Definisi ARTIKEL, Pergeseran Makna dan Kesalahpahaman

October 25, 2017
Saat sedang browsing di Google, saya menemukan postingan dengan judul yang menarik, yaitu Perbedaan Postingan dengan Tulisan dan Artikel. Saya pun membaca tulisan tersebut sampai selesai. Inti yang saya tangkap adalah bahwa postingan bisa saja berupa artikel, tapi tidak semua postingan bisa disebut artikel. Artikel adalah sebuah karya ilmiah dengan sajian populer.

Setelah selesai membaca postingan tersebut, saya segera membuka aplikasi KBBI di HP dan mencari definisi "artikel".
Menurut KBBI tersebut, artikel adalah karya tulis lengkap, misal laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya.

Ternyata definisi dari KBBI maksudnya kurang lebih dengan apa yang tertulis pada postingan di blogernas tersebut. Dengan kata lain, bisa jadi pemahaman saya tentang kata "Artikel" selama ini salah.

Namun hal tersebut tidak membuat saya berkecil hati. Toh, meski tulisan di sebuah blog tidak semuanya bisa disebut artikel, tidak mengurangi atau menambah manfaat dari masing-masing tulisan tersebut. Artikel hanyalah sebuah kata atau sebutan. Itulah kesimpulan yang saya ambil waktu itu.

Review Artikel

Pendapat tersebut tidak bertahan lama di benak saya. Saya teringat dulu pernah ditanya oleh seorang teman yang mahasiswa. Dia mendapat tugas dari dosen untuk menulis review sebuah artikel dengan topik tertentu.

Dia pun memperlihatkan sebuah tulisan dari blog dan bertanya pada saya, apakah tulisan tersebut adalah artikel. Apa daya, saya adalah seorang blogger yang kurang ilmunya. Saya pun mengatakan, ya, itu adalah artikel.

Jika merujuk kepada definisi Artikel seperti yang tercantum di KBBI, tentu maksud dosen tersebut adalah sebuah karya tulis utuh. Bukan sekedar tulisan seorang blogger yang tidak jelas siapa penulisnya, dengan paparan yang tidak lengkap.

Mengingat kejadian tersebut membuat saya merasa bersalah. Betapa saya telah menyesatkan seseorang karena kebodohan saya.

Saya pun teringat, dulu ketika masih mahasiswa, dosen selalu mengingatkan untuk mengambil rujukan dari sumber terpercaya. Sumber dari blog haram hukumnya. Saya kadang terpaksa membaca artikel berbahasa Inggris. Kesannya lebih bisa dipercaya.

Karena mencari jurnal memang tidak mudah, biasanya saya hanya mengambil rujukan berupa artikel. Tapi artikel mereka memang berbeda. Ada nama pengarangnya, lengkap dengan gelarnya, isi artikelnya pun panjang sekali seperti karya ilmiah saja. Di dalamnya terdapat latar belakang, isi sampai kesimpulan.

Mungkin ini yang dimaksud artikel oleh dosen. Karenanya, saya pun tidak diprotes ketika mencantumkannya di dalam daftar pustaka.

Ah, kejadian tersebut sudah lama. Teringat kembali karena sebuah kata, Artikel.

Menulis Artikel

Pernah juga seorang siswa bertanya kepada saya, karena kebetulan dia tahu saya suka menulis. Karya tulis apa yang telah saya buat. Selain skripsi, saya katakan belum menulis karya tulis, hanya artikel.

Padahal jika berdasarkan definisi di atas, sudahkah saya benar-benar membuat artikel. Entah kenapa saya menjadi tidak yakin.

Ketika berbicara sesama blogger, maka yang dimaksud dengan artikel adalah setiap tulisan di blog. Terlepas dari apakah pengertian tersebut benar atau salah, selama objek yang dimaksudkan dalam pembicaraan adalah sama, maka tidak ada masalah. Toh, fungsi utama dari bahasa adalah agar sama-sama mengerti.

Namun, ketika sebuah kata dilemparkan ke dalam lingkungan yang lebih luas dan umum, maka definisi sebenarnyalah yang harus digunakan. Jika tidak, maka kesalahpahaman seperti yang saya alami akan sulit dihindari.

Dalam menulis di blog ini sendiri, saya sering manggunakan kata artikel. Maka kata artikel yang saya maksud disini, bukanlah karya ilmiah, melainkan tulisan di blog.

Apakah saya sudah melakukan kesalahan besar dengan menyebutnya sebagai artikel selama ini. Sepertinya tidak juga. Lagi pula, bisa jadi definisi Artikel sudah bergeser, berubah, atau meluas. Itu adalah sesuatu yang sering terjadi dalam penggunaan kata.

Definisi ARTIKEL, Pergeseran Makna dan Kesalahpahaman

Article is . . . 

Bahkan jika melihat definisi kata aslinya, Article, menurut kamus saku Oxford adalah piece of writing in a newspaper. Sedangkan koran, isinya bisa apa saja, dan biasanya semua disebut artikel.

Adapun menurut Blogernas, tulisan di blog disebut dengan Postingan. Padahal postingan sendiri berasal dari Bahasa Inggris, post yang artinya "mengirim" lalu ditambah ing. Kemudian ditambah akhiran Indonesia -an. Jika melihat di KBBI yang saya punya, kata ini bahkan belum ada. Namun secara makna bisa disebut "kiriman".

Maka menurut saya, yang terpenting dalam penggunaan kata adalah bagaimana penulis bisa menulis sesuatu yang bisa dipahami pembaca dan bagaimana pembaca memahami maksud yang ingin disampaikan penulis agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Artikel Menarik Lainnya

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
Kang Nata
AUTHOR
October 25, 2017 at 7:32 PM delete

saya nurut saja apa kata mbak pada artikel diatas.....salah yach ikut salah bener yach ikut benar....hehe.

Reply
avatar
October 25, 2017 at 8:13 PM delete

Padahal beda pendapat ngga dilarang lo,,, yang penting punya landasan sendiri, hehe.

Reply
avatar
Kang Nata
AUTHOR
October 25, 2017 at 8:57 PM delete

maunya sich beda pendapat, tpi ujung2 nya pasti debat dan akhirnya yg kalah adalah quota internet... :) haha...

Reply
avatar

Silakan tingggalkan tanggapan dan pendapatmu pada kolom komentar EmoticonEmoticon