Artikel Dicopas Orang Lain, Apa yang Harus Dilakukan?

January 01, 2019
Pagi-pagi, saya mendapat email dari salah satu rekan blogger. Awalnya saya berpikir bakalan ada tawaran job, ternyata sesuatu yang berbeda. Saya mendapat kabar bahwa artikel saya telah dicopas oleh suatu blog. Karena penasaran, saya pun mengunjungi blog tersebut.

Benar saja, artikel blog ini dicopas mentah-mentah oleh blog tersebut. Awalnya saya berpikir hanya satu dua artikel saja yang dicopas. Setelah saya menelusuri blog tersebut, hampir semua artikel di blog ini dicopas oleh blog tersebut. Mulai artikel baru terbitan tahun 2018 sampai artikel jadul yang terbit tahun 2012.

Dalam sehari, sekitar 4 artikel dari blog ini yang diterbitkan pada blog tersebut. Bahkan saat artikel ini ditulis, blog tersebut masih terus menerbitkan artikel dari blog ini. Alamat blognya adalah infointernetbankingku.blogspot.com.

Sebagai wanita, tentu saya mengomel. Tapi apalah arti omelan saya yang tidak bisa didengar oleh copaser tersebut. Saya pun menulis komentar agar artikel saya di blog tersebut segera dihapus. Walaupun sebenarnya saya tidak yakin komentar tersebut akan digubris.

Seandainya waktu itu ada laptop di hadapan saya, rasanya ingin langsung saya obrak-abrik dan laporkan blog tersebut ke dmca. Tapi saya masih sabar menunggu sampai pulang ke rumah dan berhadapan dengan laptop.

Begitu ada waktu senggang, saya segera membuka laptop dan melaporkan blog tersebut ke dmca Google. Rupanya dalam membuat laporan, saya harus mencantumkan link artikel asli dan link artikel copas. Masalahnya, saya sudah cape duluan karena jumlah artikel yang dicopas lebih dari 100. Akhirnya saya malah mencantumkan beberapa link saja.

Saat membuat artikel itulah, saya mulai berpikir. Dia yang jahat, kenapa saya yang capek. Saat membaca artikel hasil copas, saya tahu bahwa sang copaser menggunakan program AGC. Beberapa kata diganti dan di spin sehingga nampak berbeda padahal sama. Dengan kata lain, semua dilakukan oleh program dan sang copaser cukup duduk diam saja.

Blog copaser tersebut masih berdomain blogspot dan ada iklan adsense di dalamnya. Sempat berpikir untuk melakukan bom klik, tapi kok saya ngga tega. Akhirnya setelah sekali memberikan laporan, saya tinggalkan saja blog tersebut.

Memang tidak bisa dihindari, copase dan reuploader adalah sesuatu yang lumrah di dunia maya. Sesuatu yang lumrah, namun bukan berarti dibolehkan. Seperti halnya penjahat di dunia nyata. Adakalanya nasib apes dan kita yang ditimpa musibah. Kali ini giliran saya yang bertemu copaser tersebut.

Meskipun saya hanya melaporkan beberapa link saja, bukan berarti saya meridhoi perbuatan tersebut. Saya berharap blog tersebut segera dihapus oleh Google karena saya yakin bukan hanya blog saya yang dicopas oleh blog tersebut.

Untuk menghibur hati yang gundah. Saya pun menulis artikel curhat di sini. Semoga dengan banyak menulis, original tidak akan kalah dengan yang kw.

Artikel Menarik Lainnya

Previous
Next Post »

6 Comments

  1. Turut berduka cita Nisa.. Kalau sudah dilaporkan, yah tinggal menunggu saja. Seleihnya hanya bisa pasrah.

    Kalau boleh saran, pandang dari sisi positif berarti apa yang NIsa tulis "berkualitas" sehingga orang mau meniru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, Pak. Sekalian saya jadikan pengalaman dan bahan untuk tulisan.

      Delete
  2. coba cari di google " cara mengatasi blog AGC " karya Juragan Cipir.

    Semua kejadian ada hikmahnya mungkin Allah ingin mbak menuliskan Tutorial mengatasi blog AGC .

    coba dech renungkan hikmahnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas sarannya, Kang. Saya sambil baca-baca ulasan dari blog lain juga.

      Delete
  3. artikel dicopas, coba dimatikan saja klik kananya pada blog agar artikel tidak bisa copas lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sarannya. Tapi blog AGC pake otomatis, ngga copas manual.

      Delete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar EmoticonEmoticon

Contact Form

Name

Email *

Message *