Wajib Setiap Bulan, Pengalaman Otentikasi Taspen di Smartphone

Taspen mulai mewajibkan otentikasi bagi pensiunan. Bagaimana para pensiunan yang berusia lebih dari 50 tahun, termasuk mama saya menanggapinya?

Sudah lebih dari tiga tahun, mama selalu mengambil uang pensiunan ke Bank BRI setiap bulannya. Mama memang bukan PNS, tapi abahlah yang PNS. Setelah abah meninggal, mama mulai menerima uang pensiunan sebagai janda PNS.

Selama ini, mama sudah terbiasa pergi sendiri untuk mengambil uang pensiun di Bank BRI Martapura. Biasanya beliau naik angkot yang langsung berhenti di depan bank. Meski sudah berumur lebih dari 50 tahun, beliau masih diberi kesehatan untuk melakukannya.

Petugas Bank BRI Martapura juga cukup ramah. Biasanya mama selalu diberitahu jika ada info terbaru mengenai Taspen. Mama pun akan menceritakannya kepada saya untuk mencari informasi lebih lanjut.

Malam tadi, mama bercerita bahwa ada info dari petugas Bank. Untuk mengambil uang Taspen, kini pensiunan diharuskan melakukan otentikasi. Begitu dicek, mama belum melakukannya.

Padahal menurut mama, sebelumnya beliau sudah melakukan perekaman suara. Saat ditanya apakah sudah melakukan perekaman sidik jari dan wajah, mama mengaku tidak ingat.

Menurut petugas Bank, bulan ini tidak mengapa mama belum melakukan otentikasi. Uang taspen masih bisa diambil. Tapi jika tidak segera diurus, suatu saat uang taspen tidak bisa diambil lagi.

Mama pun bertanya bagaimana mengurusnya. Kata petugas Bank, harus ke kantor Taspen yang berada di Banjarmasin. Oleh karenanya, mama minta diantar ke kantor Taspen hari Senin atau Selasa depan.

Selain informasi dari petugas bank, mama juga mendapat info dari salah seorang teman yang juga seorang pensiunan. Katanya harus melakukan otentikasi lewat HP. Harus geleng-geleng kepala dan sebagainya. Beliau selama ini dibantu oleh anaknya. Menurutnya, adik saya juga pasti bisa membantu mama. Namun saat mama bertanya ke adik, katanya ia juga tidak mengerti.

Berdasarkan cerita mama tersebut, saya pun browsing di internet untuk mencari informasi lebih lanjut tentang berita ini. Saya juga membaca review di Play Store tentang aplikasi Otentikasi Taspen.

Sekali lagi saya memastikan apakah mama sudah melakukan perekaman atau belum. Karena jika mama sudah rekam suara, semestinya beliau juga sudah rekam sidik jari dan wajah. Tidak mungkin kan, petugas melakukan perekaman tanggung begitu.

Berdasarkan informasi yang saya baca, digabungkan cerita mama, kemungkinan mama hanya belum melakukan otentikasi lewat smartphone. Jika benar demikian, artinya kami tidak perlu ke kantor Taspen Banjarmasin.

Karena jujur saja, naik motor ke Banjarmasin sambil membonceng mama bukanlah perkara yang mudah bagi saya. Belum lagi saya harus izin tidak mengajar dan meninggalkan tugas untuk kelas yang ditinggalkan.

Saya pun memutuskan untuk mendownload dan menginstal aplikasi Otentikasi Taspen. Jika proses otentikasi di smartphone berhasil, artinya mama memang sudah melakukan perekaman dan tidak perlu lagi pergi ke Banjarmasin.

Pengalaman Pertama Otentikasi Taspen di Smartphone

Saat pertama kali membuka aplikasi Otentikasi Taspen, ada petunjuk penggunaan yang ditampilkan. Saya pun membacanya kemudian mengklik OK.


Pertama, masukkan NOTAS, yaitu nomor yang tertera di kartu KARIP pensiunan.
Klik Otentikasi.

Muncul layar yang mengharuskan pensiunan untuk melihat ke layar HP dan mengikuti instruksi.

Berhubung mama tidak mengerti mengenai smartphone, maka saya yang memegangnya dan mengarahkannya ke wajah mama. Notifikasi yang saya terima adalah gambar terlalu gelap.

Saat itu memang malam hari. Meskipun sudah menggunakan lampu LED, pencahayaan masih dirasa kurang. Apalagi kamera de[an HP saya memang kualitasnya kurang baik. Maklum saja, saya tidak suka selfie.

Untung ada ide untuk menyoroti wajah mama dengan lampu senter dari HP satunya. Selain itu, saya teringat sesuatu yang sangat penting.

Ketika proses perekaman beberapa bulan yang lalu, mama datang dengan menggunakan jilbab. Maka saya pun meminta mama mengenakan jilbab di rumah untuk proses otentikasi.

Berkat cahaya lampu dan senter, akhirnya gambar video bisa diambil. Mama menncoba mengikuti instruksi untuk mengangguk, berkedip dan menggeleng. Sayangnya, percobaan pertama hasilnya gagal.

Saya tidak menyerah dan mengulangi prosesnya sekali lagi. Memasukkan NOTAS, klik otentikasi, kemudian mengarahkan layar ke wajah mama. Mama mengikuti instruksi sebaik mungkin kali ini.

Alhamdulillah, akhirnya ada notifikasi Berhasil disertai ucapan terima kasih karena telah melakukan proses otentikasi bulan ini. Bulan depan mama harus melakukan otentikasi lagi sebelum mengambil uang di bank.

Setelah otentikasi berhasil, kami pun akhirnya lega. Artinya saya tidak perlu mengantar mama ke kantor Taspen Banjarmasin. Mama juga tidak perlu cemas lagi memikirkan proses tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi saya untuk proses otentikasi Taspen melalui smartphone ini:

  • Sebaiknya otentikasi dilakukan di siang hari. Saat malam hari, pencahayaan kurang akibatnya jadi ribet.
  • Bagi yang biasa pake jilbab, maka kenakanlah saat otentikasi. Hal ini untuk memudahkan penyesuaian dengan foto saat pengambilan data. 
  • Jaringan internet harus stabil. 

Demikianlah pengalaman pertama otentikasi Taspen lewat smartphone. Saya pribadi belum tahu secara pasti kapan peraturan ini mulai wajib berlaku. Yang jelas, bulan berikutnya harus diulangi lagi. Kami hanya bisa mengikuti prosedur yang ada.

0 komentar

Post a Comment

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar