Otak-Atik Template AMP, Tidak Cukup Satu Hari

June 11, 2018
Gaung AMP memang sudah lama disiarkan. Google bahkan beberapa kali mengadakan webbinar yang mengungkapkan keunggulan template ini. Tentu saja saya tidak serta merta ikut beralih ke template AMP. Tapi bukan berarti pula saya tidak tertarik sama sekali.

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengganti salah satu blog saya dengan template AMP dari Arlina. Tentu saja saya tidak bisa melihat langsung efeknya. Apalagi blog tersebut memang tidak bertengger di halaman satu Google. Jadi memastikan bagus tidaknya memang agak sulit.

Beberapa hari kemudian, saya mendapat email dari webmaster search consule. Intinya mengabarkan adanya banyak error pada template AMP blog tersebut. Sebagai blog lama yang artikelnya sudah cukup banyak, tentu ada banyak halaman yang harus dibenarkan. Saya bahkan tidak mengerti penjelasan kesalahan yang dilampirkan dan bagaimana memperbaikinya. Akhirnya, blog tersebut saya kembalikan ke template sederhana dari blogger.


Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan adik saya mengenai AMP. Terutama mengenai wordpress yang bekerja sama dengan Google dan AMP Project. Dengan kata lain, adik saya yang bahkan tidak melakukan pengaturan khusus pada tema blognya, namun memiliki tampilan AMP otomatis karena adanya kerjasama tersebut. Lagi-lagi wordpress.com selangkah lebih maju daripada blogspot.com.


Maka saya pun kembali mengganti template salah satu blog saya dengan tema AMP yang lain. Saya sengaja memilih blog dengan pageview yang rendah. Sehingga saya tidak perlu sakit hati jika Pageviewnya semakin rendah karena melakukan banyak percobaan.

Ada beberapa template AMP yang bagus berdasarkan review. Saya download beberapa dan saya pasang yang paling saya suka. Setelah itu saya juga tetap harus melakukan beberapa pengaturan yang saya mampu.

Untuk semestara, saya belum tahu apakah sudah bagus atau belum. Tapi sudah ada satu masalah yang saya temukan. Saat dibuka melalui layar smartphone, gambar pada artikel tidak merubah menjadi responsif. Akibanya malah terpotong karena terlalu besar. Tapi anehnya, ada beberapa gambar yang ukurannya tetap pas di layar smartphone.

Sampai saat ini saya masih belum tahu cara mengatasinya. Saya harus browsing dan belajar lagi masalah AMP ini.

Daripada menunggu pemberitahuan error dari search console, saya pun iseng mengecek validasi AMP. Sesuai dugaan, terdapat error di sana. Sayangnya saya tidak mengerti apa yang harus diubah. Ujung-ujungnya sempat berpikir untuk menghapus saja kode yang dianggap error. Walaupun saya tidak tahu persisnya, kode yang mana yang error.

Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata pemberitahuan error tersebut bukan berasal dari template yang saya gunakan. Melainkan pada widget yang terpasang di blog. Widget tersebut yaitu widget artikel unggulan dan kode google adsense. Saya pun mencopot kedua widget tersebut dan melakukan tes validasi ulang. Hasilnya, blog tersebut sudah valid AMP.

Wah, senang sekali rasanya. Tapi tentu saja efeknya masih belum terasa. Kasus gambar yang tidak responsive pun harus segera diatasi. Belajar AMP memang tidak kelar sehari. Dan seorang blogger itu memang harus terus belajar. Happy blogging.

Artikel Menarik Lainnya

Previous
Next Post »

4 Comments

  1. di saya tampilannya doble nih, atas bawah.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya tergantung template AMP yang digunakan. 😁

      Delete
  2. Wuiiiss.. sudah mulai beralih yah ke AMP... saya mah jujur saja belum berminat... alias malas...:-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagi banyak waktu luang, sekalian belajar. Mau nulis, idenya masih terbatas.

      Delete

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar EmoticonEmoticon

Contact Form

Name

Email *

Message *