Menulis Pengalaman Sendiri dan Orang Lain

Saat pertama kali membuat blog, hal pertama yang saya tulis adalah pengalaman sehari-hari. Karena memang hanya itu yang saya bisa. Tujuan awalnya pun memang sebagai diary online.

Dalam perjalanan ngeblog saya pun suka menulis berbagai tutorial hal yang saya lakukan terkait dengan blog dan internet. Blog ini pun saya khusukan untuk hal yang berhubungan dengan teknologi dan internet.


Jika sekedar untuk menulis tutorial, ada banyak hal yang bisa ditulis. Blog ini tentunya tak akan kekurangan bahan. Hanya saja, saya tetap lebih menyukai menuliskan berbagai hal yang saya alami sendiri. Meskipun sekedar menulis tutorial, biasanya ada cerita pembuka yang berhubungan dengan kehidupan saya.

Hanya saja, segala sesuatu yang terjadi tak mesti dialami oleh diri saya sendiri, kadang dialami oleh orang di sekitar saya. Begitu kami membicarakannya, saya merasa hal tersebut menarik dan ingin menuliskannya.

Masalahnya menuliskan pengalaman sendiri berbeda dengan menulis pengalaman orang lain. Hal mendasarnya ada pada sudut pandang. Cara penyebutan orang ketiga sepertinya tidak cukup jika disebut sebagai teman saya. Pun menyebut nama sebenarnya kadang mungkin kurang etis.

Belum lagi, saat ingin menulis, kadang ada beberapa detail yang tidak saya ketahui. Sekedar mendengar cerita dan mengalaminya sendiri tentulah berbeda.

Saat membaca artikel di Blog Sarilah saya mendapat inspirasi. Mengapa tidak sekalian dibuat karya fiksi. Saya bebas memilih nama. Pun kejadian yang kurang saya ketahui bisa dikarang saja. Yang penting adalah inti cerita yang ingin disampaikan.

Berhubung saya sering berinteraksi dengan adik saya yang kerja di fotokopi, dia akan menjadi tokoh yang paling sering muncul di cerita saya. Anggap saja sejenis cerita slice of life kehidupan penjaga fotokopi. Ceritanya tentu tak jauh dari internet dan teknologi.

Meski begitu, gaya bercerita saya sepertinya tidak berubah banyak. Hanya sekedar perbedaan sudut pandang saja.

Hal yang membuat saya senang adalah saya punya lebih banyak bahan untuk ditulis. Tidak selalu berkaitan dengan saya. Mungkin di sinilah bebasnya ngeblog. Bisa menulis suka-suka.

6 comments

  1. Iya mba Nisa,

    Enaknya menulis blog itu bisa suka-suka sesuai keinginan kita 😆 hehehe. Semoga semakin banyak slice of life yang bisa mba bagikan 😍

    Nggak sabar mau baca ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka baca tulisan Mba Eno. Ringan dibaca dan selalu ada sesuatu yang baru bagi saya 😊

      Delete
  2. Nahh...nahh..asyikkkk makin seru nih kayaknya..

    Asyikkkk...😁😁😁

    Berarti mungkin dah saatnya pensiun sebagai blogger neh dan beralih jadi pembaca..

    Kayaknya lebih enak jadi pembaca..g cape..

    Siap siap pensiun ahh 🏃🏃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Anton mah mana mungkin pensiun jadi blogger. Wing jam terbangnya tinggi banget.

      Itu mah saya yang suka menghilang tiba-tiba. 😂

      Delete
  3. Tutorial memang lebih enak kalo dialami sendiri karena sudah praktek, tapi kadang bingung karena tidak semua itu dialami sendiri tapi oleh orang lain.

    Akhirnya memang paling pas kalo dibikin fiksi tapi yang penting tutorialnya benar.😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang penting tutorialnya benar. Sedangkan untuk menulis fiksi, saya masih harus banyak belajar. Terima kasih atas masukannya.

      Delete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar
EmoticonEmoticon