Google, Pertahankan Yang Baik, Ambil Yang Lebih Baik

November 15, 2017
Suatu hari, salah seorang teman saya minta bantuan untuk mengembalikan halaman pencarian firefox agar kembali ke Google. Entah kenapa halaman pencariannya berubah ke Yahoo, dan dia kurang menyukainya.

Dengan senang hati, saya pun membantunya. Tinggal pilih setelan, pencarian, kemudian kembalikan ke Google. Mudah saja.

Biasanya kalo sudah begini, saya suka nyeletuk, "Perlukah saya tulis artikelnya?" Kawan saya menjawab, "Tulis saja."

Tapi saya sedang malas. Dan saya yakin sudah banyak yang menulis artikelnya. Sebagaimana isengnya saya biasanya, saya pun memasukkan kata kunci "Cara Mengatur Google Sebagai Pencarian Default pada Firefox " pada halaman Google. Sesuai dugaan, hasilnya pencariannya pun melimpah.


Teman saya yang tadi berkata, "Saya sudah lihat di internet, tapi caranya tidak ada yang berhasil."

Masa sih, saya malah ragu.

Saya buka halaman pertama, Wiki How.

Penjelasannya panjang sekali, dengan berbagai browser. Ada Mozilla, Chrome, Opera, dan lainnya. Lengkaplah menurut saya.

Terus saya tanya pada teman saya, apakah ia mengetikkan kata kunci yang sama seperti saya. Tentu saja jawabannya, Tidak. Kata "default" itu terlalu spesifik untuk orang awam.

Selain itu rupanya artikel yang dia temukan dan baca adalah artikel lama dengan tampilan mozilla lama. Mungkin karena itu caranya menjadi agak sedikit berrbeda. Saya katakan hal tersebut apa adanya.

Terus bagaimana untuk mengetahui bahwa suatu artikel itu baru atau lama?

Pada halaman pencarian Google biasanya akan terlihat tanggal halaman diterbitkan. Kalaupun tidak, pada blog yang dikunjungi dapat dilihat tanggal terbit suatu artikel.

Nah, komentar teman saya selanjutnya adalah, "Kenapa Google harus menampilkan artikel lama? Kenapa tidak artikel yang baru saja yang ditampilkan?"

Pertanyaan yang bagus.

Walaupun saya bukan Google, tapi saya mencoba menebak alasannya. Karena artikel terbaru bukan berarti artikel terbaik. Oleh karenanya, pada hasil pencarian Google, artikel lama dan artikel baru sama-sama punya kesempatan muncul di halaman pertama.

Dalam setiap harinya, ribuan artikel terbit di internet. Dari sekian ribu artikel yang terbit, banyak diantaranya yang membahas sesuatu yang serupa dengan artikel yang sudah terbit. Bagaimana Google memutuskan untuk menampilkan hasil pencarian itulah yang dibahas dalam SEO. Dan tentu saja SEO Google bukanlah tipe yang hanya menampilkan artikel terbaru di halaman satu.

Sebenarnya maksud teman saya bukanlah supaya artikel terbaru yang muncul di halaman pencarian. Tapi dia ingin artikel yang sesuai dengan keinginan dia yang muncul di halaman pencarian.

Saat dia memasukkan kata kunci dan hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya, ujung-ujungnya dia minta bantuan saya untuk menyelesaikan masalahnya.

Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan hasil pencariannya tidak sesuai dengan yang dia inginkan. Diantaranya adalah kata kunci yang dia masukkan di penelusuran Google.

Penggunaan kata Default misalnya. Banyak artikel yang terbaru dan relevan dengan kata kunci yang dimaksud akhirnya muncul di pencarian. Tapi ketika kalimat yang lebih sederhana yang dimasukkan, artikel lama yang muncul dan sudah tidak relevan lagi.

Sebagai pengguna Google, kita berharap Google bisa menyajikan sesuatu yang benar-benar kita inginkan. Kenyataannya Google hanyalah mesin pencari yang mencoba mencarikan sesuatu di dunia maya dari sekian banyak hal yang telah dipublikasikan di internet.

Pada dasarnya, apa yang teman saya cari dan apa yang saya cari adalah sama, meskipun dengan penggunaan kata kunci yang berbeda. Namun perbedaan kata kunci tersebut membuat saya menemukan jawaban yang sesuai di internet dan teman saya tidak. Maka hal ini membuatnya kecewa.

Perbedaan penggunaan kata kunci di sini, bisa disebabkan karena saya berpikir sebagaimana penulis blog. Saya memikirkan kosa kata apa yang mungkin ditulis oleh blogger. Sedangkan teman saya adalah pengguna biasa yang memasukkan kata kunci apa adanya sesuai pengetahuannya.

Google terus memperbaharui alogaritmanya. Mungkin karena Google tidak ingin mengecewakan orang seperti teman saya tersebut. Karena kenyataannya, pengguna mesin pencari Google mayoritas adalah orang-orang seperti teman saya tadi.

Akibatnya, banyak blogger yang was-was dengan perubahan alogarima Google. Takut posisi artikelnya tenggelam. Takut pengunjungnya berkurang.

Padahal bisa jadi Google juga menggunakan prinsip, mempertahankan yang lama yang masih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik. Dengan begitu dia bisa menyajikan hasil pencarian terbaik.

Saya juga blogger. Namun saya tidak terlalu memikirkan tentang berbagai alogaritma tersebut. Karena saya memang tidak terlalu mengerti.

Sebelum menjadi seorang blogger, saya telah menjadi seorang pengguna mesin pencarian Google terlebih dulu. Sama seperti yang lain, ketika menggunakan mesin pencarian Google, saya berharap mendapatkan hasil pencarian terbaik. Oleh kareanya, saya mendukung semua perubahan alogaritma yang diperlukan jika dengan begitu bisa menemukan apa yang saya inginkan.

Adapun diri saya sebagai seorang blogger, tetap akan terus menulis, bagaimanapun perubahan yang dilakukan Google. Perihal bagaimana saya menulis, kembali kepada kata-kata bijak di atas. Pertahankan yang lama yang masih bagus, dan ambil yang baru yang lebih baik.

Artikel Menarik Lainnya

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
November 15, 2017 at 2:43 PM delete

Yap.. tidak selamanya yang baru berarti lebih baik dari yang lama. Banyak sekali tulisan terbaru secara kualitas (setidaknya menurut saya) jauh di bawah yang lama.

Kesalahan terletak pada sang pencari, bukan Googlenya. Ia tidak mau berpikir kreatif. Mencari informasi dengan mesin pencari harus juga mencoba menjadi kreatif dan menemukan "kata kunci" yang mungkin berkaitan dengan apa yang dicarinya.

Berpikir bahwa "orang lain" dalam hal ini Google menyediakan informasi di nampan emas kepada diri kita adalah sebuah kesalahan berpikir dan kemalasan. Itu saja.

Reply
avatar
November 15, 2017 at 6:32 PM delete

Tegas sebagai mana biasanya, hehe,,

Google sebagai mesin pencari hanyalah alat yang diciptakan oleh manusia. Maka pengguna google yg juga manusia, juga harus kreatif dalam menggunakannya.

Reply
avatar
November 15, 2017 at 8:34 PM delete

Bagaimana pun juga Mbah Google cuma sebuah mesin.

Jadi user-lah yang harus lebih pandai memberikan perintah.

Reply
avatar
November 16, 2017 at 1:35 AM delete

Dengan kata lain, user lebih berkuasa ya =D =D

Reply
avatar

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar EmoticonEmoticon