Perbedaan BNI Biasa dan BNI Syariah

November 13, 2017
Selama ini saya sering menulis artikel tentang BNI, baik mengenai layanan mobile banking maupun internet banking. Padahal kenyataannya, saya bukanlah nasabah BNI. Tapi rekening yang saya miliki adalah BNI Syariah. Jadi, apakah BNI Syariah dan BNI konvensional sama saja?

Jawabannya adalah tidak. Keduanya berbeda.

Perbedaan BNI Biasa dan BNI Syariah

Sebelumnya, BNI Syariah merupakan Unit Usaha Syariah di BNI. Sejak Juni 2010, BNI Syariah telah spin off menjadi bank umum syariah. Hal ini berarti, BNI dan BNI Syariah merupakan dua bank umum berbeda dengan prinsip operasional yang berbeda pula.

Perbedaan antara BNI dan BNI Syariah mencakup semua hal yang membedakan antara bank konvensional dan bank syariah yang meliputi:
1. Dasar hukum dan Akad

BNI Syariah menggunakan akad sesuai hukum Islam, misalnya wadiah atau mudharobah. Sedangkan BNI menggunakan kesepakatan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia

2. Perbedaan keuntungan

BNI Syariah menggunakan sistem bagi hasil. Artinya berapa jumlah untung yang diperoleh, itulah yang akan dibagi. Hal tersebut untuk menghindari riba. Jenis akad yang digunakan biasanya adalah Mudhorabah. Sedangkan BNI menerapkan sistem bunga yang ditentukan di awal. Berapa pun laba yang diperoleh bank, jumlah yang diberikan kepada nasabah sudah ditetapkan, bahkan saat bank mengalami kerugian. Begitupun sebaliknya.

3. Hubungan nasabah dengan bank

Pada BNI Syariah hubungan antara nasabah dan bank adalah hubungan kemitraan. Artinya keduanya bekerja sama untuk meraih keuntungan akan dana yang diolah. Sedangkan pada BNI hubungannya berupa kreditor dan debitor. Bahasa awamnya yang satu memberikan hutang kepada yang lainnya.

4. Keberadaan dewan pengawas

BNI Syariah sebagai salah satu bank syariah harus tunduk kepada dewan pengawas yang mengawasi berbagai transaksi perbankan agar sesuai dengan Syariah Islam. Sedangkan pada BNI biasa tidak ada.

Kerjasama BNI dan BNI Syariah

Meskipun sudah berdiri masing-masing, BNI Syariah masih tetap bekerjasama dengan BNI dalam hal fasilitas dan kemudahan akses nasabah.

Beberapa fasilitas yang dapat digunakan bersama adalah layanan ATM, call center, mobile banking, dan internet banking.

Oleh karena itu, berbagai transaksi dan tutorial yang selama ini saya praktekkan melalui rekening BNI Syariah, juga berlaku dan sama saja dengan BNI biasa.

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa BNI Syariah tetap sama saja dengan BNI, hanya namanya yang dibeli embel-embel Syariah. Bagi saya pribadi, menggunakan bank Syariah merupakan salah satu usaha untuk menjalankan perekonomian Islam dan terbebas dari riba. Kalaupun masih ada beberapa hal yang dianggap diluar jalur, maka saya percayakan kepada para ahli perekonomian Islam untuk terus memperbaikinya.

Artikel Menarik Lainnya

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
shafa fitria
AUTHOR
November 15, 2017 at 2:03 PM delete

Smlm ana ke bni syariah sa ae...baru tau trnyata buat dftr e-banking kh namanya tu lupa katanya harus registrsi pake no permanen...hiks sedih sa ae...kd jd ae ana pake banking yg aplikasi itu...tapi untuk bank tetap ana memilih syariah seperti nisa yg jelasin...

Reply
avatar
November 15, 2017 at 6:25 PM delete

Sekarang kan kartu sim juga mesti registrasi kak. Jadi ngga usah gonta ganti kartu lagi, hehe.

Reply
avatar
November 15, 2017 at 8:21 PM delete

Saya gak pake BNI. Sebab kantor mengharuskan saya pakai Bank Yang sudah ditetapkan.

Tapi thanks infonya.

Maringenet ngebut terus ya update artikel nya. Salut deh sama mbak Nisa

Reply
avatar
November 16, 2017 at 1:33 AM delete

Jika sudah peraturan kantor, mau ngga mau memang harus dituruti. Kan gaji masuknya ke sana, hehe.

Mumpung ada ide, saya tulis saja. Biasanya ada masanya bingung mau nulis apa, haha.

Reply
avatar

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar EmoticonEmoticon