Dalam pelajaran Nahwu yang membahas kaidah tata Bahasa Arab terdapat pembahasan mengenai Naat dan Man'ut. Dalam bahasa sederhana, Naat adalah kata sifat dan man'ut adalah kata yang disifati.

Contoh kalimat yang mengandung na'at man'ut.

رَأَيْتُ مَرْأَةً جَمِيْلَةً

Artinya : Saya melihat wanita yang cantik.

مَرْأَةً (wanita) adalah man'ut dan جَمِيْلَةً (cantik) adalah naat.

Naat dan man'ut terbagi menjadi dua, yaitu naat man'ut haqiqi dan naat man'ut sababi.

Contoh naat man'ut haqiqi :

رَأَيْتُ مَرْأَةً جَمِيْلَةً

Artinya : Saya melihat wanita yang cantik.

Contoh naat man'ut sababi :

رَأَيْتُ مَرْأَةً جَمِيْلًا لِبَاسُهَا

Artinya : Saya melihat wanita yang cantik bajunya.

Berdasarkan contoh di atas, pada naat man'ut haqiqi, yang cantik adalah wanitanya. Sedangkan pada naat man'ut sababi, yang cantik adalah bajunya.

Lalu apa hubungan antara judul artikel di atas dengan pembahasa kaidah Bahasa Arab tersebut?

Judul di atas adalah contoh terjemah pada kalimat naat man'ut haqiqi. Di mana beberapa hari terakhir saya membaca artikel rekan blogger yang memiliki HP baru.

Adapun yang saya alami hanya sebatas seperti naat man'ut sababi seperti kalimat berikut:

Hore, saya punya HP baru softcasenya.

Baca Juga