Kenikmatan Menulis Artikel di Blog

Setelah beberapa hari memutuskan untuk mulai rajin menulis di blog lagi, saya merasa otak saya terus bekerja untuk menghasilkan artikel baru. Ide itu tiba-tiba saja muncul dan mendorong saya untuk kembali menulis sebuah artikel baru. Seperti sedang menonton drama dan berada di akhir episode. Jari saya pun meklik tombol next dan kembali menonton episode selanjutnya.

Saya memang sudah vakum beberapa bulan dari kegiatan blogging. Cuma sempat menengok sambil lau saja. Tidak ada alasan khusus untuk kevakuman tersebut. Hanya ada satu kata, MALAS.

Saya tidak akan menjadikan penurunan pendapatan adsense sebagai alasan. Atau mungkin menimpakan kesalahan pada corona, WFH, liburan, atau apapun itu. Semua murni karena memang saya lagi malas.

Tapi bagaimana pun, kegiatan blogging ini merupakan salah satu hiburan bagi saya. Dalam artian, meskipun saya sempat vakum berbulan-bulan, saya yakin akan kembali blogging lagi. Dan benar saja, sekarang saya kembali asik menulis.

Selama vakum dari blogging kemarin, hiburan saya berpindah ke membaca novel dan menonton drama. Entah berapa novel terjemahan yang tamat saya baca. Entah berapa episode drama yang saya tonton. Tapi sayangnya, tak ada satupun dari hal tersebut yang berubah jadi artikel di tangan saya. Tentu saja, karena saya sedang malas.

Namun hiburan yang berlebihan pun bisa membuat seseorang menjadi bosan. Setelah terlalu banyak membaca novel, lama-lama saya eneg juga melihat layar HP. Hal ini karena yang saya lakukan adalah membaca novel online. Seseru apapun suatu cerita, ketika terlalu banyak jenis cerita yang dicerna, keasikannya pun malah berkurang.

Saya bukan hanya istirahat dari membaca novel, saya pun mengurangi interaksi dengan Bahasa Inggris. Gara-gara kebanyakan baca novel terjemahan berbahasa Inggris, otak saya pun rasanya berpikir dalam bahasa Inggris. Sungguh bikin pening.

Saya pun mengungsi kepada drama. Biasanya asik saja baca subtitle berbahasa Inggris, tapi berhubung ingin santai, saya pun memilih terjemah Bahasa Indonesia.

Sama dengan novel, kebanyak menonton drama pun jadi berkurang keseruannya. Kemudian saya memandang laptop saya yang sudah jarang dibelai. Mungkin sudah saatnya saya mulai memainkan jari di atas keyboard.

Lama vakum tentu membuat kemampuan menulis menurun. Saya pun menulis artikel pembuka. Kemudiannya mengirimkannya ke salah satu blog saya sembarang saja. Kemudian saya mulai menulis artikel lainnya. Menceritakan drama yang baru saya tonton dan melemparnya ke blog yang lain.

Ternyata setelah itu, ide lainnya pun bermunculan. Saya pun semakin asik bermain di atas keyboard. Mungkin itulah yang dinamakan kesenangan. Tidak perlu banyak alasan untuk melakukannya.

Ketika saya sempat vakum hanya karena alasan malas, saya pun bisa mulai asik blogging lagi hanya karena alasan, ingin.

Happy Blogging.

2 comments

  1. menulis di blog kalau udah hobi dan kesukaan enggak bakal bisa ditinggal mbak
    meski awalnya entar berapa kalimat aja deh eh lama-lama keterusan
    iy aku juga merasa hiburan yang ditekuni lama lama bosan
    pas WFH aku demen banget liat video Miss Universe dari jaman kapan
    ujung ujungnya ya bosen huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena itulah kita perlu istirahat. Berpindah dari satu kegiatan kepada kegiatan lain. Bahkan untuk urusan hiburan.

      Delete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar
EmoticonEmoticon