada beberapa alasan penggunaan data internet diberikan batasan. Misalnya supaya anggaran pengeluaran untuk internet tidak membengkak. Juga sebagai pengingat bahwa sudah waktunya istirahat dari penggunaan internet. Dapat juga digunakan pada HP anak agar dia sadar bahwa sudah terlalu lama bermain HP.

Pembatasan penggunaan data juga bisa digunakan untuk provider yang bisa menyerap pulsa saat kuota habis. Dengan adanya pembatasan ini, pemakaian internet akan terputus ketika batas pemakaian telah tercapai. Pulsa pun bisa terselamatkan.

Masih ada beberapa alasan lain seseorang membatasi penggunaan internetnya. Meski begitu, saya pribadi, tidak termasuk di dalamnya.

Saat ini, HP yang saya gunakan memberikan menu pengaturan pembatasan penggunaan internet harian. Meski saya tidak mau membatasi penggunaan paket data, tapi saya menggunakannya untuk memantau berapa banyak data internet yang saya gunakan setiap harinya.

Sepertinya tidak semua HP android menyediakan menu ini. Tapi ada juga yang menyediakannya, termasuk diantaranya HP Realme C3 yang saya gunakan.

Cara Mengatur Batas Penggunaan Data Internet Harian di Android.

Buka Pengaturan
Pilih Kartu SIM dan Data Seluler
Pilih Penggunaan Data

Pilih Batas Seluler
Pilih Batas Data Seluler Harian
Cara Mengatur Batas Penggunaan Data Internet di Andoid

Pilih nilai yang diinginkan, atau masukkan angka pada pilihan khusus

Kini saya sudah berhasil mengaktifkan pembatasan penggunaan kuota internet harian. Saya bisa melihat angka penggunaan paket internet pada hari itu pada menu atas di anroid.

Selain mengatur batas penggunaan harian, saya juga bisa memilih untuk membatasi penggunaan bulanan saja.

Cara Mengatur Batas Penggunaan Data Internet Bulanan di Android.

Buka Pengaturan
Pilih Kartu SIM dan Data Seluler
Pilih Penggunaan Data
Pilih Batas Seluler
Pilih Batas Data Seluler Bulanan

Akan muncul peringatan yang menyatakan bahwa penggunaan data internet akan dimatikan secara otomatis jika sudah mencapai batas, klik OK.
Masukkan angka yang diinginkan
Klik Simpan

Anda bisa memilih untuk mengaktikan batas penggunaan data bulanan saja, atau harian saja, maupun keduanya sekaligus.

Saya pribadi hanya mengaktifkan batas penggunaan data internet harian. Itu pun karena sekedar ingin memantau saja. Saya tidak pernah melewati batas 5 GB yang saya tetapkan.

Sebagai catatan, jumlah data yang dihitung oleh operator dapat berbeda dengan yang dicatat perangkat. Sebaiknya mengatur pembatasan pada angka yang lebih rendah daripada kuota internet yang tertera dari provider.

Demikianlah cara membatasi penggunaan data internet di android. Semoga bermanfaat.

Beli Kartu Memori Eksternal 128 GB

Selama ini, saya merasa cukup dengan memori internal HP sebesar 32 GB. Meskipun sekarang hanya menyisakan ruang penyimpanan 6 GB, masih bisa menampung berbagai hal lainnya maupun operasional aplikasi di android.

Namun sejak memutuskan untuk membuat video di YouTube, saya menyadari bahwa memori tersebut sudah tidak cukup lagi. Mau tidak mau saya harus membeli kartu memori eksternal.

Sebelum berangkat ke toko, saya mencari informasi dulu, berapa kapasitas memori terbesar yang bisa ditampung oleh Readme C3. Dari artikel yang saya baca, HP ini bisa menampung memori eksternal hingga 250 GB. Kami pun sudah bisa pergi ke toko.

Karena tidak mau ribet, kami pergi ke toko elektronik langganan kami. Di toko pertama, saat ditanyakan, kartu memori terbesar yang tersedia adalah 32 GB, memori dengan kapasitas lebih besar sedang kosong. Karena merasa belum cukup, kami mencoba di toko selebahnya yang sebenarnya masih satu naungan. Kartu memori terbesar yang tersedia adalah 128 GB.

Suami saya pun langsung mengusulkan beli 128 GB saja. Awalnya saya sempat berpikir ingin membeli kartu memori 64 GB. Namun setelah dipikir lagi, tidak ada salahnya beli dengan memori yang lebih besar. Lagi pula masih cocok dengan HP nya.

Begitu harganya ditanyakan, jawabannya adalah 250 ribu. Dalam hati saya langsung berkata, "Mahal!"

Padahal jika dibandingkan flashdisk 2 GB terakhir yang pernah saya beli, harganya menjadi terlihat murah untuk ukuran 128 GB.

Lagipula uangnya juga sudah dianggarkan dan mencukupi. Kami pun membeli kartu memori micro SD merk V-Gen tersebut.

Sebelumnya saya memang tidak sempat mencari tahu harga pasaran kartu memori eksternal untuk HP. Tapi membandingkan harga online dengan beli langsung di toko tentu berbeda. Lagi pula kami tidak mau ribet, makanya langsung beli di toko tersebut tanpa membandingkan dengan toko lain.

Kalau ingin membandingkan, saya jadi teringat tahun 2006 ketika pertama kali saya mengenal flashdisk. Waktu itu saya membeli sebuah flashdisk 256 MB seharga lebih dari seratus ribu. Jika membandingkan dengan masa tersebut, sungguh 128 GB seharga Rp 250.000,- adalah sangat murah.

Dari pada memikirkan harga barang yang sudah dibeli, bukankah lebih baik menggunakan dan memanfaatkan barang tersebut dengan sebaik-baiknya.

Dengan memori sebesar 128 GB, saya bisa membuat dan menyimpan banyak video dengan kualitas yang baik. Hanya saja, semakin besar ukuran video, maka semakin besar pula kuota internet yang diperlukan untuk menguploadnya. Sepertinya saya pun harus memanfaatkan paket unlimited kartu Three saya yang limited kecepatannya.

Berkompromi dengan Video Layar Vertikal

Selama ini, saya sudah terbiasa dengan video layar horizontal atau tampilan lanscape. Oleh karenanya, ketika saya membuat video tangkapan layar HP, saya terjebak dengan orientasi layar.

Video yang saya buat tampilannya adalah portrait atau vertikal seperti tampilan HP. Saat melihat videonya saja, orientasinya sebenarnya sudah cocok menurut saya.

Tapi ketika diupload ke Youtube, saya sadar bahwa tampilan video ini tidak biasa. Ketika video diputar lewat smartphone, video akan terpotong jika penonton tidak membuka layar penuh. Saya pun merasa sedikit kecewa.

Akhirnya saya pun mencoba mengedit video tersebut agar berbentuk landscape. Ada banyak aplikasi video editing. Setidaknya saya masih mampu sekedar mengubah orientasinya.

Sayang setelah diubah ke tampilan landscape, saya merasa tampilan videonya menjadi terlalu kecil. Malah tidak memuaskan ketika diputar lewat HP. Saya pun mencoba mengambil jalan tengah dan mengambil ukuran 1:1. Namun hasilnya tetap tidak memuaskan.

Saya pun kembali menonton video vertikal yang telah saya rekam. Jika video ditonton lewat HP, memang vertikal adalah tampilan idealnya.

Saya pun kembali membuka Youtube, bukankah Youtube sekarang lebih friendly terhadap video vertikal. Ada menu layar penuh dimana video bisa tampil maksimal tanpa mengubah orientasinya.

Justru saya lah yang masih terjebak dengan pikiran kuno. Selama ini, kebanyakan video di Youtube memang berbentuk landscape/horizontal. Tapi tak ada larangan video berbentuk vertikal.

Lagi pula, video yang saya bikin adalah video tangkapan layar Hp yang notabenenya memang vertikal. Mengapa harus mengikuti arus maintream horizontal.

Baiklah, saya adalah pembuat video amatir. Sepertinya saya harus mengurangi beban saya dengan arah rotasi video ini. Sebaiknya upload video apa adanya saja.

Berkompromi dengan video layar vertikal adalah kemudahan yang harus saya apresiasi.

Pemakaian Data Internet Bulanan

Berapa banyak kuota internet yang Anda habiskan setiap bulannya?
Berapa rupiah uang yang Anda habiskan untuk membeli kuota internet setiap bulannya?

Untuk pertanyaan pertama, agak sulit bagi saya selama ini untuk menjawabnya. Karena saya menggunakan paket internet unlimited harian. Maka penggunaan setiap harinya tidak pasti. Di akhir bilan saya tidak tahu berapa GB yang telah saya habiskan.

Sedangkan untuk pertanyaan kedua, setidaknya saya bisa memperkirakan jawabannya, yaitu kurang dari seratus ribu rupiah perbulan. Atau sekitar Rp 60.000,- karena saya menggunakan paket Always On dari kartu Three.

Baca juga Pengalaman Menggunakan Paket Always On Kartu Three

Setelah menggunakan HP Realme, saya menemukan ada menu di pengaturan yang mengatur dan menunjukkan banyaknya penggunaan paket data internet baik harian maupun bulanan.

Memasuki awal bulan Juli, saya pun ingin melihat ke belakang dan mengetahui banyaknya penggunaan paket data internet bulan Juni. Inilah data yang saya dapatkan.


Ternyata bulan kemarin saya telah menghabiskan paket data internet sebesar 43 GB. Angka yang sangat besar bagi saya yang selama ini merasa hemat dalam penggunaan internet.

Di bagian bawah ada daftar aplikasi dengan data penggunaan internet masing-masing diurutkan dari yang paling besar mengkonsumsi paket data.

Tiga aplikasi teratas yaitu WeTV, YouTube, dan Google Chrome.

WeTV adalah aplikasi untuk menonton drama, mayoritas drama China. Saya akui, bulan lalu saya memang begitu banyak menonton drama. Apalagi saya bisa mendownload drama lewat aplikasi ini. Masih banyak drama yang sudah saya download namun belum saya tonton. Tidak heran aplikasi ini menduduki peringkat teratas.

Aplikasi YouTube juga banyak memakan data. Selain menonton hiburan, saya juga mulai meng-upload video di YouTube. Tentu paket data internet yang digunakan tidak sedikit.

Browser favorit saya masih Google Chrome, baik di laptop maupun android. Ketika saya penasaran akan sesuatu, saya akan langsung browsing di  karesini.Oleh karenanya tidak heran aplikasi ini menduduki peringkat ketiga. Saya juga sempat mendownload drama beberapa episode.

Adapun untuk urutan selanjutnya adalah aplikasi lain yang terinstal di HP saya. Tidak ada aplikasi lain yang menggunakan paket data internet lebih dari 1 GB dalam bulan kemarin.

Namun tetap saja, 43 GB adalah angka yang besar bagi saya. Jika menggunakan paket internet reguler, entah berapa rupiah habis untuk membeli kuota. Untungnya paket Always On Unlimited kartu Three bisa lebih hemat. Meskipun setiap hari harus  terbentur FUP dan kecepatan dibatasi.

Jika masih ingin menghibur diri, sebenarnya penggunaan internet tersebut memang dihitung oleh satu perangkat android yang saya gunakan. Namun kenyataannya saya menggunakan tethering dan berbagi jaringan dengan perangkat lain.

Saat blogging di laptop, saya menggunakan wifi paket internet dari HP. Kadang saya juga berbagi jaringan dengan suami untuk memanfaatkan paket unlimited di pagi hari. Jadi sebenarnya kuota 43 GB tersebut tidak dihabiskan oleh satu perangkat saja.

Sebenarnya berapa GB pun yang saya habiskan tiap bulannya tidak masalah. Toh yang terpenting uang yang digunakan tidak melebihi anggaran. Artikel ini ditulis sekedar untuk menanggapi jumlah penggunaan data internet bulanan yang baru saya ketahui. Entah bulan depan akan lebih banyak atau berkurang.

Bagaimana dengan Anda? Berapa banyak kuota internet yang Anda habiskan setiap bulannya?

Cara Menambahkan Video Youtube di Artikel Blog

Berhubung saya sudah punya channel Mari Ngenet, langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah memasukkan video dari Youtube ke artikel yang saya tulis. Selain untuk melengkapi materi artikel, juga bisa saja dianggap salah satu cara untuk mempromosikan channel ini.

Ada dua cara untuk memasukkan video Youtube ke dalam artikel. Bisa dengan menggunakan menu insert video atau dengan cara embed video. Saya pribadi lebih menykai cara embed karena video yang muncul dasih dalamm iframe Youtube. Pembaca pun lebih mudah memilih untuk menonton atau mengabaikan saja video tersebut

Cara Embed Video Youtube Dalam Artikel Blog

Buka situs youtube
Cari dan buka video yang akan diembed
Klik share di bagian bawah video

Klik embed

Copy code yang muncul
Cara Embed Video Youtube Dalam Artikel Blog

Paste kan code tersebut ke dalam artikel blog pada tampilan html

Setelah artikel selesai, klik publish/publikasikan.

Untuk melihat contoh hasilnya silakan buka artikel berikut:

iPusnas, Aplikasi Legal Untuk Baca Ebook

Sangat mudah sekali. Semudah memasukkan gambar ke dalam artikel.

Untuk proses embed ini bisa berlaku untuk video Youtube milik siapa saja. Artinya tidak harus video milik kita sendiri. Tapi tentu saja harus disesuaikan dengan konten artikel.

iPusnas, Aplikasi Legal untuk Baca E-book

Selain membaca novel Tere Liye, saya juga suka membaca postingannya di Facebook. Kadang saya jadi terpancing untuk mengetahui informasi terbaru dari postingannya. Misalnya kasus guyonan Gusdur dan 3 polisi jujur.

Salah satu isi postingan Tere Liye di antaranya membahas agar pembaca menghindari buku dan ebook bajakan. Membaca itu sangat bagus, tapi bacalah dari sumber yang legal.

Sebagai penulis dan pembayar pajak yang taat, Tere Liye sangat membenci pembuat, penjual, dan pembeli buku bajakan. Sesungguhnya pembajakan itu saya dengan pencurian. Pun hal ini juga berlaku untuk kekayaan intelektual elektronik seperti ebook, musik, film, aplikasi dan sebagainya.

Karena seringnya postingan serupa sedikit banyak saya pun jadi terpengaruh dan mulai insaf. Setidaknya, saya mulai menonton drama di aplikasi legal. Pun, dari postingan Tere Liye ini pula saya dikenalkan akan sebuah aplikasi sayan sangat bagus sekali untuk pengemar buku elektronik yaitu iPusnas.

iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dalam aplikasi ini terdapat koleksi ribuan ebook yang bisa kita pinjam secara gratis dan legal.

Apa sih bedanya ebook di iPusnas dengan ebook yang kadang disebarkan lewat WA atau situs biasa?

Perbedaannya ada pada legalitasnya.

Pas lagi awal-awal #dirumahaja sempat beredar status WA yang membagikan ebook novel Tere Liye. Alasannya untuk menemani di rumah aja. Padahal kenyataannya, Tere Liye maupun penerbit tidak pernah membagikan ebook tersebut secara gratis. Dengan kata lain, ebook tersebut termasuk konten ilegal dimana penulisnya tidak rela.

Adapun ebook resminya hanya dijual di Google Play Book. Saya pernah membeli beberapa ebook Tere Liye dari play book.

Nah, lalu bagaimana jika ingin membaca ebook secara gratis namun tetap legal?

Jawabannya adalah dengan meminjamnya lewat aplikasi iPusnas. Mengapa harus meminjam dan bukan diberikan saja? Karena dalam proses meminjam, tidak ada penggandaan secara ilegal. Jumlah ebooknya tidak bertambah. Hanya saja bisa dibaca secara bergantian oleh anggota iPusnas.

Hal ini mirip seperti novel cetak yang kita beli kemudian kita pinjamkan kepada teman. Mau dipinjamkan ke berapa orang pun tidak masalah. Yang tidak boleh adalah mencopy buku tersebut kemudian menyebarkannya.

Dalam hal ini saya salut dengan aplikasi iPusnas yang telah dipersembahakn oleh perpustakaan nasional. iPusnas telah memberikan fasilitas kepada rakyat indonesia agar bisa membaca buku dengan mudah dan gratis.

Peminjaman buku di iPusnas, bukan berupa buku cetak, namun berupa ebook. Ebook yang dipinjam akan tersimpan di HP dan bisa dibaca secara online atau pun offline. Tapi namanya juga minjam, tentu saja ada batas waktu peminjaman. Jika batas peminjaman habis, buku akan otomatis dikembalikan ke perpustakan.

Bagi yang suka baca buku namun sudah susah melihat tulisan di kertas, mungkin bisa menjadikan iPusnas sebagai alternatif untuk membaca buku.

Mari budayakan membaca.