Aplikasi WhatsApp Sudah Kedaluwarsa

Bagi saya, WhatsApp sudah lama menggantikan fungsi SMS untuk berkomunikasi dengan orang lain. Jalur komunikasi saya dengan  rekan kerja kebanyakan melalui aplikasi WhatsApp. Lebih tepatnya melalui grup chat dimana informasi bisa langsung terkirim ke banyak orang hanya dalam waktu sekali klik.

Ketika sedang libur, kadang ada rasa ingin memutuskan komunikasi dengan orang lain. Setidaknya saya tidak ingin menerima pesan grup. Baik berupa informasi atau sekedar percakapan biasa. Saya ingin senyap.

Hanya saja, di jaman teknologi ini memang agak susah berpisah dengan HP. Dan jika sedang memegang HP, mau tidak mau saya akan melihat adanya notifikasi pesan masuk. Saya pun akan merasa bersalah jika tidak membacanya. Sedangkan aplikasi WhatsApp memungkinkan pengguna lain untuk mengetahui kapan terakhir kali kita online. Memang sulit untuk menghindar.

Sampai satu pekan lalu saya mendapat notifikasi bahwa versi aplikasi WhatsApp yang saya gunakan sudah kadaluarsa. Saya harus mengupdate aplikasi WhatsApp yang saya gunakan di PlayStore untuk terus bisa menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi WhatsApp Sudah Kedaluwarsa
Maka saya pun menggunakan kesempatan langka ini untuk terbebas sementara dari WhatsApp. Saya memutuskan untuk tidak segera mengupdate aplikasi ini sehingga saya tidak bisa menggunakan aplikasi ini untuk sementara. Selama seminggu, saya pun telah menghilang dari WhatsApp.

Saya masih bisa bermain HP sebagaimana biasanya. Cukup kuota untuk buka facebook, youtube, blog, baca komik atau nonton. Saya hanya tidak bisa dihubungi lewat WhatsApp.

Kadang saya berpikir tindakan ini sedikit konyol. Tapi ayolah, saya sedang libur. Apa salahnya dengan sedikit memutus komunikasi. Hanya sepekan. Hari Minggu akan saya update dan aktifkan lagi WhatsApp tersebut. Karena Senin sudah masuk kerja.

Untuk saat ini status aktif terakhir saya hari Jumat pekan lalu. Jika ada yang mengirim pesan, maka pesannya tidak akan sampai karena WhatsApp saya belum diperbaharui.

Lalu bagaimana jika ada orang yang ingin menghubungi saya dan benar-benar penting? Sebenarnya nomor HP saya masih aktif. Bisa ditelpon dan SMS. Adik dan kaka saya yang memang benar-benar perlu masih bisa nelpon. Hanya saja, artinya orang-orang yang memang benar-benar perlu sama saya masih bisa menghubungi saya, cuma bukan lewat jalur WhatsApp.

Tapi pernah juga kakak saya menelpon dan minta dikirimi foto. Agak ribet memang saat WA saya tidak bisa dipakai. Tapi toh saya masih bisa pake akun suami atau sepupu untuk sementara. Untuk sesuatu yang penting, selalu ada cara.

Jika update aplikasi kadang membuat sebal pengguna. Kali ini update WhatsApp memberi saya kesempatan untuk istirahat. Hari ini WhatsApp saya masih belum aktif. Besok saat saya aktifkan tentu akan ada banyak pesan tertunda yang masuk.

So, apa kawan juga pernah punya keinginan untuk menghilang dan off sementara waktu?

8 comments

  1. betul, terkadang saya sengaja menon-aktifkan Smart phone hanya sekadar rehat untuk beberapa waktu saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jarang mematikan smartphone. Kecuali malam hari saat tak ingin interahat diganggu.

      Delete
  2. kadang sebel & jengkel juga sama temen2 yang posting gak penting di grup WA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jarang membaca postingan yang tidak penting di grup. Hanya pengumuman penting yang saya baca. Bahkan notifikasinya sengaja saya sunyikan.

      Delete
  3. Bagi saya, WhatsApp sudah lama menggantikan fungsi SMS untuk berkomunikasi dengan orang lain.
    Setujuu..
    SMS sudah sangat sangat jarang digunakan, yaa mbak. SMS yg aku dapat kebanyakan dari operator saja sih, atau seringnya SMS penipuan berhadiah mobil hingga uang ratusan juta rupiah hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti isi SMS kita sama, hehe. Dalam sehari entah berapa SMS yang saya terima dari operator. Makanya saya cuek aja jika mendengar bunyi SMS masuk.

      Delete
  4. Kalo saya sebenernya banyak off-nya hahaha.. kadang si Yayang yang jawab pesan WA.. wkwkwkwkw.... kalau kirim WA ke saya bakalan laaamaaa jawabnya. Saya mikir, kalau dia memang perlu urgent, ya telpon..

    Kecuali kalau pesan dari teman kantor karena suka ga suka harus dipelototin di masa WFH seperti sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah, Pak. Kalo sudah aktif kerja harus perhatian dengan pesan WA. Dulu pernah ada teman yg ngga merhatiin pesan di grup. Sudah sampai sekolah, ngga tahunya libur. Kan ngga asik. Walau tetap senang sih karena libur, 😄

      Delete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar
EmoticonEmoticon