Cara Membalas Email Secara Otomatis (AutoReply) di Gmail

December 17, 2018 0
Sampai saat ini saya masih mengikuti pembelajaran Bahasa Arab secara online lewat WhatsApp. Setiap pekan ada PR yang harus diselesaikan dan dikirim lewat WA dan email. Setelah mengirim email, biasanya saya selalu langsung memperoleh email balasan. Email balasan tersebut berisi pernyataan konfirmasi bahwa email telah diterima.

Setiap pekan, email balasan yang saya terima isinya selalu sama. Waktu dibalasnya pun tepat setelah saya berhasil mengirim email. Oleh karenanya, saya yakin bahwa email yang saya terima adalah email balasan yang dikirim secara otomatis atau AutoReply.

Berhubung email tersebut juga menggunakan gmail seperti saya, maka saya pun penasaran bagaimana cara membalas email secara otomatis di gmail. Setelah ditelusuri, ternyata caranya mudah saja.

Cara Membalas Email Secara Otomatis di Gmail

Login ke akun gmail
Pilih setelan/setting di sebelah kanan atas atau kunjungi
https://mail.google.com/mail/u/0/#settings/general

Akan tampil menu general setting.
Silakan scrool ke bawah sampai menemukan Vacation Responder
Pilih Vacation Responder On
Tentukan First Day, atau tanggal pertama ingin mulai digunakannya email balasan otomatis.
Tentukan Last Day atau tanggai terakhir, boleh juga dikosongkan.
Tulis Subject atau Judul email balasan
Tulis email balasan yang ingin disampaikan.

Cara Membalas Email Secara Otomatis (AutoReply) di Gmail

Jika ingin membatasi agar email balasan hanya terkirim kepada email yang ada di kontak saja, silakan ceklist Only sent response to people in my contact. Jika ingin email balasan agar terkirim kepada semua email yang masuk, maka abaikan.

Terakhir, klik Save Changes.

Bagi yang penasaran apakah pengaturan tersebut sudah berhasil atau belum, bisa mencobanya dengan mengirim email dari email lain ke email yang sudah diatur tersebut. Jika berhasil, email balasan akan langsung diterima.

Ada beberapa alasan penggunaan email balasan otomatis. Diantaranya adalah :

- Sedang liburan. Sesuai namanya, vacation responder adalah email otomatis yang digunakan ketika yang bersangkutan sedang libur dan tidak bisa membalas email secara langsung. Isi email otomatis biasanya berisi pernyataan bahwa yang bersangkutan sedang libur dan akan segera merespon isi email setelah selesai liburan

- Konfirmasi Email Diterima. Seperti halnya email tugas PR yang saya kirim setiap pekan, tentu saya berharap agar email tersebut memang benar-benar terkirim. Maka adanya email balasan membuat saya yakin bahwa email memang benar-benar sampai. Isi balasannya pun sekedar konfirmasi bahwa email sudah diterima. Saya memang tidak mengharapkan balasan yang lain, karena komunikasi lebih banyak dengan WA

- Email Perusahaan. Beberapa perusahaan menggunakan email balasan otomatis. Seperti halnya email autoreply dari bantuan Google Adsense. Isinya biasanya menyatakan konfirmasi email sudah diterima dan menyatakan bahwa akan ada tindakan lanjut.

Setelah mengetahui beberapa alasan di atas saya belum memutuskan untuk menggunakan email balasan otomatis. Karena untuk saya pribadi hal tersebut belum penting. Tapi setidaknya, sekarang saya sudah tahu bagaimana mengirim email balasan secaraa otomatis di gmail.

Cara Bayar Zakat dan Sedekah Lewat BNI Syariah Mobile Banking

December 15, 2018 0
Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Adapun sedekah adalah ibadah yang bisa dilakukan kapan saja. Untuk memudahkan kaum Muslim dalam membayar zakat dan sedekah, ada beberapa lembaga yang ditunjuk untuk menyalurkannya.

Pembayaran zakat dan sedekah bisa diberikan langsung kepada orang yang berhak menerimanya, maupun melalui badan amil penyalur zakat. Zakat uang bisa diberikan langsung dengan datang ke badan penyalur, maupun melalui transfer.

Untuk memudahkan dalam penyaluran zakat dan sedekah, BNI Syariah mobile banking menyediakan menu untuk pembayaran zakat dan sedekah.

Cara Bayar Zakat dan Sedekah Lewat BNI Syariah Mobile Banking

Login ke akun BNI Syariah Mobile Banking
Pilih Pembayaran
Pilih ZIS dan Qurban

Cara Bayar Zakat dan Sedekah Lewat BNI Syariah Mobile Banking

Pilih Zakat atau Sedekah
Pilih Nama Badan Amil
- Bamuis BNI
- Baznas
- Beasiswa PPSDMS
- Dompet Dhuafa
- DPU Daarut Tauhid
- PKPU
- Rumah Zakat


Masukkan Nominal Pembayaran yang diinginkan
Pilih Rekening Debet
Klik Lanjut


Masukkan Password Transaksi
Klik Lanjut
Dana akan terkirim kepada rekening Badan Amil yang dipilih.

Dengan adanya menu ini, akan sangat memudahkan sekali untuk membayar zakat ataupun sedekah. Selanjutnya kita percayakan kepada badan Amil tersebut untuk menyalurkan zakat dan sedekah kepada yang berhak menerimanya.

Fitur Baru Matched Content, Bisa Blokir dan Pilih Artikel

December 10, 2018 6
Sudah lama tidak membuka beranda adsense di laptop. Rupanya ada beberapa pembaharuan dan fitur baru di sana. Salah satunya adalah setelah baru untuk matched content atau konten yang sesuai.

Sebelumnya publisher adsense tidak bisa mengatur artikel apa yang akan muncul pada matched content. Pengaturan yang ada hanya terkait tampilannya saja. Kali ini ada tiga fitur tambahan pada matched content yang bisa dimaksimalkan.

1. Keaktualan Waktu

Publisher bebas menentukan apakah ingin menampilkan semua artikel pada matched content atau hanya artikel terbaru saja. Pengaturan ini menurut saya berbeda bagi setiap blog, tergantung tema yang diusung. Untuk blog yang berisi puisi, maka tidak masalah dengan artikel lama. Namun untuk blog berita sepertinya lebih menyakai artikel terbaru.

2. Daftar Blokir

Daftar blokir memungkinkan penayang untuk memblokir halaman tertentu yang tidak ingin ditampilkan pada matched content. Saya juga memanfaatkan fitur ini untuk memblikir beberapa halaman yang tidak diinginkan, seperti halaman search yang kadang masih muncul pada marched content.
Fitur Baru Matched Content, Bisa Blokir dan Pilih Artikel
3. Konten Pilihan

Penayang bisa memilih beberapa artikel agar selalu ditampilkan pada matched content. Matched content akan menampilkan setidaknya satu dari daftar artikel yang dibuat. Sepertinya fitur ini bagus digunakan apalagi jika sedang mengikuti lomba untuk menambah jangkauan pembaca pada artikel tertentu.

Untuk melihat fitur tersebut, silakan ikuti langkah berikut.

Login ke akun Google Adsense
Pilih Situs
Pilih Konten yang Sesuai / Matched Content

Akan muncul daftar situs yang sudah layak untuk menampilkan matched content.
Pilih situs yang ingin diatur tampilan matched contentnya.

Semoga bermanfaat.

Peraturan Baru Adsense, Situs Baru Harus Direview

December 03, 2018 10
Beberapa waktu yang lalu, adik saya mengabarkan berita gembira. Ia berhasil mendaftarkan blognya ke Google Adsense dan diterima. Sebelumnya ia sudah sering mendaftar adsense untuk blog dan selalu ditolak. Seakan harapan untuk diterima sudah tidak ada.

Beberapa pekan yang lalu ia iseng mendaftarkan salah satu blognya yang sudah lama tidak diupdate. Tidak disangka dalam waktu beberapa hari ia mendapat email balasan yang menyatakan blognya layak untuk menampilkan iklan adsense.
Ada yang berbeda pada email balasan adsense yang diterimanya dengan tampilan email diterima adsense yang sering saya lihat di forum biasanya. Pada email tersebut tertulis bahwa blognya sudah diterima. Di sini ditulis dengan jelas alamat blognya, bukan pernyataan umum bahwa akun adsensenya sudah diterima.

Tampilan email seperti ini tidak hanya berlaku untuk blog yang didaftarkan dengan domain blogspot. Tapi juga berlaku untuk blog dengan domain TLD yang saya lihat pada blog orang lain.

Selidik punya selidik, rupanya hal ini berkaitan dengan peraturan baru adsense tahun 2018 ini, bahwa setiap situs yang baru ditambahkan ke akun Adsense akan direview terlebih dahulu sebelum bisa menampilkan iklan Google Adsense.

Selama ini, seseorang yang sudah memiliki akun Adsense bebas meletakkan iklan di situs mana saja selama situs tersebut tidak melanggar kebijakan adsense. Review hanya dilakukan pada situs yang pertama kali didaftarkan untuk akun Adsense. Sedangkan untuk situs berikutnya, tidak perlu direview lagi, cukup langsung pasang kode iklan di blog.

Tapi rupanya, peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi. Beberapa hari yang lalu saya membuka daftar situs di beranda adsense saya dan melihat sedikit tampilan yang berbeda.

Ada pernyataan di sana bahwa jika saya ingin menambahkan situs baru, maka saya harus meminta review terlebih dahulu.

"Tempatkan kode pada setiap halaman yang diinginkan untuk menampilkan iklan. Setelah pemeriksaan kami selesai, situs Anda akan siap untuk menampilkan iklan."

Pada halaman bantuan Google Adsense dinyatakan bahwa review atau pemeriksaan situs biasanya kurang dari satu hari. Namun dalam beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama.

Saya pribadi belum ada rencana untuk menambah blog baru. Apalagi dengan adanya aturan review kali ini jika ingin meletakkan iklan. Daripada membuat blog baru lagi, sepertinya lebih baik memaksimalkan blog lama yang banyak terbengkalai.

Solusi Error Reply Komentar Blog pada Template Arlina

November 27, 2018 10
Salah satu bagian yang penting pada sebuah blog menurut saya adalah kolom komentar. Terutama jika pemilik blog memang ingin melakukan interaksi dengan pembaca blog yang dikelolanya. Untuk blog Mari Ngenet sendiri, bagi saya kolom komentar adalah sesuatu yang penting. Oleh karenanya saya berusaha memberikan kenyamanan baik kepada pembaca maupun kepada diri saya sendiri.

Beberapa waktu yang lalu, kolom komentar blog pada template Arlina yang saya gunakan sempat error terkait dengan tampilan emojinya. Namun itu tidak berlangsung lama, karena saya berhasil mendapatkan cara untuk mengatasinya.

Beberapa hari terakhir, kolom komentar yang saya gunakan kembali error. Kali ini error yang terjadi berkaitan dengan tombol reply/balas yang tidak bisa diklik. Akibatnya, untuk membalas komentar hanya bisa dilakukan sama dengan menulis komentar baru dan terletak paling di bawah.


Hal ini rupanya tidak hanya terjadi pada blog saya. Saya menemukan banyak blog lain yang saya kunjungi juga mengalami hal serupa. Adapun penyebabnya, saya masih belum yakin.

Berhubung ada waktu kosong, saya pun mencoba mencari solusinya di internet. Ada beberapa artikel yang membahas cara penyelesaiannya. Namun caranya ada beberapa versi dan tidak semua berhasil diterapkan di blog ini.

Dari sekian banyak cara tersebut, ternyata cara yang cocok untuk template Arlina yang saya gunakan adalah sebagai berikut.

Buka beranda blogger
Pilih Tema
Edit Html
Cari kode seperti di bawah ini.

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>
          <b:include data='post' name='comments'/>
        </b:if>
        <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
          <b:include data='post' name='comments'/>
        </b:if>

Ganti kode tersebut dengan kode berikut

 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>
          <b:if cond='data:post.showThreadedComments'>
            <b:include data='post' name='threaded_comments'/>
          <b:else/>
            <b:include data='post' name='comments'/>
          </b:if>
        </b:if>
        <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
          <b:if cond='data:post.showThreadedComments'>
            <b:include data='post' name='threaded_comments'/>
          <b:else/>
            <b:include data='post' name='comments'/>
          </b:if>
        </b:if>

Klik Simpan

Kode tersebut saya dapatkan dari Contohblog.com.

Dengan menggunakan cara tersebut akhirnya tombol reply di blog ini bisa digunakan kembali.

Tombol reply/balas di komentar menurut cukup penting agar arah percakapan di kolom komentar menjadi lebih jelas. Selain itu juga akan memudahkan saya untuk melihat komentar yang sudah dibalas maupun belum.

Bagi pembaca yang juga menggunakan template Arlina, mungkin bisa mencoba cara di atas untuk memperbaiki tombol balas di kolom komentar jika mengalami hal serupa. Semoga bermanfaat.

Not Secure! Patutkah Situs Dikunjungi?

November 19, 2018 6
Google bukan lagi sekedar mesin pencari. Namun perusahaan ini sudah memiliki banyak cabang, salah satunya adalah browser penelusuran yaitu Google Chrome. Ketika Google membuat sebuah program, maka anak perusahaan yang lain pun akan sama-sama mendukungnya.

Beberapa waktu yang lalu, Google mengumumkan bahwa situs dengan https akan lebih diunggulkan. Sedikit banyak hal ini pun mempengaruhi hasil dalam mesin pencarian. Tapi tentu saja, https bukan satu-satunya faktor utama, ada banyak hal lain yang menjadi pertimbangan. Maka jangan heran, jika masih banyak situs tanpa https yang berada di posisi atas.

Selanjutnya, Google Chrome pun juga mendukung https. Sebelumnya hanya situs https saja yang mendapat perhatian, dengan memperoleh ikon kunci yang menyatakan keamanan. Sekarang, situs yang tidak menggunakan https juga mendapat perhatian berupa simbol tanda seru berwarna hitam dalam lingkaran, disampingnya terdapat tulisan not secure.

Tidak cukup sampai di sana, ketika pembaca akan menulis komentar di situs tersebut, tanda seru tersebut berubah warna menjadi merah dalam sebuah segitiga. Tulisan not secure pun berubah menjadi merah.

Lalu apakah berarti semua situs yang tidak menggunakan https tidak aman untuk dikunjungi? Haruskah pembaca berhenti mengunjunginya?

Saya pribadi masih sering mengunjungi situs yang belum menggunakan https. Lagi pula saya berkunjung hanya untuk membaca, sekali-sekali saya pun meninggalkan komentar.


Https sendiri sebenarnya diutamakan untuk situs-situs yang memerlukan transaksi dan password. Dalam peringatan Google Chrome pun juga dijelaskan. Koneksi terhadap situs tidak aman. Hendaknya tidak memasukkan informasi sensitif seperti password dan kartu kredit. Dengan kata lain tidak masalah jika sekedar dibaca.

Selama situs tersebut memang bagus untuk dibaca, peringatan keamanan bukan masalah buat saya. Tapi untuk situs luar, sepertinya memang harus lebih berhati-hati. Sebagai pembaca kita memang harus lebih bijak dalam berinternet.

Pengalaman Membuat Kartu Keluarga Baru di Capil Kab. Banjar

November 14, 2018 8
Setelah sekian bulan menikah, kami baru ada kesempatan untuk membuat kartu keluarga baru. Jika semakin ditunda, tentu akan repot dikemudian hari. Akhirnya kami memutuskan untuk segera mengurus kartu keluarga yang baru.

Cabut Berkas di Disdukcapil Daerah Asal

Meskipun sama-sam orang Banjar yang tinggal di Kalsel, tapi kami berasal dari kabupaten yang berbeda. Setelah menikah, kami tinggal di tempat saya. Oleh karenanya suami harus mencabut berkas dari disukcapil tempat dia berasal. Prosesnya tergolong mudah, dia bahkan hanya menitipkan syarat-syaratnya kepada temannya yang bekerja di kantor tersebut.

Syarat-syarat untuk cabut berkas waktu itu mencakup :

fotokopi KTP,
Fotokopi buku nikah
Fotokopi kartu keluarga lama

Surat keterangan pindah pun sudah berada di tangan kami tidak sampai satu minggu kemudian.

Di dalam surat pindah tersebut terdapat keterangan yang menyatakan bahwa surat tersebut berlaku selama 30 hari. Oleh karena itu kami harus menyelesaikan berkas tersebut bulan itu juga.


Mengurus Surat Datang di Disdukcapil Daerah Tujuan

Salah seorang sepupu saya yang juga baru menikah mengatakan bahwa membuat kartu keluarga baru bisa dilakukan di kantor kecamatan seperti yang dia lakukan. Saya pun pergi ke kantor kecamatan dengan membawa berkas yang ada.

Dari kantor kecamatan, saya memperoleh keterangan bahwa, di kantor kecamatan memang bisa untuk membuat kartu keluarga baru, tapi hanya untuk pasangan yang berasal dari kabupaten yang sama. Seperti halnya sepupu saya dan isterinya yang berasal dari kabupaten Banjar, meskipun kecamatan berbeda.

Sedangkan suami saya berasal dari kabupaten lain. Oleh karenanya saya harus menyerahkan surat pindah yang sudah diurus ke kantor disdukcapil Kab. Banjar.

Seperti biasa kantoor disdukcapil Kab. Banjar penuh dengan orang-orang dengan berbagai urusan. Saya menyerahkan berkas untuk mengurus surat datang dan kartu keluarga yang baru.

Syarat-syarat Untuk Mengurus Surat Datang dan Kartu Keluarga Baru

Surat Pindah asli dari Disdukcapil daerah asal
Fotokopi kartu keluarga daerah tujuan
Fotokopi KTP isteri
Fotokopi KTP suami
Fotokopi buku nikah

Setelah itu saya mendapatkan slip untuk kembali ke Discukcapil dan mengambil berkas yang selesai sekitar 5 hari kemudian.

Lima hari kemudian, saya kembali datang ke Disdukcapil dengan membawa slip yang telah diberikan. Saya menyerahkan slip ke loket kemudian menunggu lagi untuk dipanggil.

Setelah dipanggil, saya memperoleh kartu keluarga baru yang masih berupa Draft. Karena begitu banyak orang yang berurusan di Disdukcapil, maka untuk mencetak aslinya, saya disarankan untuk pergi ke kantor kecamatan.

Membuat KTP Baru

Adapun untuk membuat KTP baru, maka harus dilakukan di Kantor Disdukcapil. Petugas meminta saya menyerahkan KTP asli. Kemudian saya diberi nomor antrian dan disuruh kembali lagi jam 2 siang ke kantor Disdukcapil untuk mengambil KTP baru.

Mencetak Kartu Keluarga Baru di Kantor Kecamatan

Saya pergi ke kantor kecamatan dengan membawa berkas yang saya peroleh dari kantor Disdukcapil. Berkas berupa draft kartu keluarga tersebut saya serahkan ke petugas di kantor kecamatan.

Petugas kecamatan dengan sigap dan ramah langsung melayani saya. Petugas juga membantu memperbaiki data yang belum lengkap dalam draft, seperti menuliskan golongan darah.

Tidak berapa lama, kartu keluarga untuk saya pun berhasil dicetak. Petugas juga mencetakkan kartu keluarga baru untuk orang tua saya, dimana nama saya sudah tidak tercantum lagi di sana. Saya pun memperoleh dua kartu keluarga baru, yaitu untuk saya dan orang tua saya.

Hanya saja pada kartu keluarga tersebut belum ada tanda tangan dan stempel dari kepala Capil. Saya diharuskan untuk kembali ke Disdukcapil untuk meminta stempel dan tanda tangan.

Saya bertanya kepada petugas, apakah bisa jika petugas dari kecamatan saja yang memintakan tanda-tangannya. Kata mereka bisa saja, tapi saya harus sabar menunggu selama seminggu. Sebenarnya menunggu bukan masalah bagi saya. Tapi berhubung saya memang harus kembali ke Didukcapil untuk mengambil KTP, maka saya putuskan untuk membawa sendiri kartu keluarga tersebut kembali ke Disdukcapil.

Petugas kecamatan mengingatkan saya untuk membawa kartu keluarga lama yang asli saat ke Disdukcapil. Karena biasanya petugas di sana akan menanyakannya.

Mengambil KTP dan Minta Stempel di Disdukcapil

Sebelum berangkat lagi ke Disdukcapil, saya memfotokopi terlebih dahulu kedua kartu keluarga baru tersebut. Tidak lupa saya menyiapkan sebuah map merah untuk jaga-jaga.

Sesampainya di kantor Disdukcapil, saya segera menuju loket pengambilan KTP. KTP saya sudah selesai.

Selanjutnya saya mendatangi meja khusus untuk minta stempel di Kartu Keluarga. Petugas menanyakan Kartu Keluarga asli yang lama dan meminta fotokopi KK baru masing-masing satu lembar. Kemudian semuanya dimasukkan ke dalam map.

Alhamdulillah saya sudah menyiapkan semuanya dan memasukkannya ke dalam map kemudian menyerahkannya kepada petugas. Lalu saya memperoleh kertas bukti untuk pengambilan KK tiga hari kemudian.

Hari itu pun saya pulang dengan membawa KTP asli yang sudah jadi dan berlaku seumur hidup.

Mengambil Kartu Keluarga di Disdukcapil

Pada hari yang ditentukan, kembalik ke kantor Disdukcapil untuk mengambil KK. Pertama-tama menuju loket dan menyerahkan bukti untuk pengambilan. Kemudian petugas meminta untuk menunggu. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya petugas memanggil dan menyerahkan kartu keluarga.

Kesimpulan.

Proses pembuatan Kartu Keluarga di Kabupatan Banjar tidak bisa selesai dalam satu hari. Apalagi jika ada anggota keluarga pindahan dari Kabupaten lain. Jika diurutkan berikut adalah urutan proses pembuatan KK baru saya kami lewati.

- Mencabut Berkas di Disdukcapil Kabupaten Asal
- Mengambil Surat Pindah di Disdukcapil Kabupaten Asal
- Menyerahkan surat pindah/datang ke Disdukcapil Kabupaten tujuan
- Mengambil Surat Datang dan Draft Kartu Keluarga di Disdukcapil Kabupaten tujuan
- Memprint Kartu Keluarga di Kantor Kecamatan
- Meminta Stempel dan Tanda Tangan KK di kantor Disdukcapil
- Mengambil Kartu Keluarga baru yang sudah selesai distempel dan ditandatangani di kantor Disdukcapil

Untuk menyelesaikan pembuatan satu Kartu Keluarga baru, saya harus izin kerja beberapa kali untuk pergi ke Disdukcapil Kab. Banjar. Menurut beberapa teman, proses administrasi di Disdukcapil Kab. Banjar memang lebih ribet daripada kantor Capil lainnya. Semoga saja proses ini bisa dibuat lebih efisien demi kenyamanan bersama.

Contact Form

Name

Email *

Message *