Pesan Suara WhatsApp, Solusi Bagi Yang Malas Ngetik

November 06, 2017
Salah satu fitur di WhatsApp (WA) adalah pesan suara. Pada salah satu grup yang saya ikuti, suka sekali anggotanya mengirim pesan suara. Pesan yang dikirim biasanya pendek-pendek saja, cuma beberapa detik. Yang saya heran, kenapa mereka suka sekali mengirim pesan suara, rasanya membuat memori HP cepat habis.

Saat saya mengikuti sebuah pembelajaran Bahasa Arab online lewat program BISA, di sana ada materi hapalan yang harus dikirim lewat pesan suara. Dengan pesan suara, maka musyrifah/pembimbing dapat mengoreksi apabila ada hapalan yang kurang tepat. Dari sana saya merasakan besarnya manfaat pesan suara.

Cara Mengirimkan Pesan Suara Lewat WhatsApp

Pesan suara bisa dikirimkan melalui pesan pribadi kepada satu individu maupun kepada orang banyak di dalam grup.

Untuk mengirim pesan suara cukup dengan menekan lama lambang mikrofon di pojok kanan bawah.
Setelah itu ucapkan pesan yang ingin dikirim.
Lepaskan tombol untuk mengirimkan pesan.

Jika ingin membatalkan pesan yang telah direkam sebelum dikirim, jangan lepaskan tombol, tapi geser ke sebelah kiri untuk menghapus rekaman.


Perbedaan Pesan Suara dan Pesan Audio

Pesan suara berbeda dengan pesan audio. Meskipun keduanya sama-sama berupa suara atau bunyi. Pesan suara berupa pesan yang direkam langsung menggunakan aplikasi WA. Sedangkan pesan audio bisa berasal dari file audio yang berada di HP atau pesan suara dari orang lain yang diteruskan.

Untuk menghemat kuota, pengguna WA bisa mengatur apakah setiap media yang masuk langsung otomatis terdownload atau harus didownload secara manual. Hal ini berlaku untuk semua media, baik berupa dokumen, video, gambar, dan audio.

Cara melakukannya yaitu dengan menekan tombol setelan kemudian penggunaan data.


Tetapi berbeda dengan pesan suara. Karena pesan suara dianggap penting dalam bagian komunikasi, setiap pesan suara yang sampai akan otomatis terdownload selama ada koneksi internet. Oleh karena itu pengguna tidak perlu mendownload pesan suara secara manual.

Selain itu jenis file pada pesan suara bukanlah Mp3 tapi biasanya aac. File ini berukuran kecil dan hanya dapat didengarkan melalui aplikasi WA.

Dalam praktiknya saya tetap lebih menyukai pesan yang diketik daripada diucapakan. Hanya jika diperlukan saja saya mengirim pesan suara.

Namun pernah suatu ketika, salah seorang siswa yang telah lulus bertanya kepada saya tentang suatu topik. Meskipun bisa menjelaskannya, ternyata mengetik secara panjang lebar di WA sangat melelahkan sekali. Ujung-ujungnya, saya mengirim pesan suara berisi penjelasan topik tersebut.

Mungkin itulah salah satu alasan banyaknya pesan suara yang dikirim. Karena pengirimnya malas mengetik.

Artikel Menarik Lainnya

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
Kang Nata
AUTHOR
November 6, 2017 at 9:36 AM delete

Wow,,,,teknologi WA-ny semakin canggih yach Mbak... ? saya jadi gaptek gara2 tidak instal WA di Hp.

Ohy.... ikutan pasang Gadget Translate Juga yach...... : ) ciee.... cieee,,, yang ingin dibaca oleh Orang luar negeri.:)

Reply
avatar
November 6, 2017 at 9:45 AM delete

Iya,,, teknologi itu kembali kepada pengguna untuk mengambil manfaat darinya.

Haha, saya penasaran dg gadget yang banyak dibahas ini. Pengen liat gimana efeknya. Walaupun kayanya masih bagus tulisan asli saya, wkwk 😁

Reply
avatar
Kang Nata
AUTHOR
November 6, 2017 at 10:08 AM delete

kalau saya belum terasa ngaruhnya Mbak, apa harus nunggu 2 sampai 3 bulan lagi. :)

ahhh.... yang penting sudah menyiapkan fasilitas bahasanya, biar orang bule tidak perlu repot2 lg untuk translate secara manual. :)

Reply
avatar

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar EmoticonEmoticon