Razia Vaksin, Siapkan Peduli Lindungi atau Kartu Vaksin

Pada hari Rabu biasanya saya pulang lebih awal karena cuma mengajar dua jam pelajaran di bagi hari. Saat melewati jalan Veteran, ada polisi yang mengarahkan para mengendara sepeda motor untuk memasuki area di samping jalan. Rupanya sedang ada razia.

 

Berbeda dengan dulu, dimana saat razia pengendara harus mengeluarkan SIM dan STNK, kali ini yang harus dikeluarkan adalah kartu vaksin. Bukti bahwa kita sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kita juga bisa memperlihatkan sertifikat vaksin yang ada di aplikasi Peduli Lindungi.

Berhubung, saya tidak membawa kartu vaksin yang sudah di print, saya pun memperlihatkan sertifikat vaksin yang ada di aplikasi Peduli Lindungi. Untungnya ada kuota internet. Selain itu sebenarnya saya masih punya gambar sertifikat vaksin di galeri. Tapi membuka Peduli Lindungi menurut saya lebih cepat daripada mencari foto di galeri.

Pak Polisi melihat bahwa saya sudah mendapatkan dua kali vaksinasi, maka saya pun dipersilahkan langsung lewat. Razia ini sendiri sepertinya dilaksanakan sekitar pukul sembilan pagi ke atas. Pastinya bukan jam pagi banget dimana para pekerja berangkat bekerja. Bisa jadi pada telat semua karena tercegat oleh razia.

Ini bukanlah pertama kalinya saya menemui razia vaksin. Pada Sabtu sebelum juga pernah di tempat yang berbeda. Entah apa tujuan razia kali ini. Tapi sepertinya ingin meningkatkan jumlah vaksinasi kedua. Karena saya lihat, orang yang sudah vaksin namun baru sekali, masih ditanya-tanya lagi. Tapi saya kurang memperhatikan apakah di tempat tersebut disediakan vaksin langsung di tempat.

Saya teringat pas akhir 2021 kemarin, Brimob dan polisi begitu gencar melakukan razia vaksin. Waktu itu persentase jumlah vaksin di tempat saya memang masih rendah. Tidak sampai 70. Makanya untuk kejar target, banyak dilaksanakan vaksin masal di desa.

Di depan kantor kecamatan yang berseberangan dengan pasar tradisional hampir tiap hari diadakan razia vaksin. Orang yang mau ke pasar dan belum vaksin jadinya deg-degan. Di depan kantor camat juga dibangun tenda. Jadi yang belum vaksin bisa langsung vaksinasi disana hanya dengan melampirkan KTP atau KK.

Untuk menarik warga agar mau divaksin, waktu itu setiap selesai vaksinasi dapat bungkusan sembako. Selain itu juga ada yang mengadakan undian berhadiah. Justru mereka yang divaksin pada waktu-waktu awal tidak dapat apa-apa.

Saya sendiri waktu itu ikut vaksin karena difasilitasi sekolah. Jadi ngga perlu nyari info kemana-mana untuk dapat jatah vaksin. Oleh karenanya saat diadakan razia dan vaksin masal di desa, saya sudah divaksin sebanyak dua kali lebih dulu. Jadi tidak bisa berharap dapat sembako juga.

Nah, karena akhir 2021 kemarin sudah marak vaksin masal dan razia vaksin, maka persentase jumlah vaksin pun meningkat dan bisa sesuai target. Saya pikir, tahun ini tidak akan razia lagi. Selama bulan Januari saya memang tak pernah mendapati razia.

Rupanya mulai akhir Februari ini mulai aktif razia lagi. Entah kali ini apa targetnya. Jika melihat beberapa orang di kampung, beberapa memilih untuk vaksin sekali saja. Apalagi razia vaksin sempat terhenti. Sepertinya target kali ini untuk meningkatkan jumlah vaksinasi ke dua.

Selain itu boosters vaksin pun sudah mulai dijalankan. Beberapa kenalan juga sudah ada yang mendapatkannya. Saya sendiri belum vaksin ketiga karena belum sampai 6 bulan sejak vaksin kedua. Kenyataannya, vaksin saya memang lebih telat dibandingkan rekan-rekan yang lain yang getol nyari lokasi vaksin waktu di awal-awal.

Di samping itu varian Omikron pun sepertinya sudah mulai menyebar. Saya sendiri tidak mengikuti beritanya, jadi tidak tahu banyak. Sampai suatu ketika ketika membahas batuk dengan Kaka ipar, saya baru tahu bahwa batuk adalah salah satu gejala Omikron.

Saya memang sempat mengalami batuk kering. Tapi saya pikir, batuk adalah penyakit biasa. Toh yang batuk bukan saya saja, ada beberapa teman yang lain juga batuk. Saya pikir mungkin memang sudah musim penyakit batuk.

Sebagaimana biasa, jika sakit ya minum obat. Tapi batuk kali ini memang berbeda dengan batuk yang dulu sering alami. Biasanya saya mengalami batuk berdahak, kali ini batuk kering. Tenggorokan rasanya gatal. Suara sempat parau dan sakit saat bicara keras.

Meski begitu, batuknya jarang. Jadi bukan batuk yang terus menerus. Cuma kalo sedang batuk, batuknya bisa sangat, sampai ngeluarin air mata. Untungnya, setelah minum obat batuk, akhirnya sembuh juga. Batuknya sendiri sampai lebih seminggu, mungkin karena lalai minum obat.

Nah, pas ngomongin Omikron ini baru saya kepikiran, ini batuk biasa atau Omikron. Tapi orang disekitar saya tidak ada yang positif Omikron sih. Saya juga enggan periksa ke dokter atau puskesmas, takut mendengar vonisnya. Lebih baik positif thinking adalah batuk biasa.

Untungnya saya dan orang-orang disekitar saya sudah vaksin dua kali. Jadi tidak terlalu cemas. Selain itu sekarang batuknya sudah reda.

Wabah Korona memang belum benar-benar reda. Meski aktivitas seperti belajar dan bekerja sudah mulai bisa dilaksanakan, protokol kesehatan harus selalu dijalankan. Razia vaksin merupakan salah satu upaya pemerintah agar masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19. Maka sebagai warna negara yang baik, kita pun harus mendukung program tersebut.

Baca Juga

Post a Comment

6 Comments

  1. Replies
    1. Bentar lagi bulan puasa, biasanya banyak yang bagi takjil 😂

      Delete
  2. saya juga ikut vaksin yang rombongan sekolahan saja. yang booster ini belum ada rombongan sekolahan jadi belum .
    kalau soal razia vaksin, tempat saya tidak ada, mbak. mungkin karena kota kecil sih ya :)
    semoga sehaat selaluu

    ReplyDelete
  3. Wah enak tuh yang habis vaksinasi dapat sembako, lumayan dapat beras 5kg, gula 2kg, minyak 2 liter, mie instan 5 bks, dan terigu 2 kg.😄

    Disini aku belum pernah lihat razia vaksin, mungkinkah karena di kampung? Soalnya aku jarang keluar rumah ke kota

    ReplyDelete
  4. Semoga korona cepat hilang,,, oalx meresahkan bangett

    ReplyDelete
  5. Lah aku kok baru tau kalau ada razia vaksin segala wkwkwk, kirain razia surat2 kendaraan doang hahhaha, trs kalau blm vaksin gmn tuh kak?

    ReplyDelete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar