Terjemahan Otomatis Facebook, Validkah?

Ketika menonton atau membaca cerita dengan kemajuan teknologi, saya cukup kagum dengan alat penerjemah. Cukup dipasang di telinga, pengguna bisa langsung mengerti apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya dalam bahasa apa pun. 


Saat sedang membaca sebuah sajak berbahasa Banjar di beranda Facebook, saya menemukan salah satu komentar yang isinya menyatakan bahwa ia mencari tombol Terjemahkan, namun ngga nemu.

Saya sendiri sebagai orang Banjar perlu berpikir lebih untuk memahami sajak dengan Bahasa Banjar Pahuluan tersebut. Bahasanya memang memang lebih sulit dari bahasa yang saya gunakan sehari-hari. Tapi maksudnya masih bisa saya mengerti.

Yang menjadi buah pikiran saya adalah, memangnya Facebook bisa menerjemahkan bahasa tersebut? Patut saja jika tak ada pilihan terjemahkan.

Facebook memang memiliki menu untuk menerjemahkan postingan dalam bahasa selain bahasa pengguna. Saya sering menemuinya ketika melihat postingan berbahasa asing. Kadang saya juga menekan tombol terjemahkan jika penasaran dengan isi postingan. Hanya saja isi terjemahan kadang masih tidak terstruktur rapi. Saya pun masih harus mereka apa maksud yang ingin disampaikan. Setidaknya lebih baik dari pada tidak paham saka sekali.

Ketika melihat postingan dalam Bahasa Inggris, saya tidak suka menekan tombol terjemahkan. Saya lebih mempercayai kemampuan Bahasa Inggris sendiri daripada hasil terjemahan Facebook. Membaca tulisan asli, feel nya lebih dapet.

Suatu ketika saya nemu postingan berbahasa Banjar di kolom komentar. Tidak tanggung-tanggung, sudah berbahasa Banjar, menulisnya disingkat-singkat pula. Berikut gambarnya.

Yang tidak saya sangka adalah, ada pilihan untuk terjemahkan otomatis. Rupanya Facebook juga bisa berbahasa Banjar. Karena penasaran dengan kemampuan alat ini, saya pun mengklik lihat terjemahan. Hasilnya seperti gambar di bawah.

Alhasil saya ketawa sendiri begitu membaca hasil terjemahan Facebook. Artinya sangat jauh dari maksud penulis. Mungkin memang baru demikian kemampuan alat terjemahan Facebook ini. Masih sangat jauh dari sempurna, apalagi untuk bahasa daerah.

Saya pun jadi berpikir kembali dengan terjemahan yang sering saya lihat dari bahasa asing lainnya. Apakah memang bisa dipercaya.


Seperti halnya contoh di atas, jika dilihat dari segi bahasa, terjemahan tersebut lumayan bisa dipahami. Tapi dari segi makna, sangat jauh dari maksud penulis.

Btw, ada yang bisa menerjemahkan komentar dalam Bahasa Banjar tersebut? Silakan tulis di kolom komentar ya.

0 Comments

Post a Comment

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar